Sabtu, 31 Mei 2008

Banyak Pembunuhan

Kumpulan Artikel Islami

Banyak Pembunuhan Banyak Pembunuhan

Kategori Hadits

Sabtu, 21 Mei 2005 13:23:08 WIBBANYAK PEMBUNUHANOlehYusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-WabilMUKADIMAHArtikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro [kecil] ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman kepada Allah Ta'ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.________________________________Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.â€Å"Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga banyak huru-hara [kerusuhan]. Para sahabat bertanya : Apakah huru hara atau kerusuhan itu, wahai Rasulullah . Beliau menjawab : Pembunuhan, pembunuhan” [Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyroth As-Sa’ah 18 : 13]Dan diriwayatkan oleh Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud.â€Å"Artinya : Menjelang datangnya hari kiamat akan ada hari-hari yang penuh kerusakan, yang pada waktu itu ilmu [tentang Ad-Din] hilang dan kebodohan merajalela”. Abu Musa berkata. Yang dimaksud dengan Al-Haraj [kerusuhan atau huru hara] ialah pembunuhan, menurut bahasa Habasyah” [Shahih Bukhari, Kitab Al-Fitan, Bab Zhuhuril Fitan 13 : 14]Diriwayatkan dari Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.â€Å"Artinya : Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat akan terjadi kerusuhan. Para sahabat bertanya. Kerusuhan apakah itu, wahai Rasulullah . Beliau menjawab, Pembunuhan. Mereka bertanya : Apakah lebih banyak dari pada pembunuhan yang kami lakukan . Sesungguhnya kami pernah membunuh tujuh puluh ribu orang lebih dalam setahun. Beliau menjawab : Bukan kamu membunuh kaum musyrikin, tetapi yang akan terjadi itu ialah sebagian kamu akan membunuh sebagian yang lain [sesama kaum muslimin]. Mereka berkata : Kami kan punya akal pada waktu itu. Beliau bersabda : Kebanyakan manusia pada waktu itu hilang pertimbangan akalnya dan digantikan oleh manusia-manusia debu yang kebanyakan mereka mengira berpegang pada kebenaran, padahal tidak sama sekali” [Musnad Imam Ahmad 4 : 414 dengan catatan pinggir Muntakhab Kanzul ‘Ummal. Sunan Ibnu Majah, Kitab Al-Fitan, Bab At-Tatsabbut Fil Fitnah 2 : 1309, hadits nomor 3959. Syarh As-Sunnah, Bab Asyroth As-Sa’ah 5 : 28-29, hadits nomor 4234. Dan hadits ini adalah shahih. Periksa : Shahih Al-Jami’ush Shagir 2 : 193, nomor 2043]Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, katanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.â€Å"Artinya : Demi Allah yang diriku di tanganNya, tidaklah dunia ini akan lenyap sehingga datang pada manusia suatu hari [saat] yang seorang pembunuh tidak mengerti mengapa ia membunuh, dan yang dibunuh juga tidak mengerti mengapa dia membunuh. Lalu ditanyakan kepada Rasulullah. Bagaimana hal itu bisa terjadi . Beliau menjawab : Hura-hara, si pembunuh dan terbunuh keduanya masuk neraka” [Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrot Sa’ah 18 : 35]Apa yang disinyalir Rasulullah dalam hadits-hadits di atas, sebagiannya telah terjadi. Maka telah terjadi peperangan di antara kaum muslimin sejak zaman sahabat Radhiyallahu ‘anhum, yaitu setelah terbunuhnya Utsman Radhiyallahu ‘anhu. Kemudian terjadilah peperangan di berbagai tempat dan dalam waktu yang berbeda-beda, dengan tidak diketahui secara jelas sebab-sebabnya serta dapat dibenarkan.Dan pada abad-abad belakangan ini juga banyak terjadi peperangan sengit antar bangsa yang satu dengan bangsa yang lain yang menelan banyak korban, dan fitnahpun sedemikian menjalar sehingga seseorang tidak mengerti apa yang mendorong membunuh orang lain.Demikian pula dengan senjata-senjata pemusnah yang dapat digunakan untuk menghancurkan bangsa-bangsa di dunia. Senjata-senjata tersebut memiliki peranan penting untuk memperbanyak jumlah pembunuhan manusia, sehingga manusia tidak ada nilainya lagi. Mereka disembelih seperti menyembelih kambing. Hal ini terjadi karena akal manusia sudah tidak waras dan berpikirnya sudah melenceng. Maka ketika telah terjadi fitnah, manusia tidak tahu mengapa ia membunuh dan untuk apa ia membunuh orang lain. Bahkan kita juga sering melihat orang yang membunuh orang lain karena urusan sepele. Maka tepatlah apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamâ€Å"Artinya : Sungguh akan dicabut akal kebanyakan manusia pada masa itu”Kita memohon keselamatan kepada Allah dan memohon perlindungan kepadaNya dari semua fitnah, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.Tersebut dalam suatu riwayat bahwa umat Islam ini adalah umat marhumah [umat yang diberi rahmat/dikasihi]. Untung yang tidak akan disiksa [dengan adzab yang kekal] di akhirat. Allah hanya menyiksa mereka di dunia dengan berbagai fitnah, gempa bumi dan pembunuhan.Diriwayatkan dari Shidqah bin Al-Mutsanna [katanya] : Telah menceritakan kepada kami Rabah bin Al-Harits dari Abu Burdah, ia berkata : Ketika saya sedang berdiri di pasar pada masa pemerintahan Ziyad, tiba-tiba saya memukulkan salah satu tangan saya yang satunya lagi karena merasa heran. Lalu salah seorang laki-laki dari kalangan Anshar yang ayahnya masih punya hubungan persahabatan dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya : â€Å" Apakah yang engkau herankan, wahai Abu Burdah ”. Saya menjawab, â€Å"Saya heran terhadap kaum yang agamanya satu, nabinya satu, dakwah [seruan]nya satu, hujjahnya satu, berperang karena tujuan yang satu, tetapi mereka saling membunuh antara sebagian terhadap sebagian yang lain”. Dia berkata : â€Å"Jangan engkau heran karena saya mendengar ayah saya memberitahukan bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa asallam bersabda.â€Å"Artinya : Sesungguhnya umatku ini adalah umat yang dikasihi, tidak ada hisab dan adzab bagi mereka di akhirat, sesungguhnya adzabnya berupa pembunuhan, gempa bumi, dan berbagai fitnah [di dunia]” [Mustadrak Al-Hakim 4 : 253-254 Beliau berkata : Shahih isnadnya, tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Perkataan Hakim ini disetujui oleh Adz-Dzahabi. Dan hadits ini adalah shahih, Vide : Silsilatul Ahaditsish Shahihah 2 : 684-686]Dan di dalam riwayat Abu Musa disebutkan.â€Å"Artinya : Sesungguhnya umatku ini adalah umat yang dikasihi, mereka tidak ditimpa adzab di akhirat, adzabnya adalah di dunia yang berupa pembunuhan, kegelisahan, kegoncangan, dan gempa bumi” [Musnad Imam Ahmad 4 : 410 dengan catatan pinggir Muntakhab Janjul Ummal. Hadits ini Shahih. Periksa : Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir 2 : 104, hadits nomor 1734 dan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah 2 : 684, hadits nomor 959][Disalin dari buku Asyratus Sa'ah. Fasal Tanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, terbitan Pustaka Mantiq, penerjemah Drs As'ad Yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1438&bagian=0


Artikel Banyak Pembunuhan diambil dari http://www.asofwah.or.id
Banyak Pembunuhan.

Jumat, 30 Mei 2008

Aku Tidak Pernah Melakukannya!

Kumpulan Artikel Islami

Aku Tidak Pernah Melakukannya! Abu ‘Imrân al-Jûny berkata,

“Ada seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil yang menghalalkansegala cara, tidak mau tunduk terhadap larangan agama. Suatu ketika,ada sebuah keluarga Bani Israil yang berusaha mengirimkan seorangwanita mereka kepadanya untuk menagih sesuatu, namun orang itu berkatakepadanya [wanita tersebut],

‘Tidak akan aku berikan kecuali bila kamu mau merelakan dirimu padaku.’

Lalu wanita itu pergi keluar, kemudian keluarganya berusaha lagi.Akhirnya, wanita itu kembali lagi kepadanya, sembari berkata, ‘Tolongberikan barang tersebut kepada kami.’

Orang itu menjawab, ‘Tidak akan aku berikan kecuali kamu mau merelakandirimu padaku.’

Lantas wanita itu pulang namun keluarganya berusaha lagi lalumengutusnya kembali. Dan ketika wanita itu datang, dia kembalimengatakan hal yang sama kepadanya. Maka, wanita itu berkata kepadanya,‘Terserah kamu!’

Dan tatkala orang itu sudah berduaan dengannya, tiba-tiba wanita itumeronta-ronta seperti orang yang kemasukan setan. Lalu dia berkatakepadanya, ‘Ada apa denganmu.’

‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam ini. Aku belumpernah sekalipun melakukan perbuatan ini!’ jawab wanita itu.

‘Kamu saja takut kepada Allah dan tidak mau melakukannya sementara akumelakukannya’ Aku berjanji kepada Allah tidak akan kembalimelakukan perbuatan-perbuatan yang pernah aku lakukan dahulu.’

Lalu Allah mewahyukan kepada salah seorang Nabi Bani Israil bahwa sifulan sudah masuk dalam daftar catatan Ahli Jannah [Surga].”

[SUMBER: al-Maw’id:Jannât an-Na’îm karya Ibrahim bin ‘Abdullahal-Hâzimy, hal.92]

Artikel Aku Tidak Pernah Melakukannya! diambil dari http://www.asofwah.or.id
Aku Tidak Pernah Melakukannya!.

Mengenal Allah Azza Wa Jalla

Kumpulan Artikel Islami

Mengenal Allah Azza Wa Jalla Mengenal Allah Azza Wa Jalla

Kategori Mabhats

Jumat, 12 Maret 2004 22:07:24 WIBTIGA LANDASAN UTAMAOlehSyaikh Muhammad bin Abdul WahabBagian Kedua dari Empat Tulisan [2/4]MENGENAL ALLAH 'AZZA WA JALLAApabila Anda ditanya : Siapakah Tuhanmu Maka katakanlah : tuhanku adalah Allah, yang memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala ni'mat yang dikaruniakan-Nya. Dan dialah sembahanku, tiada sesembahan yang haq selain Dia.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Artinya : Segala puji hanya milik Allah Tuhan Pemelihara semesta alam". [Al-Faatihah : 1]Semua yang ada selain Allah disebut alam, dan aku adalah salah satu dari semesta alam ini.Selanjutnya jika Anda ditanya : Melalui apa Anda mengenal Tuhan Maka hendaklah Anda jawab : Melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : malam, siang, matahari dan bulan. Sedang di antara ciptaan-Nya ialah : tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala mahluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya.Firman Allah Ta'ala."Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah [pula kamu bersujud] kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu benar-benar hanya kepada-Nya beribadah" [Fushshilat : 37]Dan firman-Nya :"Artinya : Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, senantiasa mengikutinya dengan cepat. Dan Dia [ciptakan pula] matahari dan bulan serta bintang-bintang [semuanya] tunduk kepada perintah-Nya. Ketahuilah hanya hak Allah mencipta dan memerintah itu. Maha Suci Allah Tuhan semesta alam". [Al-A'raaf : 54]Tuhan inilah yang haq disembah. Dalilnya, firman Allah Ta'ala :"Artinya : Wahai manusia ! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, [Tuhan] yang telah menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, serta menurunkan air [hujan] dari langit, lalu dengan air itu Dia menghasilkan segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui". [Al-Baqarah : 22]Ibnu Katsir [1] Rahimahullah Ta'ala, mengatakan :"Hanya Pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak disembah dengan segala macam ibadah".[Lihat Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, [Cairo, Maktabah Dar At-Turats, 1400H] jilid. 1 hal. 57.]Dan macam-macam ibadah yang diperintah Allah itu, antara lain : Islam [Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji], Iman, Ihsan, Do'a, Khauf [takut], Raja' [pengharapan], Tawakkal, Raghbah [penuh minat], Rahbah [cemas], Khusyu' [tunduk], Khasyyah [takut], Inabah [kembali kepada Allah], Isti'anah [memohon pertolongan], Isti'adzah [meminta perlindungan], Istighatsah [meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan], Dzabh [penyembelihan] Nadzar dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan olehAllah.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Artinya : Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, karena itu janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya di samping [menyembah] Allah". [Al-Jinn : 18]Karena itu barangsiapa yang menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain Allah, maka dia adalah musyrik dan kafir. Firman Allah Ta'ala :"Artinya : Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang lain di samping [menyembah] Allah, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada tuhannya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu". [Al-Mu'minuun :117]Dalil-dalil macam Ibadah :[1]. Dalil Do'a.Firman Allah Ta'ala :"Artinya : Dan Tuhanmu berfirman : Berdo'alah kamu kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina-dina". [Ghaafir : 60]Dan diriwayatkan dalam hadits :"Artinya : Do'a itu adalah sari ibadah" [2].[2]. Dalil Khauf [Takut].Firman Allah Ta'ala :"Artinya : Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang yang beriman". [Ali 'imran : 175][3]. Dalil Raja' [Pengharapan].Firman AllahTa'ala."Artinya : Untuk itu barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhanya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya". [Al-Kahfi : 110][4]. Dalil Tawakkal [Berserah Diri].Firman Allah Ta'ala :"Artinya : Dan hanya kepada Allah-lah supaya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman". [Al-Maa'idah : 23]"Artinya : Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Dia-lah yang akan mencukupinya". [Ath-Thalaaq : 3][5]. Dalil Raghbah [Penuh Minat], Rahbah [Cemas] dan Khusyu' [Tunduk].Firman Allah Ta'ala."Artinya : Sesungguhnya mereka itu senantiasa berlomba-lomba dalam [mengerjakan] kebaikan-kebaikan serta mereka berdo'a kepada Kami dengan penuh minat [kepada rahmat Kami] dan cemas [akan siksa Kami], sedang mereka itu selalu tunduk hanya kepada Kami". [Al-Anbiyaa : 90][6]. Dalil Khasy-yah [Takut].Firman Allah Ta'ala."Artinya : Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku". [Al-Baqarah : 150][7]. Dalil Inabah [Kembali Kepada Allah].Firman Allah Ta'ala."Artinya : Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu serta berserah dirilah kepada-Nya [dengan mentaati perintah-Nya], sebelum datang adzab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat tertolong [lagi]". [Az-Zumar : 54][8]. Dalil Isti'anah [Memohon Pertolongan].Firman Allah Ta'ala."Artinya : Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan". [Al-Faatihah : 4]Dan diriwayatkan dalam hadits."Artinya : Apabila kamu memohon pertolongan, maka memohonlah pertolongan kepada Allah". [3][9]. Dalil Isti'adzah [Meminta Perlindungan].Firman Allah Ta'ala."Artinya : Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan yang Menguasai subuh". [Al-Falaq : 1]Dan firman-Nya :"Artinya : Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Penguasa manusia". [An-Naas : 1-2][10]. Dalil Istighatsah [Meminta Pertolongan Untuk Dimenangkan Atau Diselamatkan].Firman Allah Ta'ala."Artinya : [Ingatlah] tatkala kamu meminta pertolongan kepada Tuhanmu untuk dimenangkan [atas kaum musyrikin], lalu diperkenankan-Nya bagimu". [Al-Anfaal : 9][11]. Dalil Dzabh [Penyembelihan].Firman Allah Ta'ala."Artinya : Katakanlah. Sesungguhnya shalatkku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam, tiada sesuatu-pun sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri [kepada-Nya]". [Al-An'am : 162-163]Dalil dari Sunnah."Artinya : Allah melaknat orang yang menyembelih [binatang] bukan karena Allah". [4][12]. Dalil Nadzar.Firman Allah Ta'ala."Artinya : Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang siksanya merata di mana-mana". [Al-Insaan : 7][Disalin dari buku Tiga Landasan Utama, Oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab hal 10-17 Kemetrian Urusan Islam, Waqaf, Da'wah dan Penyuluhan Urusan Penerbitan dan Penyebaran Kerajaan Arab Saudi]________Fote Note.[1] Abu Al-Fidaa : Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasy Ad-Dimasyqi [701-774H - 1302-1373M]. Seorang ahli ilmu hadits, tafsir, fiqh dan sejarah. Diantara karyanya : Tafsir Al-Qur'aan Al-Azhim, Thabaqat Al-Fuqahaa Asy Syafiiyyun, Al-Bidayah wa An-Nihayah [sejarah], Ikhtishaar 'Uluum Al-Hadits, Syarh Shahih Al-Bukhari [belum sempat dirampungkannya].[2]. [Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jaami' Ash-Shahiih, kitab Ad-Da'waat, bab 1. "Maksud hadits ini adalah bahwa segala macam ibadah, baik yang umum maupun yang khusus, yang dilakukan seorang mu'min, seperti mencari nafkah yang halal untuk keluarga, menyantuni anak yatim dll, semestinya diiringi dengan permohonan ridha Allah dan pengharapan balasan ukhrawi. Oleh karena itu Do'a [permohonan dan pengharapan tersebut] disebut oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai sari atau otak ibadah, karena senantiasa harus mengiringi gerak ibadah"][3]. Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jaami' 'Ash-Shahiih, kitab Shifaat Al-Qiyaamah wa Ar-Raqa'iq wa Al-Wara : bab 59 dan riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad. Beirut Al-maktab Al-Islami 1403H jilid 1 hal. 293, 303, 307[4]. Hadits Riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al-Adhaahi, bab 8 dan riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad, jilid 1, hal. 108, 118 dan 152

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=459&bagian=0


Artikel Mengenal Allah Azza Wa Jalla diambil dari http://www.asofwah.or.id
Mengenal Allah Azza Wa Jalla.

Hukum Memanjangkan Pakaian Karena Sombong Dan Tidak Sombong

Kumpulan Artikel Islami

Hukum Memanjangkan Pakaian Karena Sombong Dan Tidak Sombong Hukum Memanjangkan Pakaian Karena Sombong Dan Tidak Sombong

Kategori Ahkam

Jumat, 9 April 2004 08:37:11 WIBHUKUM ISBAL [MENURUNKAN PAKAIAN DIBAWAH MATA KAKI]OlehSyaikh Abdullah Bin Jarullah Al-JarullahBagian Keempat dari Tujuh Tulisan [4/7]HUKUM MEMANJANGKAN PAKAIAN KARENA SOMBONG DAN TIDAK SOMBONGPertanyaan.Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz ditanya : Apakah hukumnya memanjangkan pakaian jika dilakukan karena sombong atau karena tidak sombong. Dan apa hukum jika seseorang terpaksa melakukannya, apakah karena paksaan keluarga atau karena dia kecil atau karena sudah menjadi kebiasaan [Muhammad A.I Kota Qasim]Jawaban.Hukumnya haram bagi pria berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :"Artinya : Apa yang di bawah kedua mata kaki berupa sarung maka tempatnya di Neraka " [Hadits Riwayat Bukhari dalam sahihnya]Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:"Ada tiga golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah di hari Kiamat, tidak dilihat dan tidak disucikan [dari dosa] serta mendapatkan azab yang sangat pedih, yaitu pelaku Isbal [musbil], pengungkit pemberian dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu."Kedua hadist ini dan yang semakna dengannya mencakup orang yang menurunkan pakaiannya [isbal] karena sombong atau dengan sebab lain. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan dengan bentuk umum tanpa mengkhususkan . Kalau melakukan Isbal karena sombong, maka dosanya lebih besar dan ancamannya lebih keras, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.â€Å"Siapa yang menyeret pakiannya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]Tidak boleh menganggap bahwa larangan melakukan Isbal itu hanya karena sombong saja, karena Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberikan pengecualian hal itu dalam kedua hadist yang telah kita sebutkan tadi, sebagaiman juga beliau tidak memberikan pengecualian dalam hadist yang lain, Rasul bersabda :"Jauhilah olehmu Isbal, karena ia termasuk perbuaan yang sombong" [Hadits Riwayat Abu Daud, Turmudzi dengan sanad yang shahih]Beliau menjadikan semua perbuatan Isbal termasuk kesombongan karena secara umum perbuatan itu tidak dilakukan kecuali memang demikian. Siapa yang melakukannya tanpa diiringi rasa sombong maka perbuatannya bisa menjadi perantara menuju kesana. Dan perantara dihukumi sama dengan tujuan, dan semua perbuatan itu adalah perbuatan berlebihan-lebihan dan mengancam terkena najis dan kotoran.Oleh karena itu Umar Ibnu Khaththab melihat seorang pemuda berjalan dalam keadaan pakaiannya menyeret di tanah, ia berkata kepadanya : "Angkatlah pakaianmu, karena hal itu adalah sikap yang lebih taqwa kepada Rabbmu dan lebih suci bagi pakaianmu [Riwayat Bukhari lihat juga dalam al Muntaqa min Akhbaril Musthafa 2/451 ]Adapun Ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Bakar As Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu ketika dia [Abu Bakar] berkata : Wahai Rasulullah, sarungku sering melorot [lepas ke bawah] kecuali aku benar-benar menjaganya. Maka beliau bersabda :"Engkau tidak termasuk golongan orang yang melakukan itu karena sombong." [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]Yang dimaksudkan oleh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa orang yang benar-benar menjaga pakaiannya bila melorot kemudian menaikkannya kembali tidak termasuk golongan orang yang menyeret pakaiannya karena sombong. Karena dia [yang benar-benar menjaga ] tidak melakukan Isbal. Tapi pakaian itu melorot [turun tanpa sengaja] kemudian dinaikkannya kembali dan menjaganya benar-benar. Tidak diragukan lagi ini adalah perbuatan yang dimaafkan.Adapun orang yang menurunkannya dengan sengaja, apakah dalam bentuk celana atau sarung atau gamis, maka ini termasuk dalam golongan orang yang mendapat ancaman, bukan yang mendapatkan kemaafan ketika pakaiannya turun. Karena hadits-hadits shahih yang melarang melakukan Isbal besifat umum dari segi teks, makna dan maksud.Maka wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati terhadap Isbal. Dan hendaknya dia takut kepada Allah ketika melakukannya. Dan janganlah dia menurunkan pakaiannya di bawah mata kaki dengan mengamalkan hadits-hadits yang shahih ini. Dan hendaknya juga itu dilakukan karena takut kepada kemurkaan Alllah dan hukuman-Nya. Dan Allah adalah sebaik-baik pemberi taufiq. [Fatwa Syaikh Abdul Aziz Ibn Abdullah Ibn Bazz dinukil dari Majalah Ad Da'wah hal 218][Disalin dari kitab Tadzkiirusy Syabaab Bimaa Jaa’a Fii Isbaalis Siyab, edisi Indonesia Hukum Isbal Menurunkan Pakaian Dibawah Mata Kaki, alih bahasa Muhammad Ali bin Ismail, hal.16-19 Terbitan Maktabah Adz-Dzahabi]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=608&bagian=0


Artikel Hukum Memanjangkan Pakaian Karena Sombong Dan Tidak Sombong diambil dari http://www.asofwah.or.id
Hukum Memanjangkan Pakaian Karena Sombong Dan Tidak Sombong.