Sabtu, 10 Mei 2008

Bertaubat Kemudian Kembali Kepada Kemaksiatan,Bagaimana Hukumnya?

Kumpulan Artikel Islami

Bertaubat Kemudian Kembali Kepada Kemaksiatan,Bagaimana Hukumnya? Pertayaan

Aku seorang pemuda berusia 19 tahun. Aku telah berbuat aniaya terhadapdiriku sendiri dalam banyak kemaksiatan sehingga aku sering tidakshalat di masjid, tidak berpuasa Ramadhan secara sempurna selamahidupku, dan aku melakukan perbuatan-per-buatan tercela lainnya.Seringkali diriku berjanji untuk bertaubat, tetapi aku kembalibermaksiat, dan aku berteman dengan para pemuda di kampung kami yangtidak benar-benar istiqamah. De-mikian pula kawan-kawan,saudara-saudaraku, seringkali datang ke rumah kami, dan mereka bukanorang-orang yang shalih juga. Allah tahu bahwasanya aku telah banyakberbuat aniaya terhadap diriku sendiri dalam kemaksiatan-kemaksiatandan aku melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk. Tetapi setiap kaliaku bertekad untuk bertaubat, maka aku kembali lagi seperti semula.Aku berharap agar engkau menunjukkan kepadaku pada suatu jalan yangmendekatkanku kepada Tuhanku dan menjauhkanku dari perbuatan-perbuatanyang buruk ini.

JawabanKatakanlah, 'Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap dirimereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lahYang Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang'. [az-Zumar: 53]

Para ulama bersepakat bahwa ayat ini turun berkenaan denganorang-orang yang bertaubat. Barangsiapa yang bertaubat daridosa-dosanya dengan taubat yang semurni-murninya, maka Allahmengampuni dosa-dosanya semuanya, berdasarkan ayat ini dan berdasarkanfirmanNya,Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengantaubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menutupikesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalirdi bawahnya sungai-sungai. [at-Tahrim: 8]

Allah SWT mempertalikan penghapusan kesalahan-kesalahan dan masuksurga pada ayat ini dengan taubat yang semurni-murninya, yaitupertaubatan yang mencakup meninggalkan dosa, waspada terhadapnya,menyesali apa yang pernah dilakukannya, bertekad bulat untuk tidakkembali kepadanya, karena meng-agungkan Allah q, menginginkanpahalanya, dan takut terhadap siksanya. Dan di antara syarat taubatialah mengembalikan hak-hak yang dizhalimi kepada yang berhakmenerimanya atau mereka memaafkannya, jika kemaksiatan tersebut berupakezhaliman yang menyangkut darah, harta dan kehormatan. Jika ia sulitmeminta maaf dari saudaranya menyangkut kehormatannya, maka ia banyakberdoa untuknya, dan menyebut kebaikan-kebaikan amal yang dilakukanolehnya di tempat-tempat di mana ia pernah menggunjingkannya; karenakebaikan-kebaikan akan menghapuskan keburukan-keburukan. Allah SWTberfirman,Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supayakamu beruntung. [an-Nur: 31]

Allah SWT mengaitkan dalam ayat ini keberuntungan dengan taubat. Inimenunjukkan bahwa orang yang bertaubat itu orang yang beruntung lagiberbahagia. Jika orang yang bertaubat mengiringi taubatnya dengan imandan amal shalih, maka Allah menghapuskan keburukan-keburukannya danmenggantinya de-ngan kebajikan-kebajikan. Sebagaimana firman Allah qdalam surah al-Furqan, ketika menyebutkan kesyirikan, membunuh dengantanpa hak dan zina,Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allahdan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membu-nuhnya] kecualidengan [alasan] yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa melakukandemikian itu, niscaya dia mendapat [pem-balasan] dosa [nya], [yakni]akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akankekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yangbertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih; maka mereka itukejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah MahaPengam-pun lagi Maha Penyayang. [al-Furqan: 68-70]

Di antara sebab taubat ialah ketundukan kepada Allah, me-mohon hidayahdan taufik kepadaNya, serta agar Dia memberi kurnia berupa taubatkepadamu. Dialah Yang berfirman,Berdoalah kepadaKu,niscaya akan Kuperkenankan bagimu. [al-Mukmin:60]

Dialah Yang berfirman,Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka [jawablah],bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yangmendoa apabila ia berdoa kepadaKu. [al-Baqarah: 186]

Di antara sebab-sebab taubat juga dan istiqamah di atasnya ialahberteman dengan orang-orang yang baik dan meneladani amalan-amalanmereka, serta menjauhi berteman dengan orang-orang yang jahat. Shahihdari Rasulullah a bahwa beliau ber-sabda,

Seseorang itu tergantung agama temannya, makahendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan kepada siapaberteman. [HR. Abu Daud dalam al-Adab, no. 4833; at-Tirmidzidalam az-Zuhd, no. 2378; Ahmad, no. 8212]

Beliau bersabda,

Perumpamaan teman yang shalih dan teman yangburuk ialah seperti pembawa minyak wangi dan pandai besi. Pembawaminyak wangi mungkin akan memberi minyak kepadamu, kamu membelidarinya, atau kamu mencium baunya yang harum. Sedangkan pandai besimungkin akan membakar pakaianmu atau kamu mencium bau yang tidak sedap.

[HR. Al-Bukhari dalam al-Buyu`, no. 2101; Muslim dalam

al-Birr wa ash-Shilah, no. 2628]

[Kitab ad-Da'wah, al-Fatawa, hal. 251, Syaikh Ibnu Baz]

Artikel Bertaubat Kemudian Kembali Kepada Kemaksiatan,Bagaimana Hukumnya? diambil dari http://www.asofwah.or.id
Bertaubat Kemudian Kembali Kepada Kemaksiatan,Bagaimana Hukumnya?.

Tidak ada komentar: