Jumat, 13 Juni 2008

Wanita Mengaku Dipaksa Menikah

Kumpulan Artikel Islami

Wanita Mengaku Dipaksa Menikah

>> Pertanyaan :

Syaikh Muhammad bin Ibrahim ditanya: Seorang wanita telah menikahtujuh tahun yang lalu kemudian mengaku bahwa pernikahannya dipaksa?

>> Jawaban :

Setelah meneliti surat-surat pernikahan yang menunjukkan bahwapernikahan tersebut atas dasar sukarela dengan bukti telah berjalanselama tujuh atau delapan tahun, ini menunjukkan bahwa pernikahantersebut sah. Jika diamati dari surat-surat tadi maka wanita tersebutmenikah dengan sukarela, dan pengakuan tersebut baru terjadi beberapatahun setelah hidup lama bersama suaminya. Dan dengan adanyasurat-surat bukti di atas menunjukkan bahwa wanita tersebut menikahatas dasar sukarela. Akan tetapi jika tidak mungkin lagi disatukan,maka lebih baik keduanya mengajukan khulu dengan syarat atas dasarsukarela dari keduanya. [1]

[1] Fatawa wa Rasaail Syaikh Muhammad bin Ibrahim, 10/ 70-80.

Artikel Wanita Mengaku Dipaksa Menikah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Wanita Mengaku Dipaksa Menikah.

Meninggalkan Yang Haram Maka Keluarlah Aroma MinyakKesturi dari Badannya

Kumpulan Artikel Islami

Meninggalkan Yang Haram Maka Keluarlah Aroma MinyakKesturi dari Badannya Ada seorang pemuda yang perkerjaannya menjual kain.Setiap hari dia memikul kain-kain dagangannya dan berkeliling darirumah ke rumah. Kain dagangan pemuda ini dikenal dengan nama Faraqna oleh orang-orang. Walaupun pekerjaannya sebagai pedagang, tetapipemuda ini sa-ngat tampan dan bertubuh tegap, setiap orang yangmelihat pasti menyenanginya.

Pada suatu hari, saat dia berkeliling melewati jalan-jalan besar,gang-gang kecil dan rumah-rumah penduduk sambil berteriak menawarkandagangannya: faraqna-faraqna , tiba-tiba ada seorang wanita yangmelihatnya. Si wanita itu memanggil dan dia pun menghampirinya. Diadipersila-kan masuk ke dalam rumah. Di sini si wanita terpesonamelihat ketampanannya dan tumbuhlah rasa cinta yang begitu besar dalamhatinya. Lalu si wanita ini berkata: Aku memanggilmu tidak untukmembeli daganganmu., tetapi aku memanggilmu karena kecintaankukepadamu. Dan di rumah ini sekarang sedang kosong. Selanjutnya, siwanita ini membujuk dan merayunya agar mau berbuat 'sesuatu' dengandirinya. Pemuda itu menolak, bahkan dia mengingatkan si wanita kepadaAllah Subhanahu wa Ta'ala dan menakut-nakutinya dengan azab yang pedihdi sisiNya. Tetapi sayang, nasihat itu tidak membuahkan hasil apa-apa,bahkan sebaliknya, si wanita menjadi tambah ber-hasrat. Dan memangbiasa, orang itu senang dan penasaran dengan hal-hal yang dilarang...

Akhirnya, karena si pemuda ini tidak mau melakukan yang haram, siwanita malah mengancam, katanya: Bila engkau tidak mau menurutiperintahku, aku akan berteriak kepada semua orang dan aku akan katakankepada mereka, bahwa engkau telah masuk ke dalam rumahku dan inginmerenggut kesucianku. Dan mereka akan mempercayaiku karena engkautelah berada dalam rumahku, dan sama sekali mereka tidak akanmencurigaiku. Setelah si pemuda itu melihat betapa si wanita ituterlalu memaksanya untuk mengikuti keinginannya berbuat dosa, akhirnyadia berkata: Baiklah, tapi apakah engkau mengizinkan aku untuk kekamar mandi agar bisa membersihkan diri dulu Betapa gembiranya siwanita mendengar jawaban ini, dia mengira bahwa keinginannya sebentarlagi akan terpenuhi. Dengan penuh semangat dia menjawab: Bagaimanatidak wahai kekasih dan buah hatiku, ini adalah sebuah ide yang bagus.

Kemudian masuklah si pemuda ke kamar mandi, sementara tubuhnya gemetarkarena takut dirinya terjerumus dalam kubangan maksiat. Sebab, wanitaitu adalah perangkap syaitan dan tidak ada seorang laki-laki yangmenyendiri bersama seorang wanita kecuali syaitan akan menjadi pihakketiga. Ya Alah, apa yang harus aku perbuat. Berilah aku petunjukMu,wahai Dzat yang dapat memberi petunjuk bagi orang-orang yangkebingungan.

Tiba-tiba, timbullah ide dalam benaknya. Aku tahu benar, bahwatermasuk salah satu kelompok yang akan dinaungi oleh Allah dalamnaunganNya pada hari yang tidak ada naungan saat itu kecualinaunganNya adalah seorang laki-laki yang diajak berbuat mesum olehwanita yang mempunyai kedudukan tinggi dan wajah yang cantik, kemudiandia berkata: 'Aku takut kepada Allah.' Dan aku yakin bahwa orang yangmeninggalkan sesuatu karena takut kepadaNya, pasti akan mendapat gantiyang lebih baik... dan seringkali satu keinginan syahwat itu akanmelahirkan penyesalan seumur hidup... Apa yang akan aku dapatkan dariperbuatan maksiat ini selain Allah akan mengangkat cahaya dannikmatnya iman dari hatiku... Tidak... tidak ... Aku tidak akanmengerjakan perbuatan yang haram... Tetapi, apa yang harus akukerjakan. Apakah aku harus melemparkan diri dari jendela ini Tidakbisa, jendela itu tertutup rapat dan sulit dibuka. Kalau begitu, akuakan mengolesi tubuhku dengan kotoran-kotoran yang ada di WC ini,dengan harapan, bila nanti dia melihatku dalam keadaan begini, diaakan jijik dan akan membiarkanku pergi.

Ternyata memang benar, ide yang terakhir ini yang dia jalankan. Diamulai mengolesi tubuhnya dengan kotoran-kotoran yang ada di situ.Memang menjijikkan. Setelah itu dia menangis dan berkata: Ya Rabbi,hai Tuhanku, perasaan takutku kepadaMu itulah yang mendorongkumelakukan hal ini. Oleh karena itu, karuniakan untukku 'kebaikan'sebagai gantinya. Kemudian dia keluar dari kamar mandi, tatkalamelihatnya dalam keadaan demikian, si wanita itu berteriak: Keluarkau, hai orang gila! Dia pun cepat-cepat keluar dengan perasaan takutdiketahui orang-orang, jika mereka tahu, pasti akan berkomentarmacam-macam tentang dirinya. Dia mengambil barang-barang dagangannyakemudian pergi berlalu, sementara orang-orang yang di jalan tertawamelihatnya. Akhirnya dia tiba di rumahnya, di situ dia bernafas lega.Lalu menanggalkan pakaiannya, masuk kamar mandi dan mandi membersihkantubuhnya dengan sebersih-bersihnya.

Kemudian apa yang terjadi Adakah Allah akan membiarkan hamba danwaliNya begitu saja Tidak... Ternyata, ketika dia keluar dari kamarmandi, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan untuknya sebuah karuniayang besar, yang tetap melekat di tubuhnya sampai dia meninggal dunia,bahkan sampai setelah dia meninggal. Allah telah memberikan untuknyaaroma yang harum semerbak yang tercium dari tubuhnya. Semua orangdapat mencium aroma tersebut dari jarak beberapa meter. Sampaiakhirnya dia mendapat julukan al-miski [yang harum seperti kasturi].Subhanallah, memang benar, Allah telah memberikan untuknya sebagaiganti dari bau kotoran yang dapat hilang dalam sekejap dengan aromawangi yang dapat tercium sepanjang masa. Ketika pemuda ini meninggaldan dikuburkan, mereka tulis di atas kuburannya Ini kuburan Al-Misky ,dan banyak orang yang menziarahinya.

Demikianlah, Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan membiarkan hambaNyayang shalih begitu saja, tapi Allah Subhanahu wa Ta'ala akan selalumembelanya, Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membela orang-orangyang beriman, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam haditsQudsiNya:Bila dia [hamba] memohon kepadaKu, pasti akan Aku beri. Manaorang-orang yang ingin memohon!

Pembaca yang budiman!Setiap sesuatu yang engkau tinggalkan, pasti ada ganti-nya. Begitupula larangan yang datang dari Allah, bila engkau tinggalkan, akan adaganjaran sebagai pengganti-nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan ganti yang besar untuksebuah pengorbanan yang kecil. Allahu Akbar.

Manakah orang-orang yang mau meninggalkan maksiat dan taat kepadaAllah sehingga mereka berhak mendapatkan ganti yang besar untukpengorbanan kecil yang mereka berikan

Tidakkah mereka mau menyambut seruan Allah, seruan Rasulullah danseruan fitrah yang suci!

Artikel Meninggalkan Yang Haram Maka Keluarlah Aroma MinyakKesturi dari Badannya diambil dari http://www.asofwah.or.id
Meninggalkan Yang Haram Maka Keluarlah Aroma MinyakKesturi dari Badannya.

Hijrah Di Jalan Allah

Kumpulan Artikel Islami

Hijrah Di Jalan Allah Hijrah Di Jalan Allah

Kategori Mafatiihur Rizq

Rabu, 29 September 2004 17:45:37 WIBHIJRAH DI JALAN ALLAHOlehSyaikh Dr Fadhl IlahiAllah Azza wa Jalla menjadikan hijrah di jalan Allah sebagai kunci di antara kunci-kunci rizki. Saya akan membicarakan masalah ini –dengan memohon taufik Allah- melalui dua point berikut ini.Pertama, Makna Hijrah Di Jalan Allah Ta’ala.Kedua, Dalil Syar’i Bahwa Hijrah Di Jalan Allah Termasuk Kunci Rizki.Pertama, Makna Hijrah Di Jalan Allah Ta’ala‘Al-Muhajarah’ [Hijrah] sebagaimana dikatakan oleh Imam Ar-Raghib Al-Asfahani [1] adalah keluar dari negeri kafir kepada negeri iman, sebagaimana para sahabat yang berhijrah dari Makkah ke Madinah.Dan hijrah di jalan Allah itu, sebagaimana dikatakan oleh Sayid Muhammad Rasyid Ridha [Lihat Tafsirul Manar 5/359] harus dengan sebenar-benarnya. Artinya, maksud orang yang berhijrah dari negerinya itu adalah untuk mendapatkan ridha Allah dengan menegakkan agamaNya yang ia merupakan kewajiban baginya, dan merupakan sesuatu yang dicintai Allah, juga untuk menolong saudara-saudaranya yang beriman dari permusuhan orang-orang kafir.Kedua, Dalil Syar'i Bahwa Hijrah Di Jalan Allah Termasuk Kunci Rizki.Diantara dalil yang menunjukkan bahwa berhijrah di jalan Allah termasuk kunci rizki adalah firman Allah."Artinya : Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak" [An-Nisaa : 100]Dalam ayat yang mulia ini, Allah menjanjikan bahwa orang yang berhijrah di jalan Allah akan mendapati dua hal : Pertama 'muraagama katsiiran", Kedua 'sa'atan'Yang dimaksud 'muragamaa' sebagaimana dikatakan oleh Imam Ar-Razi adalah, barangsiapa berhijrah di jalan Allah ke negeri lain, niscaya akan mendapat di negerinya yang baru itu kabaikan dan kenikmatan yang menjadi sebab kehinaan dan kekecewaan para musuhnya yang berada di negeri asalnya. Sebab orang yang memisahkan diri dan pergi ke negeri asing, sehingga mendapatkan ketentraman di sana, lalu berita itu sampai kepada negeri asalnya, niscya penduduk asli negeri itu akan malu atas buruknya mu'amalah [perlakuan] yang mereka berikan, sehinga dengan demikian mereka merasa hina. [2]Sedangkan yang dimaksud, 'sa'atan' [keluasan], yaitu keluasan rizki. Inilah yang dikatakan oleh Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'anhu dalam menafsirkan ayat ini. Juga dikatakan oleh Ar-Rabi', Adh-Dhahhak [3], Atha [4] dan mayoritas ulama [5]Qatadah berkata : "Maknanya, keluasan dari kesesatan kepada petunjuk dan dari kemiskinan kepada banyaknya kekayaan" [Tafsir Al-Qurthubi, 5/348. Lihat pula, Tafsir Ibni Katsir 1/597]Imam Malik berkata : "Keluasan yang dimaksud adalah keluasan negeri" [Tafsir Al-Qurthubi, 5/348. Lihat pula, Ruhul Ma'ani 5/127]Mengomentari ketiga pendapat diatas, Imam Al-Qurthubi mengatakan : "Pendapat Imam Malik lebih dekat pada kefasihan ungkapan bahasa Arab. Sebab keluasan negeri dan banyaknya bangunan menunjukkan keluasan rizki. Juga menunjukkan kelapangan dada yang siap menanggung kesedihan dan pikiran serta hal-hal lain yang menunjukkan kemudahan" [Tafsir Al-Qurthubi 5/348]Pendapat mana saja yang kita ambil dari ketiga pendapat di atas, yang jelas semuanya menunjukkan bahwa orang yang berhijrah di jalan Allah akan mendapatkan janji dari Allah merupakan keluasan rizki, baik dengan ungkapan langsung maupun secara tidak langsung.Dan sungguh janji Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Menentukan adalah suatu janji yang haq serta tidak pernah luput. Dan siapakah yang lebih menetapi janjinya daripada Allah Sungguh dunia telah dan sampai sekarang masih menyaksikan kebenaran janji ini. Dan saya kira, orang yang mengetahui sedikit tentang sejarah Islam pun sudah tahu akan peristiwa hijrahnya para Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ke Madinah.Ketika para sahabat meninggalkan rumah-rumah, harta benda dan kekayaan mereka untuk hijrah di jalan Allah Ta'ala, Allah serta merta mengganti semuanya, Allah memberikan kepada mereka kunci-kunci negeri Syam, Persia dan Yaman. Allah berikan kepada mereka kekuasaan atas istana-istana negeri Syam yang merah, juga istana Mada'in yang putih. Kepada mereka juga dibukakan pintu-pintu Shan'a, serta ditundukkan untuk mereka berbagai simpanan kekayaan Kaisar dan Kisra.Imam Ar-Razi menjelaskan kesimpulan tafsir ayat yang mulia ini berkata : "Walhasil, seakan-akan dikatakan, 'Wahai manusia ! Jika kamu membenci hiijrah dan tanah airmu hanya karena takut mendapatkan kesusahan dan ujian dalam perjalananmu, maka sekali-kali jangan takut ! Karena sesungguhnya Allah Ta'ala akan memberimu berbagai nikmat yang agung dan pahala yang besar dalam hijrahmu. Hal yang kemudian menyebabkan kehinaan musuh-musuhmu dan menjadi sebab bagi kelapangan hidupmu" [At-Tafsirul Kabir 11/15][Disalin dari buku Mafatiihur Rizq fi Dhau’il Kitab was Sunnah, edisi Indonesia Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah hal 75-78, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. Darul Haq]_________Foote Note[1] Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an, dari asal kata hajaro, hal. 537. Lihat pula, Tahriru Alfadhit Tanbih, hal. 313 dan Kitab At-Ta'rifat, hal. 277[2] At-tafsirul Kabir, 11/15. Lihat pula Tafsir Al-Qasimi, 5/407, Tafsir At-Tahrir wa Tanwir 5/180 di mana di dalamnya disebutkan, "Ia akan mendapatkan tempat yang dengannya akan merasa hina orang yang menghinakannya. Dengan kata lain, ia bisa menang atas kaummnya karena bebas merdeka dari mereka, sebagaimana ia bebas dari pemaksaan mereka untuk menjadi orang kafir"[3] Lihat Al-Muharrar Al-Wajiz 4/228, Zadul Masir 2/179, Tafsir Al-Qurthubi 5/348[4] Lihat Fathul Qadir 1/764[5] Lihat Zadul Masir 2/179 Ruhul Ma'ani 5/127, Tafsir Al-Manar 5/359, Aisarut Tafasir 1/445]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1053&bagian=0


Artikel Hijrah Di Jalan Allah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Hijrah Di Jalan Allah.

Balasan Kejujuran dan Amanah

Kumpulan Artikel Islami

Balasan Kejujuran dan Amanah Setiap muslim diperintahkan untuk berlaku amanahdan memiliki akhlak yang baik serta sifat yang terpuji. Barang-siapayang melakukan sifat-sifat tersebut, niscaya ia diberi balasan yangbaik, di dunia maupun di akhirat. Barangsiapa yang meninggalkankhianat dan menipu karena Allah dengan segenap kejujuran dankeikhlasan, niscaya Allah mengganti hal tersebut dengan kebaikan yangbanyak Abu Hurairah radhiallahu 'anhu meriwayatkan, Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:Ada seorang laki-laki yang membeli tanah perkebunan dari orang lain.Tiba-tiba orang yang membeli tanah perkebunan tersebut menemukansebuah guci yang di dalamnya terdapat emas. Maka ia berkata kepadapenjualnya, 'Ambillah emasmu dariku, sebab aku hanya membeli tanahperkebunan, tidak membeli emas!' Orang yang memiliki tanah itu punmenjawab, 'Aku menjual tanah itu berikut apa yang ada di dalamnya'.Lalu keduanya meminta keputusan hukum kepada orang lain. Orang ituberkata,'Apakah kalian berdua memiliki anak' Salah seorang darimereka berkata, 'Aku memiliki seorang anak laki-laki'. Yang lainberkata, 'Aku memiliki seorang puteri'. Orang itu lalu berkata, 'Nikahkanlahanak laki-laki[mu] dengan puteri[nya] dan nafkahkanlah kepada keduanyadari emas itu dan bersedekahlah kalian dari padanya!'. [HR. Al-Bukharidalam Akhbar Bani Israil, dan Muslim].

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu dari Rasulullah shallallahu 'alaihiwa sallam bersabda bahwasanya beliau menyebutkan seorang laki-lakidari Bani Israil yang meminta orang Bani Israil lainnya agarmemberinya hutang sebesar 1000 dinar. Lalu orang yang menghutanginyaberkata, 'Datangkanlah beberapa saksi agar mereka menyaksikan [hutangmuini]'. Ia menjawab, 'Cukuplah Allah sebagai saksi bagiku!' Orang ituberkata, 'Datangkanlah seseorang yang menjamin[mu]!' Ia menjawab, 'CukuplahAllah yang menjaminku!' Orang yang akan menghutanginya pun laluberkata, 'Engkau benar!' Maka uang itu diberikan kepadanya [untukdibayar] pada waktu yang telah ditentukan.

[Setelah lama] orang yang berhutang itu pun pergi berlayar untuk suatukeperluannya. Lalu ia mencari kapal yang bisa mengantarnya karenahutangnya telah jatuh tempo, tetapi ia tidak mendapatkan kapaltersebut. Maka ia pun mengambil kayu yang kemudian ia lubangi, dandimasukkannya uang 1000 dinar di dalamnya berikut surat kepadapemiliknya. Lalu ia meratakan dan memperbaiki letaknya. Selanjutnya iamenuju ke laut seraya berkata, 'Ya Allah, sungguh Engkau telahmengetahui bahwa aku meminjam uang kepada si fulan sebanyak 1000 dinar.Ia memintaku seorang penjamin, maka aku katakan cukuplah Allah sebagaipenjamin, dan ia pun rela dengannya.

Ia juga meminta kepadaku saksi, maka aku katakan, cukuplah Allahsebagai saksi, dan ia pun rela dengannya. Sungguh aku telah berusahakeras untuk mendapatkan kapal untuk mengirimkan kepadanya uang yangtelah diberikannya kepadaku, tetapi aku tidak mendapatkan kapal itu.Karena itu, aku titipkan ia kepadaMu'. Lalu ia melemparnya ke lautsehingga terapung-apung, lalu ia pulang.

Adapun orang yang memberi hutang itu, maka ia mencari kapal yangdatang ke negerinya. Maka ia pun keluar rumah untuk melihat-lihatbarangkali ada kapal yang membawa titipan uangnya. Tetapi tiba-tiba iamenemukan kayu yang di dalamnya terdapat uang. Ia lalu mengambilnyasebagai kayu bakar untuk isterinya. Namun, ketika ia membelah kayutersebut, ia mendapatkan uang berikut sepucuk surat. Setelah itu,datanglah orang yang berhutang kepadanya. Ia membawa uang 1000 dinarseraya berkata, 'Demi Allah, aku terus berusaha untuk mendapatkankapal agar bisa sampai kepadamu dengan uangmu, tetapi aku sama sekalitidak mendapatkan kapal sebelum yang aku tumpangi sekarang!'.

Orang yang menghutanginya berkata, 'Bukankah engkau telah mengirimkanuang itu dengan sesuatu' Ia menjawab, 'Bukankah aku telah beritahukankepadamu bahwa aku tidak mendapatkan kapal sebelum yang aku tumpangisekarang' Orang yang menghutanginya mengabarkan, 'Sesungguhnya Allahtelah menunaikan apa yang engkau kirimkan kepadaku melalui kayu.Karena itu bawalah uang 1000 dinarmu kembali dengan beruntung!'

[HR. Al-Bukhari, 4/469, Kitabul Kafalah , dan Ahmad].

Artikel Balasan Kejujuran dan Amanah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Balasan Kejujuran dan Amanah.