Rabu, 14 Mei 2008

Kecerdikan Abu Ja’far Al-Manshur

Kumpulan Artikel Islami

Kecerdikan Abu Ja’far Al-Manshur Suatu ketika Abu Ja'far, 'Abdullah bin Manshur,seorang khalifah, sedang duduk-duduk di salah satu kubah kota al-Manshurdi 'Iraq. Tiba-tiba dia melihat seorang laki-laki yang sedang sedihdan bolak-balik ke sana- kemari di sepanjang jalan. Lalu diamengirimkan utusan untuk menemuinya dan menanyakan kondisinya.

Maka orang tersebut menceritakan bahwa pernah suatu hari dia pergiberbisnis dan mendapatkan keuntungan yang besar sekali. Setelah itu,dia kembali membawa hasil keuntungan tersebut kepada sang isteri danmenyerahkan semua uang dinar kepadanya. Namun kemudian, kisahya,isterinya tersebut mengatakan kepadanya bahwa semua uang tersebuttelah dicuri orang dari rumah, padahal setelah dia meneliti, tidak adasatupun bekas lobang atau sesuatu yang terbongkar di rumahnya.

Lantas berkatalah al-Manshur kepadanya, Sejak kapan kamu menikahdengannya Setahun yang lalu. JawabnyaSaat kamu nikahi, dia masih perawan atau sudah janda , tanyanya lagi

Sudah janda. JawabnyaMasih muda atau sudah berumur. Tanya al-Manshur lagiMasih muda. Jawabnya pula

Tak berapa lama kemudian, al-Manshur mengambil sebuah botol berisiparfum yang demikian semerbak aromanya seraya berkata kepada orangtersebut, Pakailah ini, pasti akan hilang semua kegelisahanmu.

Lalu orang itu mengambilnya dan membawanya pulang.

Setelah orang tersebut berlalu, al-Manshur berkata kepada parapengawal pilihannya, Duduklah kalian di dekat pintu-pintu masuk kotaini. Siapa saja yang melintasi kalian dan tercium dari tubuhnyasemerbak aroma parfum tadi, maka bawalah dia kemari.!!

Sementara orang tadi sudah sampai di rumahnya dan segera menyerahkanparfum tersebut kepada sang isteri sembari berkata, Ini ada parfumbagus, hadiah dari Amirul Mukminin!.

Tatkala menciumnya, sang isteri ini demikian takjub dan terpikatdengannya, lalu sertamerta dia membawa parfum tersebut kepada seoranglaki-laki, kekasih gelap yang dia cintai. Kepada orang inilah, diamenyerahkan semua uang dinar yang hilang itu. si perempuan ini berkatakepadanya, Pakailah parfum yang bagus ini!.

Tanpa rasa curiga dan pikir panjang lagi, kekasih gelapnya inilangsung memakainya, dan pergi melintasi sebagian pintu kota. Akhirnya,dari tubuhnya tersebut terciumlah semerbak aroma parfum sang khalifahitu. Karenanya, diapun kemudian diciduk oleh para pengawal istana dandibawa menghadap al-Manshur.

Setibanya di istana, al-Manshur bertanya kepadanya,Dari mana kamu dapatkan parfum ini. Ternyata orang ini tidak dapatbersikap tenang dan terbata-bata di dalam menjawabnya. Melihat gelagatseperti ini, maka al-Manshur langsung menyerahkannya kepada polisisembari memberikan titah,Jika dia mau menghadirkan sekian dan sekian dinar yang dicurinya,maka ambillah darinya. Bila dia tidak mau, maka cambuklah dia seribukali cambukan!!!.

Tak lama kemudian, pakaiannya dilucuti untuk dicambuk sembari diancam,hingga akhirnya dia mengaku dan berjanji akan mengembalikan uang dinaryang dicurinya itu. Kemudian dia menghadirkan uang tersebut sepertisediakala, tidak kurang sepeserpun.

Setelah itu, al-Manshur diberitahu perihal tersebut, lantas si empunyauang dinar tersebut dipanggil lagi untuk menghadap. Ketika dia sudahdatang, al-Manshur berkata kepadanya,Bagaimana pendapatmu, bila aku berhasil mengembalikan semua uangmuyang hilang, apakah kamu setuju aku yang akan menjatuhkan vonisterhadap isterimu. Baiklah, wahai Amirul Mukminin. KatanyaIni semua uang dinarmu tersebut dan aku juga telah menceraikanisterimu itu darimu.! Kata Amirul Mukminin, al-Manshur.

Setelah itu, sang khalifah yang cerdik ini mengisahkan kepada orangtersebut kronologis ceritanya.

[SUMBER: Nihâyah azh-Zhâlimîn, karya Ibrahim bin 'Abdullah al-Hâzimiy,Juz.I, h.88-90 sebagai yang dinukilnya dari buku Tsamarât al-Awrâqkarya al-Hamawiy, h.142]

Artikel Kecerdikan Abu Ja’far Al-Manshur diambil dari http://www.asofwah.or.id
Kecerdikan Abu Ja’far Al-Manshur.

Tidak ada komentar: