Sabtu, 10 Mei 2008

Yang Perlu Anda Ketahui Dari Hadits-2 (Mana YangPaling Shahih Antara Sunan Abi Daud Dan Sunan an-Nasa`iy)

Kumpulan Artikel Islami

Yang Perlu Anda Ketahui Dari Hadits-2 (Mana YangPaling Shahih Antara Sunan Abi Daud Dan Sunan an-Nasa`iy) TANYA:

Dari aspek keshahihan, mana yang diunggulkan; Sunan Abi Daud ataukah Sunan an-Nasa`iy

JAWAB:

Bila kita melihat kitab Sunan an-Nasa`iy dengan maksud iaadalah as-Sunan al-Kubra, maka Sunan Abi Daud lebihshahih daripadanya. Sedangkan bila yang dimaksud dengan Sunan an-Nasa`iydi sini adalah kitab al-Mujtaba, di sini perlu didiskusikankembali pendapat tadi.

Bila kita melihat kitab Sunan an-Nasa`iy, maka akan jelas bagikita bahwa ia [Sunan an-Nasa`iy] yang dinamakan dengan al-Mujtabasekarang ini â€"yang nampak bagi saya- bukanlah karangan Imam an-Nasa`iysendiri. Ia merupakan karangan Ibn as-Sunny yang tidak lain adalahsalah seorang periwayat kitab Sunan an-Nasa`iy. Secara umum, yangdimaksud dengan Sunan an-Nasa`iy adalah as-Sunan al-Kubra.Karena itu, sebagian orang dari satu sisi, menilai sisi kebagusanhadits-haditsnya atau membuang hadits-hadits Mawdlu’ [palsu] danMunkar yang ada pada Sunan an-Nasa`iy yang disebut al-Mujtabaalias as-Sunan ash-Shughra sebagaimana yang dikatakan sebagianorang, karena mengira ia merupakan karangan Imam an-Nasa`iy.

Yang menjadi indikasi untuk semua itu, bahwa kitab al-Mujtaba [artinya,ringkasan, intisari-red.,] dari sisi hadits-haditsnya memang lebihbagus [mengesankan] daripada as-Sunan al-Kubra akan tetapiapakah benar Imam an-Nasa`iy yang meringkas/mengintisarinya darihadits-hadits tersebut [sehingga dinamai al-Mujtaba-red.,] atauorang selain dia. Hal ini akan kami jelaskan sebentar lagi, insyaAllah.

Yang jelas, bila kita membanding-bandingkan antara al-Mujtabadan Sunan Abi Daud, maka pembandingan ini â€"menurut saya- butuhkajian yang serius dan teliti. Sebab, sementara orang ada yanglangsung saja menyatakan bahwa Sunan Abi Daud lebih unggul.Sikap seperti ini banyak diambil oleh para ulama terdahulu. Setiaporang yang membicarakan Sunan Abi Daud, pasti ia akanmengunggulkannya atas kitab-kitab lainnya bahkan sebagian mereka adayang mengunggulkannya atas Shahih Muslim akan tetapi pendapatini tidak benar. Sebagian orang lagi, khususnya di zaman sekarang ini,kita menemukan ada orang yang berusaha mengunggulkan Sunan an-Nasa`iyatas Sunan Abi Daud.

Menurut saya, bila ijtihad-ijtihad seperti ini keluar dari seseorangyang ingin agar ucapannya tepat, maka hendaknya berpijak pada ucapanyang ilmiah atau metode ilmiah yang komprehensif dengan cara melakukanpenelitian terhadap Sunan Abi Dauddan Sunan an-Nasa`iyyangbernama al-Mujtaba itu, kemudian melihat jumlah hadits-haditsyang dimuat di masing-masing kitab tersebut, lalu jumlah hadits yangdikritisi dari masing-masingnya; berapa persentasenya secarakeseluruhan untuk masing-masing kitab. Dari situ, akan kita dapatkanpersentase hadits-hadits yang dikritisi di dalam kitab Sunan AbiDauddan juga di dalam kitab Sunan an-Nasa`iy.

Selain itu, hadits-hadits yang dikritisi ini juga bisa diklasifikasilagi antara yang Dla’if, Dla’if Sekali dan Kemungkinan Dla’if [masihfity-fifty]. Masing-masingnya perlu dibubuhkan berapa persentasenya.

Di samping itu, perlu juga dilihat; apakah pengarang kitab menjelaskandan mengomentari hadits-hadits yang dikritisi tersebut atau kah tidakSebab, Abu Daud dan an-Nasa`iy ada mengomentari sebagian hadits.Kemudian, dilihat pula berapa persentase komentar yang dikeluarkanmasing-masing pengarang kitab terhadap hadits-hadits yang dikritisitersebut. Setelah itu, barulah kita dapat mengeluarkan gambaran yangjelas melalui penelitian yang seksama, apakah Sunan Abi Daudyanglebih bagus [mengesankan] atau kah sebaliknya Inilah pendapat sayamengenai hal ini.

[SUMBER: Fataawa Hadiitsiyyah karya Syaikh Sa’d bin ‘AbdullahAl Humaid, Juz.I, h.106-107]

Artikel Yang Perlu Anda Ketahui Dari Hadits-2 (Mana YangPaling Shahih Antara Sunan Abi Daud Dan Sunan an-Nasa`iy) diambil dari http://www.asofwah.or.id
Yang Perlu Anda Ketahui Dari Hadits-2 (Mana YangPaling Shahih Antara Sunan Abi Daud Dan Sunan an-Nasa`iy).

Tidak ada komentar: