Selasa, 10 Juni 2008

Merajalelanya Perbuatan Keji, Pemutusan Silaturahmi, Dan Buruknya Hubungan Bertetangga

Kumpulan Artikel Islami

Merajalelanya Perbuatan Keji, Pemutusan Silaturahmi, Dan Buruknya Hubungan Bertetangga Merajalelanya Perbuatan Keji, Pemutusan Silaturahmi, Dan Buruknya Hubungan Bertetangga

Kategori Hadits

Kamis, 13 Mei 2004 08:28:51 WIBMERAJALELANYA PERBUATAN KEJI [1] PEMUTUSAN SILATURAHMI DAN BURUKNYA HUBUNGAN BERTETANGGAOlehYusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-WabilMUKADIMAHArtikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro [kecil] ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman kepada Allah Ta'ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.________________________________Imam Ahmad dan Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, pemutusan hubungan silaturrahmi, dan sikap yang buruk dalam bertetangga".[Musnad Ahmad 10:26-31 dengan syarah Ahmad Syakir. Beliau mengatakan "Isnadnya Shahih" dan beliau juga menyebut riwayat Al-Hakim dan membicarakannya dengan panjang lebar. Periksa pula Mustadrak Al-Hakim 1:75-76, beliau meriwayatkannya dengan tiga sanad seraya berkata, "Ini adalah hadits shahih, dan Imam Asy-Syaikhani telah sepakat berhujjah dengan semua perawinya kecuali Abu Sabrah Al-Hadzli. Dia adalah seorang Tabi'i besar yang riwayat hidupnya disebutkan dalam kitab-kitab Musnad dan tarikh, dan dia itu tercela". Dan beliau menyebutkan syahid [hadits lain dari sahabat yang lain], dan Adz-Dzahabi menyetujui penshahihannya].Ath-Thabari meriwayatkan dalam Al-Ausath dari Anas, ia berkata : telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam."Artinya : Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah banyaknya perbuatan dan perkataan keji dan pemutusan hubungan kekeluargaan". [Majma'uz Zawaid 7:284. Al-Haitsami berkata : "Perawi-perawinya kepercayaan, tetapi sebagian mereka diperselisihkan. Tetapi hadits-hadits ini mempunyai saksi [syahid/hadits yang semakna dengannya yang diriwayatkan dari jalan sahabat lain].Dan dalam riwayat Imam Ahmad dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda."Artinya : Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat ..., akan banyak terjadi pemutusan hubungan kekeluargaan". [Musnad Ahmad 5:333 dengan syarah Ahmad Syakir. Beliau berkata "Isnadnya shahih"].Apa yang disinyalir oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam sekarang telah terjadi. Kekejian telah banyak terjadi diantara manusia. Mereka sudah tidak ambil peduli dalam melakukan kemaksiatan dan berkata keji dengan segala akibatnya. Pemutusan hubungan kekeluargaan terjadi disana-sini. Seorang kerabat tidak lagi menyambung hubungan kekerabatannya, bahkan mereka saling memutuskan dan saling membelakangi. Mereka hidup dalam satu negeri, satu wilayah, satu daerah, satu kampung, tetapi bulan-bulan dan tahun-tahun mereka biarkan berlalu tanpa saling mengunjungi dan menghubungi. Semua ini hanya terjadi karena lemahnya iman, sebab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyuruh menyambung kekeluargaan dan melarang memutuskannya. Beliau bersabda."Artinya : Sesungguhnya Allah menciptakan mahluk, sehingga ketika telah selesai, berkatalah ar-rahm [kekeluargaan], 'Ini kedudukan orang yang memohon perlindungan kepada-Mu dari memutuskan kekeluargaan [silaturrahmi], 'Dia menjawab, Ya, apakah engkau tidak senang kalau Aku menyambung hubungan dengan orang yang menyambung hubungan denganmu, dan Aku memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskan hubunganmu. 'Ia menjawab, 'Ya'. Dia berfirman, 'Maka, demikian itulah kedudukanmu"Kemudian beliau bersabda : Bacalah kalau kalian mau firman Allah."Artinya : "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka serta dibutakan-Nya penglihatan mereka. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci ". [Muhammad : 22 -24].[Shahih Muslim, Kitab Al-Birr wash-shilah wal adab, Bab Shilaturrahim wa Tahrimi Qathi'atiha 16:112].Rasululllah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda."Artinya : Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan". [Shahih Muslim, Kitab Al-Birr wash-shilah wal adab, Bab Shilaturrahim wa Tahrimi Qathi'atiha 16:114].Adapun sikap buruk dalam bertetangga, maka hal ini juga telah terjadi. Berapa banyak tetangga yang tidak kenal tetangga sebelah rumahnya, tidak pernah mengamati keadaannya agar ia dapat memberinya bantuan dan pertolongan jika tetangga itu membutuhkan pertolongannya. Bahkan tidak jarang seorang tetangga tidak mencegah tangannya berbuat buruk terhadap tetangganya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang mengganggu dan menyakiti tetangganya dengan sabdanya."Artinya : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka tidak boleh ia menggangu tetangganya". [Shahih Muslim, Kitab Al-Iman, Bab Al-Hats'ala Ikram Al-Jaar a Adh-Dhaif 2:20].Dan sebaliknya beliau menyuruh berbuat baik kepada tetangga dengan sabdanya."Artinya : Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya". [Shahih Muslim 2:20].Dan sabda beliau lagi."Artinya : Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sehingga aku mengira bahwa seorang tetangga akan menjadi ahli waris bagi tetangganya". [Shahih Muslim, Kitabul Birr was-Shilah wal Adab, Bab Al-Washiyat bil-Jaar wal-ihsan 16:176][Disalin dari buku Asyraus Sa'ah FasalTanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Ysusf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat hal. 125-127 terbitan Pustaka mantiq, penerjemah Drs A'ad yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi.]_________Foote Note[1] Ibnul Atsir berkata : "Al-Fuhsy [perbuatan keji] ialah segala sesuatu yang amat buruk yang berupa dosa dan maksiat. Dan lafal alfahisyah sering diartikan dengan zina. Dan segala yang buruk, baik berupa perkataan maupun perbuatan, maka dia itu adalah fahisyah". [An-Nihayah 3 : 415].

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=716&bagian=0


Artikel Merajalelanya Perbuatan Keji, Pemutusan Silaturahmi, Dan Buruknya Hubungan Bertetangga diambil dari http://www.asofwah.or.id
Merajalelanya Perbuatan Keji, Pemutusan Silaturahmi, Dan Buruknya Hubungan Bertetangga.

1 komentar:

Dearest Girlfriend mengatakan...

Permasalahan bertetangga memang merupakan permasalahan yg sangat rumit, karena menyangkut banyak ras, suku, agama, sosial dan latar belakang pendidikan. Tidak sedikit konflik betetangga yang berakhir pada meja hakim pengadilan atau bahkan bertaruh dengan nyawa. Islam memang mengajarkan untuk berbuat baik kepada tetangga, tetapi tidak semua apa yg kita anggap baik akan berarti baik juga bagi tetangga kita. Sebaiknya memang dibuat semacam peraturan atau kesepakatan dalam bertetangga. Apa2 yg boleh dilakukan dan apa2 yg tidak boleh dilakukan. Bagaimana penyelesaiaanya bila terjadi masalah. Ini diperlukan orang arif dan bijaksana sehingga semua perbuatan dan perkataannya dihormati seluruh anggota masyarakat. Kalau di jaman dahulu ada namanya kepala suku yang selalu memegang teguh segala adat istiadatnya. Dan peraturan yang berlaku hanya diundangkan tanpa ditulis. Hukum yang berlaku adalah hukum adat atau masyarakat yang mungkin berat untuk dilaksanakan seperti diusir dari kampung, dibakar, dikubur hidup2 dll. Sangat mengerikan!!
Tetapi apa bedanya dengan hukum yang berlaku saat ini, dimana yang berkuasa dan yang kuat akan menang. Apapun akan dilakukan dan tidak ubahnya seperti jaman dahulu kala sewaktu masih primitif.
Menyikapi hal ini mungkin ada beberapa panduan atau cara dalam hidup bertetangga.

1. Jangan pernah ikut campur dalam urusan orang lain. Kecuali memang diminta dan tidak merugikan pihak lainnya. Karena bisa dianggap mengadu domba.
2. Jangan membicarakan apapun tentang tetangga kita. Karena apa yg kita bicarakan kadang kala mengandung perkataan buruk yang akan menyinggung tetangga kita.
3. Bila bertemu, sapalah dengan baik dan hanya bertegur sapa saja. jangan dilanjukan pada pembicaraan yg bersifat pribadi apalagi menyangkut orang lain, bisa berbahaya.
4. Bila akan melakukan perbaikan, renovasi, pembersihan lingkungan rumah mintalah ijin terlebih dahulu pada tetangga dengan baik. Lebih baik bila segala bentuk pelanggaran wilayah karena daun, ranting pohon dll melewati dari pekarangan kita.
5. Jangan pernah membiarkan bau baik yg harum seperti masakan atau yg busuk seperti sampah, bangkai jamban atau asap mengganggu lingkungan sekitar. Bila terpaksa mintalah ijin terlebih dahulu pada tetangga sekitar. Parkir mobil, menjemur pakaian hendakya tidak mengganggu tetangga atau jalan umum atau kepentingan umum.
6. Jangan membicarakan masalah tetangga dengan istri atau suami, karena akan menjadi masalah baru bila istri atau suami kelepasan ngomong ke orang lain. Jadi hanya bicarakan masalah keluarga kita saja dengan istri / suami.
7. Masalah anak2 selesaikan dengan baik. Jangan pernah mencampuri masalah anak karena perkelahian dll. Apabila terluka langsung diobati saja, dan beritahu jangan berkelahi, bila memang anak kita yg dinakali dinasehati saja untuk menjauh dan tidak bergaul dengan anak2 yang nakal.
8. Dalam hal pertemuan warga seperti rapat, pengajian dll usahakan tidak banyak memberikan usulan2, karena usulan2 bisa jadi menyinggung perasaan tetangga kita.
9. Kegiatan seperti kerja bhakti, ronda dll hendaknya aktif tetapi tidak perlu banyak bergurau dan ngobrol/ngerumpi. Lebih baik banyak kerja daripada banyak bicara.
10. Selalu ikuti segala keputusan warga termasuk iuran sampah, keamanan, 17-an, pungutan2 keagamaan dll. Tdk perlu protes, dan bila belum ada uang bilang saja belum punya uang dan akan segera dibayar segera setelah uang ada.
11. Bila ada arisan dll, ikut saja tanpa perlu meributkan apa yg terjadi atau kapan akan dapetnya. Yg penting setor muka. Anggap aja uang arisan adalah sedekah bila toh nantinya tidak dapet karena bubar atau diselewengkan pengurus.
12. Tidak perlu menanyakan apapun tentang keuangan RT/RW. Biar pengurus memberitahu kita tentang laporannya. Tidak perlu disangkal atau dipermasalahkan walaupun telah terjadi penyelewengan.
13. Kurangi terlalu banyak kontak langsung dengan tetangga. Karena semakin banyak kita bergaul dan berkumpul permasalahan akan selalu menunggu kita.