Sabtu, 07 Juni 2008

Masa Bahagia Yang Pendek Jangan Engkau Pendekkan Lagi Dengan Kegundahan Dan Kekeruhan Pikiran

Kumpulan Artikel Islami

Masa Bahagia Yang Pendek Jangan Engkau Pendekkan Lagi Dengan Kegundahan Dan Kekeruhan Pikiran Masa Bahagia Yang Pendek Jangan Engkau Pendekkan Lagi Dengan Kegundahan Dan Kekeruhan Pikiran

Kategori Al-Wasailu Al-Mufidah

Minggu, 1 Mei 2005 04:10:54 WIBMASA BAHAGIA YANG PENDEK ITU, JANGANLAH ENGKAU PENDEKKAN LAGI DENGAN KEGUNDAHAN KELARUTAN DALAM KEKERUHAN PIKIRAN.OlehSyaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dyOrang yang bijak mengetahui bahwa hidupnya yang sehat dan benar adalah hidup yang penuh dengan kebahagiaan dan ketentraman, dan bahwasanya itu pendek sekali. Maka, tidaklah sepatutnya ia memendekkannya lagi dengan kegundahan dan kelarutan bersama kekeruhan pikiran. Karena, hal itu bertentangan dengan hidup sehat dan benar. Maka orang yang bijak sangat menghemat hidupnya, jangan sampai hari-harinya hilang begitu saja dirampas kegundahan dan kekeruhan pikiran.Dalam hal ini tidak ada bedanya antara orang-orang yang taat dan orang yang jahat. Hanya saja, dalam mewujudkan kehidupan sehat bahagia ini, orang mu’min memiliki nilai lebih dan perolehan lebih di sisi manfaat duniawi maupun ukhrawi.YAKINLAH, BAHWA COBAAN ITU KECIL DIBANDING BESARNYA KARUNIA.Demikian halnya, jika ia tertimpa atau khawatir tertimpa cobaan atau hal yang tidak diinginkannya, seyogianya ia membandingkan ni’mat-ni’mat yang masih melekat padanya, baik di sisi kehidupan religi atau duniawi, dengan cobaan-cobaan yang menimpanya itu. Maka, saat membandingkan antara keduanya itu, akan nyata betapa banyaknya ni’mat yang dirasakannya dan betapa kecilnya cobaan yang menimpanya.Begitu juga, seyogianya ia membandingkan bahaya yang dikhawatiri akan terjadinya itu dengan banyaknya peluang kemungkinan terhindar darinya. Maka, janganlah ia membiarkan kemungkinan yang lemah tadi mengalahkan banyaknya kemungkinan yang kuat itu. Dengan ini, akan sirnalah kegundahan dan kekhawatirannya. Hendaknya ia pun memperhitungkan kemungkinan terbesar yang dimungkinkan menimpanya. Lalu, ia kuatkan hatinya untuk menghadapinya kalaupun terjadi, dan berupaya untuk mencegah yang belum terjadi dan menangkis atau meringankan cobaan yang terjadi.[Disalin dari buku Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa’idah, edisi Indonesia Dua Puluh Tiga Kiat Hidup Bahagia, Penerjemah Rahmat Al-Arifin Muhammad bin Ma’ruf, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1419&bagian=0


Artikel Masa Bahagia Yang Pendek Jangan Engkau Pendekkan Lagi Dengan Kegundahan Dan Kekeruhan Pikiran diambil dari http://www.asofwah.or.id
Masa Bahagia Yang Pendek Jangan Engkau Pendekkan Lagi Dengan Kegundahan Dan Kekeruhan Pikiran.

Tidak ada komentar: