Senin, 23 Juni 2008

Wasiat Untuk Keluarga Dan Anak-Anak

Kumpulan Artikel Islami

Wasiat Untuk Keluarga Dan Anak-Anak Wahai saudaraku muslim! Allah Subhannahu wa Ta'alaberfirman,

ÇáÃ'øöÌóÇáõ ÞóæøóÇãõæäó Úóáóì ÇáäøöÃ"óÂÁö ÈöãóÇ ÝóÖøóáó Çááåõ ÈóÚúÖóåõãúÚóáóì ÈóÚúÖò æóÈöãóÂÃóäÝóÞõæÇ ãöäú ÃóãúæóÇáöåöãú

Artinya, “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, olehkarena Allah telah melebihkan sebagian mereka{laki-laki}atas sebagianyang lain {wanita}dan karena mereka [laki-laki] telah menafkahkansebagian dari harta mereka.” [An-Nisa: 34]

Allah telah menjadikan laki-laki sebagai pemimpin bagi para wanita danini sesuai dengan fitrah dan naluri manusia, agar alam ini berjalansesuai dengan hukum-hukum Allah Subhannahu wa Ta'ala .

Maka bagi laki-laki memiliki kewajiban untuk mendidik istri dananak-anaknya dengan pendidikan yang baik dan benar yang akan menjaminkebahagian dunia dan akhirat. Dan pendidikan yang paling pentingadalah mengajarkan mereka agama dan adab-adab Islam sebagai realisasidalam meneladani Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan menitikehidupan sesuai dengan ajarannya. Wahai para ayah ajarkan dandidiklah anak-anak kalian dengan ilmu yang bermanfaat dan amal yangsholih.

Ajarkan juga pokok-pokok keimanan yang telah diterangkan olehAl-Qur‘an dan biasakanlah mereka untuk berpegang teguh denganrukun-rukun Islam. Ajarkan kepada istri dan anak-anak kalian untukmencintai Allah, tancap-kan keimanan, kecintaan, penghormat-an, danpengagungan terhadap Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam di dalamhati mereka. Mereka wajib untuk menaati apa yang diperin-tahkanRasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, membenarkan setiap beritayang beliau sampaikan dan menjauhi apa yang dilarangnya dan tidakberibadah kepada Allah, melain-kan sesuai dengan apa yang diasyariatkan. Barang siapa yang berpaling dari petunjuknya, maka diatermasuk ahlul bid’ah.

Ajarkan mereka untuk mencintai sahabat Rasulullah Shallallaahu alaihiwa Salam yang mulia sebagai imam yang telah mendapatkan petunjuk yanglurus. Terangkan kepada mereka bagaimana sahabat beribadah, berakhlakdengan akhlak yang mulia, berilmu yang luar biasa, bersungguh-sungguhdalam beragama. Dan terangkan juga tentang jihad dan perjuangan merekadi jalan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Hingga akhirnya melalui merekaAllah membuka hati dan telinga umat manusia, membuka negara-negara dankerajaan-kerajaan, dan menghukum orang orang kafir dan munafik dengankehinaan.

Dan terangkan juga tentang sejarah hidup mereka yang luar biasa,bagai-mana kebenaran Iman mereka dan sempurnanya mereka di dalammengikuti Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , dalam beribadah,berjihad dan menginfaqkan harta yang amat banyak dalam rangka untukmencari ridha Allah Subhannahu wa Ta'ala .

Dan tanamkan kepada mereka bahwa orang yang berbahagia adalah orangyang mau mengikuti Sahabat Rasullah Shallallaahu alaihi wa Salam danorang yang celaka adalah yang mencela, mendiskreditkan mereka sertamenempuh jalan kehidu-pan selain jalan mereka.

Dan perintahkan kepada mereka untuk menunaikan shalat ketika merekaberumur tujuh tahun, perintahkan anak laki-laki supaya berjamaah dimasjid bersama kaum muslimin, dan yang perempuan supaya berjamaahbersama ibu mereka di rumah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman,

Artinya,“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat danbersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizkikepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepa-damu. Dan akibat[yang baik]itu adalah bagi orang yang bertaqwa. [Thaha: 132]

Dan juga pisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuanketika mereka berumur sepuluh tahun, jauhkan mereka dari kawan yangjelek. Tumbuhkanlah mereka dengan ahklaq ahlu iman, seperti berbaktikepada orang tua, silaturahim, bergaul dengan baik terhadap saudaraseagama, senang bersedekah, berbuat yang ma‘ruf dan kebaikan,menghormati tetangga dan tamu, dan mencegah dari perbuatan jelek sertamenyakiti sesama manusia.

Dan ajarkan juga tentang keimanan kepada qadla dan qadar, ajarkan agarselalu menghadapi takdir dengan menyerahkannya kepada Allah Subhannahuwa Ta'ala sebagai Rabb yang mengatur seluruh alam. Karena sesungguhnyaAllah yang memberi dan Allah yang memgambil, segala sesuatu datangdari sisi-Nya sesuai dengan waktu yang ditentukan-Nya. Orang yangberbahagia adalah orang yang beriman kepada Allah dan bertawakalkepada-Nya serta berusaha keras mencari jalan-jalan [wasilah] yangdapat mendekatkan diri kepada-Nya. Orang yang celaka adalah orang yangmenuyelisihi-Nya, bermaksiat terhadap perintah-Nya, menentang-Nya,kufur terhadap-Nya, benci terha-dap ketentuan-Nya dan berpaling daritakdir-Nya.

Jauhilah perkara-perkara yang mengantarkan kepada kemurkaan AllahSubhannahu wa Ta'ala yang mengakibatkan dimasuk-kan ke dalam apineraka bersama orang-orang kafir Allah Ta‘ala berfirman,

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dankeluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia danbatu, penjaganya malaikat yang kasar dan keras yang tidak mendurhakaiAllah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalumenger-jakan apa yang diperintahkan.” [At-Tahrim: 6]

Jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka, dengan membukapintu-pintu kebaikan kepada anak dan istri kalian dan selalumengarahkan mereka kepada kebaikan-kebaikan tersebut, selalu memberidorongan kepada mereka untuk melaksanakannya, dan hendaknya kalianmenjadi teladan bagi seluruh anggota keluarga.

Jangan sekali-kali meremehkan pendidikan terhadap keluarga kalian, danjangan menganggap ringan dalam mengarahkan dan menunjuki merekadidalam kebaikan, karena kalian bertanggung jawab atas mereka.

Bersabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam ,

“Sesungguhnya Allah akan menanyakan kepada setiap pemimpin amanahyang diembankan kepadanya; apakah dia menjaganya ataumenyia-nyiakannya, sampai seseorang ditanyai tentang keluarganya”[HR. An-Nasai]

Dan bersemangatlah dalam mendidik mereka di dalam kebaikan dunia danakhirat. Semoga Allah menjadikan kita seperti orang-orang yang Allahfirmankan,

Artinya, “Yaitu surga 'Adn yang mereka masuk kedalamnyabersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya,istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ketempat-tempat mereka dari semua pintu; [sambil mengucapkan] Salamun 'alaikumbima shabartum . Maka alangkah baiknya tempat kesuda-han itu.” [Ar-Ra’d: 23-24]

Dan bersungguh-sungguhlah dalam mengajarkan mereka tentang Kitabullahdan as-Sunnah serta atsar-atsar [perikehidupan] salafusholih, makaAllah akan memberikan kemuliaan kepada kalian lebih dari yang kalianharapkan, dan akan mengamankan kalian dari mara bahaya apa pun,akhirnya Allah akan mengumpulkan kalian bersama anak dan istri kaliandisurga-surga dan akan duduk ditempat orang-orang yang terhormat.Allah berfirman,

Artinya, “Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu merekamengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu merekadengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amalmereka, tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”[At-Thur : 21]

Sesungguhnya seorang ayah apabila memberikan perhatian serius di dalammendidik anak dan istrinya serta orang-orang yang menjadi tanggungjawab-nya, maka ia ibarat seseorang yang menebarkan di atas bumi yangsubur benih-benih yang paling bermanfaat dan paling baik, yang kelakdengannya akan mendatangkan buah yang melim-pah dan hasil [panen] yangbaik.

Tetapi apabila meremehkan pendidikan keluarga dan merasa cukup dengansekedar memberikan makan, minum, pakaian dan lainnya, kemudian iatinggalkan begitu saja seperti bina-tang ternak, tidak mengetahui yanghalal dan yang haram, dan tidak menunaikan kewajiban dan tanggungjawab, dan tidak ada rasa penghormatan kepada yang tua dan tidak adabelas kasihan terhadap yang muda, maka yang seperti itu justru akanmenjadi azab bagi diri mereka, keluarga dan masyarakat seluruhnya.

Padahal setiap muslim akan ditanya di hadapan Allah Subhannahu waTa'ala tentang beban tanggung jawab yang dipikulnya. Apakah iatunaikan dan pelihara atau malah justru melalaikan danmenyia-nyiakannya.

Sesungguhnya anak-anak kita, belahan hati kita adalah pemuda-pemuda dihari ini dan merupakan generasi penerus untuk masa depan, jangankalian melupakan doa untuk mereka, supaya mendapatkan hidayah dantaufik dari Allah Subhannahu wa Ta'ala agar menempuh jalan yangdicintai Allah dan diridhai-Nya.

Artinya, “Ya Rabb kami, anugerah-kanlah kepada kami isteri-isteri kamidan keturunan kami sebagai penyenang hati [kami] dan jadikanlah kamiimam bagi orang-orang yang bertaqwa.”

Sumber : Buletin, “al-Washiah bil Ahl wal Aulad.”

[Azhar Khalid Saif, Lc.]

Artikel Wasiat Untuk Keluarga Dan Anak-Anak diambil dari http://www.asofwah.or.id
Wasiat Untuk Keluarga Dan Anak-Anak.

Tidak ada komentar: