Jumat, 30 Mei 2008

Berakhlak Baik Dan Pentingnya Bagi Penuntut Ilmu 2/4

Kumpulan Artikel Islami

Berakhlak Baik Dan Pentingnya Bagi Penuntut Ilmu 2/4 Berakhlak Baik Dan Pentingnya Bagi Penuntut Ilmu 2/4

Kategori Akhlak

Selasa, 30 Nopember 2004 06:52:23 WIBBERAKHLAK BAIK DAN PENTINGNYA BAGI PENUNTUT ILMUOlehSyaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullahBagina Kedua dari Empat Tulisan 2/4KEDUA : MENERIMA HUKUM-HUKUM ALLAH DENGAN BENTUK MENGAMALKANNYASesungguhnya berakhlak baik dalam bermuamalah dengan Allah dalam hal yang berkaitan dengan hukum-hukumNya adalah [dengan cara] menerima, mengamalkan dan merealisasikannya, serta tidak menolak sedikitpun hukum-hukum Allah. Jika seseorang mengingkari suatu hukum Allah, maka tindakan ini adalah [termasuk] berakhlak buruk kepada Allah.Kami akan memberikan permisalan tentang puasa. Tidak diragukan lagi bahwa puasa adalah [amalan] yang berat bagi manusia, karena dalam ibadah puasa seseorang [harus] meninggalkan hal-hal yang diingini, seperti makanan, minuman, dan jima’. [Dan] Ini adalah suatu perkara yang berat. Akan tetapi seorang yang beriman, ia akan berakhlak baik kepada Allah, menerima beban syariat ini, dan menerima kemuliaan ini, dan hal ini adalah nikmat dari Allah, ia akan menerimanya dengan lapang dada dan ketenangan, jiwanya luas, dan kamu akan mendapatinya berpuasa pada siang hari yang panas sedangkan ia dalam keadaan ridha, lapang dada, karena ia berakhlak baik kepada Penciptanya, akan tetapi orang yang berakhlak buruk kepada Allah akan â€Å"menemui” ibadah seperti ini dengan keluh kesah, kebencian. Dan andaikata ia takut kepada suatu perkara yang tidak baik akibatnya niscaya ia tidak akan berpuasa.Contoh yang lainnya adalah shalat :Tidak dapat diragukan lagi bahwa puasa adalah ibadah yang berat bagi sebagian manusia, dan shalat itu ibadah yang berat bagi orang-orang munafik, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:"Artinya : Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh" [Bukhari & Muslim]Akan tetapi shalat bagi orang yang beriman adalah â€Å"qurratu aini” [penghibur hati] dan menenangkan jiwanya."Artinya : Dan mintalah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan [mengerjakan]shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,[yaitu] orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya".[Al Baqarah : 45-46]Shalat bagi orang yang beriman bukanlah hal yang berat, bahkan shalat itu ringan dan mudah [bagi mereka yang beriman]. Oleh karena itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Artinya : Dijadikan pelipur lara hatiku dalam shalat"Maka berakhlak baik kepada Allah dalam masalah shalat ini, yaitu Anda menunaikan shalat dengan lapang dada, tenang, dan kedua matamu mendapatkan pelipur lara jika engkau sedang mengerjakan dan menunggunya jika waktu shalat telah lewat, maka jika engkau telah mengerjakan shalat subuh, engkau dalam kerinduan kepada shalat dzuhur, dan jika engkau telah shalat dzuhur engkau dalam kerinduan kepada shalat ashar, dan jika engkau telahmengerjakan shalat ashar engkau dalam kerinduan kepada shalat maghrib, dan jika engkau telah shalat maghrib engkau dalam kerinduan kepada shalat isya’, dan jika engkau telah selesai mengerjakan shalat isya engkau dalam kerinduan kepada shalat subuh. Demikianlah, hatimu selalu teringat dengan shalat-shalat. Hal seperti, tidak dapat diragukan lagi termasuk berakhlak baik kepada Allah.Dan kami berikan contoh ketiga dalam masalah muamalah :Dalam masalah muamalah, Allah mengharamkan riba bagi kita dengan pengharaman yang jelas dalam Al Qur’an."Artinya : Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba" [Al Baqarah : 275]Dan Allah berkata tentang riba :"Artinya : Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Penciptanya, lalu terus berhenti [dari mengambil riba], maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu [sebelum datang larangan]; dan urusannya [terserah] kepada Allah. Orang yang mengulangi [mengambil riba], maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya" [Al Baqarah : 275]Allah mengancam orang yang kembali melakukan riba sesudah datang kepadanya nasehat dan mengetahui hukumnya dengan ancaman akan memasukkannya kekalkedalam neraka, [kita mohon perlindungan kepada Allah darinya].Orang yang beriman akan menerima hukum ini dengan lapang dada, ridha dan menyerah [tunduk]. Adapun orang yang tidak beriman, ia tidak akan menerimanya dan hatinya sempit dengan hukum ini. Ia akan berusaha mengadakan berbagai siasat dan cara, karena kita mengetahui bahwa bahwa didalam riba terdapat penghasilan yang pasti keutungannya dan tidak terdapat didalamnya perniagaan yang belum diketahui [untung dan rugi], akan tetapi pada hakikatnya riba adalah penghasilan bagi seseorang dan penganiayaan bagi yang lain. Oleh karena Itu Allah berfirman :"Artinya : Dan jika kamu bertaubat [dari pengambilan riba], maka bagimu pokok hartamu kamu tidak menganiaya dan tidak [pula] dianiaya” [Al Baqarah : 279][Disalin dari Majalah Adz-Dzakhirah Al-Islamiyah Th I/No.06/1424/2003]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1200&bagian=0


Artikel Berakhlak Baik Dan Pentingnya Bagi Penuntut Ilmu 2/4 diambil dari http://www.asofwah.or.id
Berakhlak Baik Dan Pentingnya Bagi Penuntut Ilmu 2/4.

Inilah Hari-Hari Tasyriq

Kumpulan Artikel Islami

Inilah Hari-Hari Tasyriq

>> Pertanyaan :

Apa hukum meninggalkan kewajiban melontar jumarat pada tanggal 12karena mengira bahwa yang demikian inilah yang disebut tajil [nafarawal], juga meninggalkan mabit di Mina dan thawaf wada karena tidaktahu?

>> Jawaban :

Haji Anda sah, karena tidak meninggalkan salah satu rukun haji, namunAnda meninggalkan 3 kewajiban. Yang pertama, kewajiban mabit [bermalam]di Mina pada malam tanggal 12. Yang kedua, kewajiban melontar 3 Jumrohpada hari tanggal 12, dan yang ketiga, kewajiban melakukan thawaf wada.Kewajiban haji, sebagaimana dijelaskan oleh para ahli ilmu [ulama],apabila ditinggalkan oleh seseorang di dalam menunaikan ibadah haji,maka ia wajib membayar dam [denda] berupa menyembelih seekor binatangkorban di Mekkah dan membagikan daging-nya kepada oranag-orang faqirmiskin. Akan tetapi tidak mabit di Mina satu malam itu tidakmewajibkan bayar dam. Pada kesempatan ini saya ingin mengingatkankepada saudara-saudaraku para jamaah haji tentang kesalahan saudarapenanya, yaitu banyak jamaah haji yang memahami firman Allah q: Makabarangsiapa yang ingin cepat berangkat [dari Mina] sesudah dua hari..[Al-Baqarah: 202]. Mereka memahaminya berangkat dari Mina sesudahhari ke 11 dengan anggapan bahwa setelah dua hari dimaksud adalahhari raya [tanggal 10] dan hari ke 11. Padahal tidak seperti itu! Ituadalah kesalahan di dalam memahami ayat, sebab Allah Subhannahu waTa'ala berfirman,

Dan berdzikirlah [dengan menyebut] nama Allah dalam beberapa hariyang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat [dari Mina]sesudah dua hari maka tiada dosa baginya. [Al-Baqarah: 202].

Yang dimaksud beberapa hari yang berbilang di dalam ayat itu ialahhari-hari tasyriq, yaitu yang dimulai dari hari ke 11. Maka dengandemikian, maksud dari firman-Nya: Barangsiapa yang ingin cepatberangkat [dari Mina] sesudah dua hari adalah sesudah dua hari darihari-hari tasyriq, yaitu hari ke 12. Maka hendaknya setiap orangmeluruskan pemahamannya terhadap masalah ini agar tidak keliru danberbuat kesalahan.

[Ibnu Utsaimin: Fatawa al-hajj wal umrah, hal. 18.]

Artikel Inilah Hari-Hari Tasyriq diambil dari http://www.asofwah.or.id
Inilah Hari-Hari Tasyriq.

Meninggalkan Suatu Perbuatan, Ikhlas Karena Allah Taala Maka Allah Keluarkan Dia Dari Masalah

Kumpulan Artikel Islami

Meninggalkan Suatu Perbuatan, Ikhlas Karena Allah Taala Maka Allah Keluarkan Dia Dari Masalah Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu ia berkata,Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah berbicaraketika masih dalam buaian [bayi] kecuali tiga orang, Isa bin Maryam.Beliau bersabda, 'Dulu, dikalangan Bani Israil terdapat seoranglaki-laki yang ahli ibadah. Ia dipanggil dengan nama Juraij. Iamembangun tempat ibadahnya dan melakukan ibadah di dalamnya'.

Beliau bersabda, orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut tentang [ketekunan]ibadah Juraij, sehingga berkatalah seorang pelacur dari mereka, 'Jikakalian mnghendaki aku akan memberinya ujian'. Mereka berkata, 'Kamimenghendakinya'. Perempuan itu lalu mendatanginya dan menawarkan dirikepadanya. Tetapi Juraij tidak mempedulikannya. Lalu ia berzina denganseorang gembala yang meneduhkan kambing gembalaannya ke dekat tempatibadah Juraij. Akhirnya iapun hamil dan melahirkan seorang bayi.Orang-orang bertanya, 'Hasil perbuatan siapa' Ia menjawab, 'Juraij'.Maka mereka mendatanginya dan memaksanya turun. Mereka mencaci,memukulinya dan merobohkan tempat ibadahnya'. Juraij bertanya, apayang terjadi dengan kalian' Mereka menjawab, 'Engkau telah berzinadengan pelacur ini, sehingga ia melahirkan seorang bayi'. Ia bertanya'Dimana dia' Mereka menjawab, 'Itu dia!' Beliau bersabda, 'Juraijlalu berdiri dan shalat kemudian berdo'a.

Setelah itu ia menghampiri sang bayi lalu mencoleknya seraya berkata,'Demi Allah, wahai bayi, siapa ayahmu' Sang bayi menjawab, 'Akuadalah anak tukang gembala'. Serta merta orang-orangpun menghamburkepada Juraij dan menciuminya. Mereka berkata kami akan membanguntempat ibadahmu dari emas'. Ia menjawab aku tidak membutuhkan yangdemikian, tetapi bangunlah ia dari tanah sebagaimana yang semula'.Beliau bersabda, 'Ketika seorang ibu memangku anaknya menyususitiba-tiba lewat seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat,maka ia pun berkata, 'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia'. Beliaubersabda, 'Maka bayi itu meninggalakan tetek ibunya dan menghadapkepada penunggang kuda seraya berdo'a, 'Ya Allah jangan kau jadikanaku seperti dia'. Lalu ia kembali lagi ke tetek ibunya danmenghisapnya'. Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata, 'Seakan-akanaku melihat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menirukan gerakansi bayi dan meletakkan jarinya di mulut lalu menghisapnya.

Lalu ibunya melalui seorang wanita hamba sahaya yang sedang dipukuli.Sang ibu berkata, 'Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia'.Beliau bersabda, 'Bayi itu lalu meninggalkan tetek ibunya danmenghadap kepada wanita hamba sahaya itu seraya berdo'a, 'Ya Allahjadikanlah aku seperti dia'. Beliau bersabda, 'Dan pembicaraan ituberulang. Sang ibu berkata [kepada anaknya], 'Dibelakangku berlaluseorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat lalu aku berkata,'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia'. Lantas engkau berkata, 'YaAllah, jangan jadikan aku seperti dia'. Lalu aku berlalu dihadapanwanita hamba sahaya ini dan aku katakan, 'Ya Allah, jangan jadikananakku seperti dia'. Lalu engkau berkata, 'Ya Allah jadikanlah akuseperti dia'. Bayi itu berkata, 'Wahai ibu, sesungguhnya penunggangkuda yang mengenakan tanda pangkat itu adalah orang yang sombong diantara orang-orang yang sombong. Sedang terhadap hamba sahaya wanitaitu, orang-orang berkata, 'Dia berzina, padahal ia tidak berzina. Diamencuri, padahal ia tidak mencuri'. Sedang hamba sahaya tersebutberkata, 'cukuplah Allah sebagai pelindungku'.

[HR. Al-Bukhari, 6/511, Ahmad dan ini adalah lafazh beliau, Muslimdalam Al-Adab.]

Artikel Meninggalkan Suatu Perbuatan, Ikhlas Karena Allah Taala Maka Allah Keluarkan Dia Dari Masalah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Meninggalkan Suatu Perbuatan, Ikhlas Karena Allah Taala Maka Allah Keluarkan Dia Dari Masalah.

Doanya Agar Dilahap Burung Dikabulkan Allah

Kumpulan Artikel Islami

Doanya Agar Dilahap Burung Dikabulkan Allah Abu Qudamah, salah seorang komandan kaum Muslimindalam peperangan melawan orang-orang Romawi berkisah, “Ketika aku jadiAmir [komandan pasukan], aku pernah memerintahkan kaum Muslimin agarberpartisipasi dalam jihad di jalan Allah. Lalu datanglah seorangwanita membawa secarik kertas dan bungkusan [kantong], lalu aku bukakertasnya untuk membaca dan melihat apa isinya, ternyata di dalamkertas itu tertulis, ‘Bismillaahirrahmaanirrahiim, dari seorang wanita,hamba Allah kepada Amir [komandan] pasukan kaum Muslimin. Salaamullah‘alaika, amma ba’du: sesungguhnya engkau telah memerintahkan kami agarberpartisipasi dalam jihad di jalan Allah sedangkan aku tidak punyadaya upaya untuk berjihad atau pun berperang. Karena itu, aku titipkankantong ini yang berisi rambutku. Silahkan ambil agar diikatkan kekudamu, semoga saja Allah mencatatkan bagiku sesuatu dari pahala paramujahidin.”

Abu Qudamah melanjutkan, “Aku pun bersyukur kepada Allah karena telahmenganugerahkan wanita tersebut taufiq dan tahulah aku bahwa kaumMuslimin ikut merasakan betapa besar kewajiban yang harus diemban danbersatu padu untuk menghadapi musuh-musuh mereka. Tatkala kami sudahmenghadapi musuh, aku melihat seorang anak yang masih ingusan, yangaku pikir belum layak untuk ikut berperang karena usianya yang terlalumuda. Karenanya, aku pun menghardiknya karena kasihan terhadapnya.namun dia malah berkata, ‘Bagaimana bisa kamu menyuruhku kembalipadahal Allah telah berfirman, ‘Berangkatlah kamu baik dalamkeadaan merasa ringan atau pun merasa berat.” [Q.s.,at-Taubah:41].’

Lalu aku tinggalkan dia, kemudian dia menyongsongku seraya berkata,‘Tolong pinjamkan aku 3 buah anak panah.’

Lalu aku berkatanya seraya terkagum-kagum terhadapnya sekaliguskasihan, ‘Aku akan pinjamkan kepadamu apa yang kamu mau asalkan nantibila Allah menganugerahimu mati syahid, kamu tidak lupa memintasyafa’at [pertolongan] untukku â€"ketika berbicara dengannya seakan akumerasa begitu mencintai dan menghormatinya-.

‘Ya, insya Allah,’ katanya

Aku pun memberinya tiga buah anak panah tersebut, kemudian iamenyongsong musuh dengan gagah dan bersemangat. Dia terus menghantammusuh-musuhnya, sementara musuh-musuh pun berhasil melukainya hinggaakhirnya dia tersungkur jatuh di medan peperangan. Sepanjang jalannyapeperangan, mataku tidak lepas-lepas dari menatapnya karena begituterkagum-kagum sekaligus kasihan terhadapnya. Tatkala dia sudah jatuhtersungkur, aku menghampirinya dan berkata kepadanya, ‘Apakah kamu maumakan atau minum.’

‘Tidak, aku malah bersyukur kepada Allah atas apa yang kualami iniakan tetapi aku punya hajat [wasiat] kepadamu.’

‘Dengan senang hati wahai anakku, perintahkan kepadaku apa yang kamumaui,’ jawabku

‘Tolong sampaikan salamku untuk ibuku, kemudian berikanlahbarang-barang ini kepadanya,’ pesannya dalam detik-detik terakhirmenghembuskan nafasnya

‘Siapa ibumu, wahai pemuda,’ tanyaku

‘Ibuku adalah wanita yang telah memberimu rambutnya itu agar diikat kekudamu ketika ia tidak mampu untuk ikut berperang di jalan Allah,jawabnya

‘Semoga Allah memberkahi keluargamu,’ kemudian dia pun berpisah denganalam dunia yang fana ini.

Lalu aku lakukan apa yang semestinya, namun tatkala telah aku kuburkan,tiba-tiba bumi memuntahkan jasadnya, lalu aku ulangi lagi sekali lagi,namun bumi kembali memuntahkannya. Lalu aku gali sedalam-dalamnyakemudian menguburkannya tetapi tetap saja bumi memuntahkannya lagi.Aku berkata dalam hati, ‘barangkali saja ketika keluar untuk berjihad,dia tidak mendapat restu dari ibunya.’ Lantas aku melakukan shalat duaraka’at dan berdoa kepada Allah agar menyingkap rahasia mengenai sianak ini. Tiba-tiba aku mendengar ada yang berkata, ‘Wahai Abu Qudamah,tinggalkan urusan Wali Allah tersebut.!’ Maka, tahulah aku bahwa adajanji Allah bersamanya. Tatkala kami sedang terpaku melihat hal itusemua, tiba-tiba datang seekor burung menyongsong lalu memakannya. Akupun terheran-heran dengan peristiwa itu. Kemudian aku kembali menemuiibunya untuk melaksanakan wasiat putranya tersebut. Maka, tatkala diamelihatku, berkatah ia, ‘Wahai Abu Qudamah, apa yang ada di balikkedatanganmu; ingin melawat [ta’ziah] atau mengucapkan selamat.’

Aku balik bertanya kepadanya, ‘Apa maksudnya itu.”

“Jika putraku telah meninggal biasa, berarti kamu datang untukberta’ziah. Tetapi jika ia terbunuh di jalan Allah dan mati syahid,berarti kamu datang untuk mengucapkan selamat,” katanya

Lalu aku menceritakan kepadanya kisah putranya tersebut; aku ceritakanperihal burung dan apa yang dilakukannya terhadapnya. Maka berkatalahsang ibu tersebut,

“Sungguh, Allah telah mengabulkan doanya.”

“Apa doanya,” tanyaku

“Sesungguhnya dia selalu berdoa kepada Allah di dalam semua shalatnya,penyendiriannya, di pagi dan sore harinya, ‘Ya Allah kumpulkanlah akudi dalam tembolok [penampungan makanan] burung. Segala puji bagi Allahkarena telah merealisasikan cita-citanya dan mengabulkandoanya,”jawabnya

Abu Qudamah mengakhiri kisahnya, “Lalu aku pun berpaling darinyadengan memetik sebuah pengetahuan berharga kenapa Allah mencatatkankemenangan atas kami terhadap para musuh.”

[SUMBER: Mi`atu Qishshah Wa Qishshah Fii Aniisi ash-Shaalihiin WaSamiir al-Muttaqiin, karya Muhammad Amin al-Jundy, h.45-48]

Artikel Doanya Agar Dilahap Burung Dikabulkan Allah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Doanya Agar Dilahap Burung Dikabulkan Allah.