Sabtu, 21 Juni 2008

Balasan Kesabaran

Kumpulan Artikel Islami

Balasan Kesabaran Anas bin Malik radhiallahu 'anhu berkata: Anaklaki-laki Abu Thalhah dari Ummu Salamah meninggal dunia. Makaisterinya berkata kepada keluarganya, 'Jangan kalian beritakan kepadaAbu Thalhah tentang kematiannya, sam-pai aku sendiri yangmengabarkannya!' Anas bin Malik berkata, 'Abu Thalhah datang dandihidangkan kepadanya makan malam, maka ia pun makan dan minum'. Anasberkata, 'Sang isteri kemudian berdandan indah bahkan lebih indah dariwaktu-waktu yang sebelumnya. Setelah dia merasa bahwa Abu Thalhahtelah kenyang dan puas dengan pelayanannya, sang isteri bertanya, 'WahaiAbu Thalhah, bagaimana pendapatmu tentang suatu kaum yang meminjamkansesuatu kepada sebuah keluarga, lalu mereka mengambil barang yangdipinjamkannya, apakah mereka berhak menolaknya' Ia berkata, 'Tidak [berhak]!''Jika demikian, maka mintalah pahalanya kepada Allah tentang puteramu[yang telah diambilNya kembali]', kata sang isteri. Suaminya menyergah,'Engkau biarkan aku, sehingga aku tidak mengetahui apa-apa, laluengkau beritakan tentang [kematian] anakku'

Setelah itu, ia berangkat mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu ia ceritakan apa yang telah terjadi. Maka Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Semoga Allah memberkahikalian berdua tadi malam'. Anas berkata, 'Lalu isterinya mengandungdan melahirkan seorang anak. Kemudian Abu Thalhah berkata kepadaku, 'Bawalahdia kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam'. Lalu aku bawakanuntuknya beberapa buah kurma. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalumengambil anak itu seraya berkata, 'Apakah dia membawa sesuatu'Mereka berkata, 'Ya, beberapa buah kur-ma'. Nabi shallallahu 'alaihiwa sallam kemudian mengam-bilnya dan mengunyahnya, lalu diambilnyadari mulutnya, kemudian diletakkannya di mulut bayi itu dan beliaumeng-gosok-gosokkannya pada langit-langit mulut bayi itu, dan beliaumenamainya Abdullah'. [HR. Al-Bukhari, 9/587 dalam Al-Aqiqah, Muslimno. 2144].

Dalam riwayat Al-Bukhari, Sufyan bin Uyainah berkata: Seoranglaki-laki dari sahabat Anshar berkata, 'Aku me-lihat mereka memilikisembilan anak. Semuanya telah hafal Al-Qur'an, yakni dari anak-anakAbdullah, yang dilahirkan dari persetubuhan malam itu, yaitu malamwafatnya anak yang pertama, yaitu Abu Umair yang Nabi shallallahu 'alaihiwa sallam mencandainya seraya berkata, 'Hai Abu Umair, apa yang sedangdilakukan anak burung pipit'

Dalam riwayat lain disebutkan: Ia berkata, 'Maka isterinya pun hamilmengandung anaknya, lalu anak itu ia beri nama Abdullah, laluRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Segala puji bagiAllah yang menjadikan dalam umatku orang yang memiliki kesabaranseperti kesabaran seorang wanita dari Bani Israil'. Kepada beliauditanyakan, 'Bagaimana beritanya wahai Rasulullah' Be-liau bersabda,'Dalam Bani Israil terdapat wanita bersuami yang memiliki dua anak.Suaminya memerintahkannya menyediakan makanan untuk orang-orang yangia undang.

Para undangan berkumpul di rumahnya. Ketika itu kedua anaknya keluaruntuk bermain, tiba-tiba mereka terjatuh ke dalam sumur dekat rumahnya.Sang isteri tidak hendak mengganggu suaminya bersama para tamunya,maka ke-duanya ia masukkan ke dalam rumah dan ditutupinya denganpakaian. Ketika para undangan sudah pulang, sang suami masuk serayabertanya, 'di mana anak-anakku' Isterinya menjawab, 'Di dalam rumah'.Ia lalu mengenakan minyak wangi dan menawarkan diri kepada suaminyasehingga mereka melakukan jima'. Sang suami kembali bertanya, 'Di manaanak-anakku' 'Di dalam rumah', jawab isterinya. Lalu sang ayahmemanggil kedua anaknya. Tiba-tiba mereka keluar memenuhi panggilan.Sang isteri terperanjat, 'Subhanallah, Mahasuci Allah, demi Allahke-duanya telah meninggal dunia, tetapi Allah menghidupkannya kembalisebagai balasan dari kesabaranku'.

Artikel Balasan Kesabaran diambil dari http://www.asofwah.or.id
Balasan Kesabaran.

Tidak ada komentar: