Rabu, 09 Juli 2008

Jumlah Nama Dan Sifat Allah

Kumpulan Artikel Islami

Jumlah Nama Dan Sifat Allah Jumlah Nama Dan Sifat Allah

Kategori Tauhid

Sabtu, 29 Mei 2004 07:35:40 WIBJUMLAH NAMA DAN SIFAT ALLAHOlehSyaikh Shalih bin Fauzan Al-FauzanPertanyaanSyaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Apakah ada ketetapan di dalam syari’at tentang pembatasan jumlah al-asma al-husna [nama-nama Allah yang baik] Apakah mungkin menyebutkannya Dan apa pula nama Allah yang teragung Jawaban.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.â€Å"Artinya : Hanya milik Allah asma al-husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaa-ul husan itu” [Al-A’raf : 180]â€Å"Artinya : Dia mempunyai al-asma-ul husna [nama-nama yang baik]” [Thaha : 8]Nama-nama Allah yang husna [baik] tidak diketahui berapa jumlahnya, kecuali hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. Di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak terdapat pembatasan atas hal itu. Tetapi mungkin saja menentukan jumlah yang tedapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebagian ulama telah menghimpun sebagian besarnya di dalam kitab. Beberapa diantaranya telah disusun, seperti Ibnul Qayyim di dalam Kitab â€Å"Nuniyah” demikian pula Syaikh Husain bin Alu Syaikh di dalam manzhum [bait-bait]nya â€Å" Al-Qaul al-Usna Fi Nazhmi al-Asma al-Husna” yang telah dicetak dan tersebar.Adapaun nama Allah yang paling mulia adalah yang tedapat pada dua ayat berikut ini.â€Å"Artinya : Allah, tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus [mahlukNya]..” [Al-Baqarah ; 255]â€Å"Artinya : Alif Laam Miim. Allah, tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus mahlukNya” [Ali Imran : 1-2]Demikian pula terdapat pada ayat ketiga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala surat Thaha ayat 11. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Katsir di dalam tafsirnya. [Lihat Tafsir Al-Qur’an al-Azhim oleh Ibnu Katsir I/291][Al-Muntaqa min Fataawaa Syaikh Shalih bin Fauzan III/19-20][Al-Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih bin Fauzan III/19-20 Di salin ulang dari Majalah Fatawa edisi 4/I/Dzulhijjah 1423H]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=762&bagian=0


Artikel Jumlah Nama Dan Sifat Allah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Jumlah Nama Dan Sifat Allah.

Beriman Dan Beramal Shalih Dengan Sebenarnya 2/2

Kumpulan Artikel Islami

Beriman Dan Beramal Shalih Dengan Sebenarnya 2/2 Beriman Dan Beramal Shalih Dengan Sebenarnya 2/2

Kategori Al-Wasailu Al-Mufidah

Jumat, 20 Agustus 2004 10:04:00 WIBBERIMAN DAN BERAMAL SHALIH DENGAN SEBENARNYAOlehSyaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'diBagian Terakhir dari Dua Tulisan [2/2]Semua itu dapat dilihat melalui pengalaman.Satu Gambaran.Jika Anda mengamati dan menilai keadaan orang pada umumnya dengan barometer iman dan amal shaleh, maka Anda akan melihat perbedaan jauh antara orang mu’min yang berbuat sesuai tuntunan imannya dan yang tidak demikian. Hal itu karena Islam sangat menganjurkan qana’ah [menerima dengan penuh kerelaan] terhadap rezki dari Allah dan terhadap ragam karunia dan kemurahanNya yang diberikanNya kepada para hambaNya.Orang mu’min jika diuji dengan datangnya penyakit atau kefakiran atau semacamnya –yang setiap orang bisa menjadi sasaran cobaan itu-, maka dengan iman dan jiwa qana’ah serta ridha terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya, Anda dapati ia berhati sejuk dan bermata ceria, tidak menuntut sesuatu yang tidak ditakdirkan untuknya. Di segi materi, ia memandang kepada yang lebih rendah, tidak memandang kepada yang lebih atas. Bisa jadi, kegembiraan, kesenangan dan ketentraman batinnya melebihi orang yang meraih semua keinginan duniawi, jika orang itu tidak dikarunianya jiwa qanaah.Kemudian, Anda dapati orang yang tidak berbuat sesuai dengan tuntunan iman, jik ia diuji dengan sedikit kefakiran saja, atau tidak diperolehnya keinginan-keinginan duniawinya, maka Anda dapati ia sangat hancur dan sengsara.Gambaran Lain.Jika terjadi pada seseorang hal-hal yang menakutkan dan ia tertimpa malapetaka dan bencana, maka orang yang benar imannya akan Anda dapati ia berhati teguh, berjiwa tenteram lagi tegar menangani dan menyetir sesuatu yang menimpanya dengan pikiran, ucapan dan tindakan yang dimampuinya. Ia kukuhkan jiwanya untuk menghadapi bencana yang menimpa itu. Sikap semacam ini adalah sikap yang menentramkan dan mengukukuhkan hati seseorang.Sebaliknya, orang yang tidak memiliki iman, jika terjadi peristiwa-peristiwa yang menakutkan, Anda dapati ia guncang hatinya dalam menghadapinya, syaraf-syaraf tegang, dan pikirannya tercerai-berai. Rasa kekhawatiran dan ketakutan merasuk jiwanya. Rasa ketakutan dari ancaman luar dan seribu gejolak di dalam telah tertumpuk menyatu dalam dirinya, yang tidak mungkin digambarkan. Manusia semacam ini, jika tidak memiliki beberapa sarana terapi alami yang hal itu membutuhkan latihan banyak, maka ketahanan dirinya akan luluh dan syaraf-syarafnya pun akan tegang. Itu semua karena ia tidak memiliki iman yang dapat membawanya untuk bersabar, terutama dalam situasi sulit dan kondisi yang menyedihkan lagi mengguncang.Orang baik dan orang jahat, orang mu’min dan orang kafir adalah sama di sisi keberanian yang diperoleh melalui upaya atau latihan dan sisi naluri [insting] yang berfungsi melipur dan menurunkan volume rasa takut. Akan tetapi, orang mu’min, dengan kekuatan imannya, kesabarannya, kepasrahan dan kebersandarannya kepada Allah serta keberharapannya pada pahalaNya, ia unggul dengan memiliki nilai-nilai lebih yang meningkatkan keberaniannya, meringankan tekanan rasa takutnya dan membuatnya memandang kecil segala kesulitan yang dihadapinya.Allah berfirman.â€Å"Artinya : Jika kamu menderita kesakitan, sesungguhnya merekapun menderita kesakitan [pula] sebagaimana apa yang kamu derita. Sedangkan kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan” [2] [An-Nisaa : 104]Para mum’min danugrahi ma’unah [pertolongan], ma’iyyah [rasa Kebersamaan] dan madad [bantuan] Allah yang khusus, yang dapat menyirnakan segala ketakutan.Allah Ta’ala berfirman.â€Å"Artinya : Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama [3] orang-orang yang bersabar” [Al-Anfal : 46][Disalin dari kitab Al-Wasailu Al-Mufidah Lil Hayatis Sa'idah, edisi Indonesia Dua Puluh Tiga Kiat Hidup Bahagia, Penulis Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Nashir As-Sa'di, Penerjemah Rahmat Al-Arifin Muhammad bin Ma'ruf, Diterbitkan Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta]_________Foote Note[3] Yakni : dengan mengaruniakan pertolongan, kemenangan dan dukunganNya [Taisiru-l-Mannan]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=997&bagian=0


Artikel Beriman Dan Beramal Shalih Dengan Sebenarnya 2/2 diambil dari http://www.asofwah.or.id
Beriman Dan Beramal Shalih Dengan Sebenarnya 2/2.

Selasa, 08 Juli 2008

Menundukkan Jin Supaya Masuk dalam Tubuh Manusia danTidak Keluar Kecuali dengan Syarat-syarat Tertentu Adalah Perkara ygSuda

Kumpulan Artikel Islami

Menundukkan Jin Supaya Masuk dalam Tubuh Manusia danTidak Keluar Kecuali dengan Syarat-syarat Tertentu Adalah Perkara ygSuda

>> Pertanyaan :

Apakah mungkin menundukkan jin dan memasukkannya dalam tubuh manusia,dan tidak keluar kecuali dengan memenuhi syarat-syarat yang ditentukanoleh penyihir?

>> Jawaban :

Sudah terkenal bahwa penyihir melakukan amalan-amalan setan, gunamenundukkan sejumlah jin untuk mematuhinya dan memberi kuasa kepadamereka atas siapa hendak dicelakakannya. Buktinya, kebanyakan darimereka berbicara ketika dibacakan al-Qur'an dan disiksa, mengakuibahwa mereka disihir oleh si fulan, dan mereka tidak dapat keluarkecuali mereka diberi izin. Keba-nyakan dari mereka tetap berada dalamtubuh manusia hingga mati karena ruqyah, atau pembaca ruqyah membunuhmereka dengan pukulan atau obat-obatan, dan mereka tetap tidak keluar.

Mereka beralasan bahwa penyihir ini telah menyihir mereka dan menyuruhmereka merasuki orang ini, dan bahwa ratusan jin tunduk di bawah sihirmereka. Setiap kali salah seorang dari mereka mati, maka yang lainnyamenggantikan kedudukannya. Atas hal ini maka penyihir mendekatkan dirikepada mereka, menyem-belih sembelihan untuk mereka, atau melakukanamalan-amalan setan sehingga mereka tunduk kepadanya dan mematuhinya.Jika penyihir ini mati, maka aktifitasnya berhenti. Oleh karenanya,jika penyihir ini diketahui dan sihirnya terbukti, maka ia dibunuh,berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ,

Hukuman bagi penyihir ialah tebasan dengan pedang.

Wallahu a'lam.

Fatwa Syaikh Abdullah al-Jibrin yang ditandatanganinya

Artikel Menundukkan Jin Supaya Masuk dalam Tubuh Manusia danTidak Keluar Kecuali dengan Syarat-syarat Tertentu Adalah Perkara ygSuda diambil dari http://www.asofwah.or.id
Menundukkan Jin Supaya Masuk dalam Tubuh Manusia danTidak Keluar Kecuali dengan Syarat-syarat Tertentu Adalah Perkara ygSuda.

Apakah Anak Zina Bisa Masuk Surga ?

Kumpulan Artikel Islami

Apakah Anak Zina Bisa Masuk Surga ? Apakah Anak Zina Bisa Masuk Surga

Kategori Ath-Thiflu = Anak Muslim

Rabu, 6 April 2005 14:43:43 WIBAPAKAH ANAK ZINA BISA SAJA MASUK SURGA OlehAl-Lajnah Ad-Daimah Lil ifta.Pertanyaan.Al-Lajnah Ad-Daimah Lil ifta.ditanya : Apakah anak hasil zina dapat masuk surga jika menjadi hamba yang taat kepada Allah, atau tidak Dan apakah dia ikut menanggung dosa zina orang tuanya Jawaban.Anak hasil zina tidak ikut menanggung dosa, karena perbuatan zina dan dosa kedua orang tuanya. Sebab hal tersebut bukan perbuatannya, tetapi perbuatan kedua orang tuanya, karena itu dosanya akan ditanggung mereka berdua. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.â€Å"Artinya : Ia mendapat pahala [dari kebajikan] yang diusahakannya dan mendapat siksa [dari kejahatan] yang dikerjakannya” [Al-Baqarah : 268]Dan firmanNya.â€Å"Artinya : Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” [Al-An’am : 164]Berkaitan dengan statusnya, dia seperti halnya orang lain. Kalau taat kepada Allah, beramal shalih dan mati dalam keadaan Islam, maka mendapat surga. Sedang, jika bermaksiat dan mati dalam keadaan kafir maka dia termasuk penghuni neraka. Dan jika mencampuradukkan antara amal shalih dan amal buruk serta mati dalam keadaan Islam maka statusnya terserah kepada Allah ; bisa mendapat pengampunanNya atau dihukum di neraka terlebih dahulu sesuai dengan kehendakNya, namun tempat kembalinya adalah surga berkat karunia dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.Adapun ungkapan yang mengatakan, â€Å"Tidak dapat masuk surga anak hasil zina” maka ini adalah hadits maudhu [palsu].Hanya kepada Allah kita memohon taufikNya. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.[Fatawa Islamiyah 4/522][Disalin dari kitab Fatawa Ath-thiflul Muslim, edisi Indonesia 150 Fatwa Seputar Anak Muslim, Penyusun Yahya bin Sa’id Alu Syalwan, Penerjemah Ashim, Penerbit Griya Ilmu]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1397&bagian=0


Artikel Apakah Anak Zina Bisa Masuk Surga ? diambil dari http://www.asofwah.or.id
Apakah Anak Zina Bisa Masuk Surga ?.