Rabu, 11 Juni 2008

Seputar Issu Terorisme 1/2

Kumpulan Artikel Islami

Seputar Issu Terorisme 1/2 Seputar Issu Terorisme 1/2

Kategori Al-Irhab = Terorisme

Senin, 14 Nopember 2005 08:33:22 WIBSEPUTAR ISSU TERORISMEOlehSyaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halaby Al-AtsaryBagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2Tema seputar irhab [terorisme] menjadi pembicaraan hangat di setiap lapisan masyarakat dan ittijahat [berbagai pihak dengan berbagai kepentingannya]. Setiap Negara memperbincangkannya, baik negara Islam atau bukan. Semua orang juga berbicara tentang irhab. [Begitu pula] orang-orang Islam dan non-muslim, anak-anak, dewasa dan wanita. Mereka semua membicarakannya. Sehingga, perlu disampaikan sebuah pernyataan yang menyejukkan dan menentramkan yang dapat menjelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya.Kata irhab menurut tinjauan syari’at pada asalnya bukanlah kata yang dibenci. Bahkan ini merupakan kata yang mendapat porsi makna tersendiri di dalam syari’at dan di dalam Al-Qur’an. Allah berfirman.â€Å"Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang [yang dengan persiapan itu] kamu menggetarkan [membikin irhab pada] musuh Allah” [Al-Anfal : 61]Rasa gentar dan takut yang menyelinap di hati para musuh Islam, adalah ketakutan luar biasa, yang difirmankan Allah.â€Å"Artinya : Kelak Aku jatuhkan rasa takut ke hati orang-orang kafir” [Al-Anfal : 12]Dan juga disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.â€Å"Artinya : Aku ditolong dengan rasa takut [yang ditanamkan kepada musuh] sejak sebulan perjalan” [Hadits Riwayat Bukhari]Jadi, kata irhab menurut istilah Islam yang Qur’ani bukan irhab dalam kenyataan yang terjadi akhir-akhir ini, dan bukan pula irhab dalam kejadian mencekam yang problematis sekarang ini.Sebab irhab menurut konteks kekinian dan menurut peristiwa problematis sekarang ini , identik dengan kerusakan, perusakan, pembunuhan membabi buta dan peledakan yang dilakukan secara ngawur, tanpa dasar petunjuk, bayyinah [bukti nyata] serta bashirah [ilmu] sama sekali. Akan tetapi hanya berdasarkan dorongan semangat dan emosi semata. Dengan dalih, sebagai pembelaan dan kecintaan terhadap agama. Namun tidak semua orang yang mencintai agama, dapat melaksanakan agama dengan baik dan benar. Ibnu Mas’ud mengatakan :”Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak dapat meraihnya”.Demikianlah,sesungguhnya prinsip dan asas Islam dalam jihad bertumpu pada perbaikan dan penyebaran hidayah, bukan penghancuran, pembunuhan atau peperangan, namun bermisi menebarkan hidayah kepada manusia, mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Dari kezhaliman serta keputusasaan menuju kebahagian dan curahan kebaikan. Acuannya terdapat pada firman Allah.â€Å"Artinya : Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu [tetapi] janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampui batas” [Al-Baqarah : 190]Allah menghubungkan terjadinya peperangan, disebabkan oleh peperangan, tanpa boleh bertindak melampui batas. Dan Allah menjelaskan pada akhir ayat, tindakan yang bengis dan kejam tidak disukai Allah Ta’ala. Allah berfirman.â€Å"Artinya : Sesungguhnya Allah tidak menykai orang-orang yang melampaui batas”.Bahkan Al-Qur’an melukiskannya dalam gambaran yang indah dalam ayat.â€Å"Artinya : Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kamu karena agama dan tidak [pula] mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” [Al-Mumtahanah : 8]Dalam ayat pertama Allah mengatakan : â€Å"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampui batas”. Sedangkan pada ayat yang kedua Allah berfirman : â€Å"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. Inilah hakikat Islam dengan risalahnya yang luhur, prinsip-prinsipnya yang universal, bersifat baik dan berorientasi mempebaiki kondisi, tidak dibatasi oleh dimensi waktu maupun ruang, supaya menjadi agama Allah yang terakhir sebagai perwujudan firman Allah.â€Å"Artinya : Sesungguhnya agama yang [diridhai] di sisi Allah adalah Islam”Dan firmanNya.â€Å"Artinya : Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima [agama itu] darinya”.Begitulah agama Islam, keagungan tercermin pada pribadi Nabi Muhammad yang bersabda.â€Å"Artinya : Ketahuilah, aku diberi Al-Qur’an dan [wahyu] serupa datang bersamanya”Nabi menganggap bahwa pengkhianatan terhadap perjanjian dengan orang kafir yang sedang dalam ikatan perjanjian bersama dengan kaum muslimin, baik atas permintaan orang kafir atau atas ajakan kaum muslimin. Nabi menganggap penghianatan itu sebagai dosa besar. Beliau bersabda.â€Å"Artinya : Barangsiapa membunuh seorang mu’ahad [dalam perjanjian dengan kaum muslimin], niscaya ia tidak akan mencium aroma Syurga. [Padahal] aroma syurga dapat tercium sejak empat puluh tahun perjalanan” [Hadits Riwayat Bukhari No. 3.166]Cermatilah wahai kaum muslimin dengan cara pandang Islam yang luhur, yang tercermin dalam syari’at yang bijak, dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Bandingkanlah dengan fenomena menyedihkan yang terjadi di negera ini [Indonesia, -red]. Perhatikanlah apa yang dilakukan sebagian kaum muslimin, dengan dalih jihad dan menegakkan semangat amar ma’ruf nahi mungkar, yang akhirnya mengguncang stabilitas keamanan dan mengacaukan masyarakat. Efeknya terjadi pembunuhan terhadap jiwa orang Islam. Padahal, darah mereka lebih terhormat di sisi Allah dibandingkan Ka’bah yang mulia.[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M Rubrik Liputan Khusus yang diangkat dari ceramah Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halaby Al-Atsary Tanggal 5 Desember 2004 di Masjid Istiqlal Jakarta]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1663&bagian=0


Artikel Seputar Issu Terorisme 1/2 diambil dari http://www.asofwah.or.id
Seputar Issu Terorisme 1/2.

Tidak ada komentar: