Senin, 26 Mei 2008

Ingkar Terhadap janji Pernikahan

Kumpulan Artikel Islami

Ingkar Terhadap janji Pernikahan

>> Pertanyaan :

Syaikh Muhammad bin Ibrahim ditanya: Seseorang menjanjikan untukmenikahkan putrinya dengan seorang laki-laki tetapi setelah laki-lakitersebut merantau lama wanita tersebut dinikahkan dengan orang lain?

>> Jawaban :

Seseorang yang mengajukan lamaran terhadap seorang wanita yang jugaanak paman sendiri. Setelah meminang laki-laki tersebut pergi merantaulama dan tidak kunjung datang, maka wanita tersebut dinikahkan denganorang lain. Apabila kondisinya seperti ini seperti yang saudarasebutkan, sebaiknya wanita tersebut tidak dikawinkan terlebih dahuludengan orang lain hingga laki-laki tersebut diberitahu agar diamemutuskan untuk meneruskan atau menunda pernikahan tersebut dan waliwanita punya alasan dan kepastian. Jika laki-laki tersebut hanyasekedar meminang dan menjanjikan untuk menikah dengan wanita tersebutkemudian pergi merantau lama dan tidak kunjung datang, maka boleh bagiwanita tersebut menikah dengan orang lain dengan syarat tidak adaunsur paksaan. Apabila laki-laki yang pertama tadi sudah memberi mahar,maka mahar tersebut wajib dikembalikan kepadanya.

Artikel Ingkar Terhadap janji Pernikahan diambil dari http://www.asofwah.or.id
Ingkar Terhadap janji Pernikahan.

Mengingkari Kemungkaran

Kumpulan Artikel Islami

Mengingkari Kemungkaran Mengingkari Kemungkaran

Kategori Ma'ruf Nahi Mungkar

Kamis, 23 Desember 2004 06:57:36 WIBMENGINGKARI KEMUNGKARANOlehSyaikh Abdul Aziz bin Baz

>> Pertanyaan :Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Saya seorang remaja putri, tinggal di asrama putri, alhamdulillah, Allah telah menunjuki saya kepada kebenaran sehingga saya konsisten pada kebenaran, tapi saya merasa tertekan karena saya banyak melihat kemaksiatan dan kemungkaran, terutama dari teman-teman saya sesama mahasiswi, seperti; mendengarkan musik, menggunjing dan menghasud. Sering saya nasehati mereka, tapi sebagian mereka malah mengolok-olok dan mencemooh saya serta mengatakan bahwa saya ini terbelenggu. Syaikh yang mulia, saya mohon penjelasan, apa yang harus saya perbuat. Semoga Allah membalas Syaikh dengan kebaikan.?

>> Jawaban :Yang wajib atas Anda adalah mengingkari kemungkaran sesuai kesanggupan dengan perkataan yang baik, sikap yang lembut dan tutur kata yang halus disertai dengan menyebutkan ayat-ayat dan hadits-hadits yang terkait dengan masalah tersebut sejauh yang Anda ketahui. Di samping itu, Anda jangan menyertai mereka dalam mendengarkan lagu-lagu, menggunjing dan perkataan-perkataan atau perbuatan-perbuatan lainnya yang diharamkan. Hindari mereka sejauh kemungkinan sampai membicarakan masalah lain. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala."Artinya : Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. " [Al-An'am: 68]Jika Anda telah mengingkari mereka dengan lisan Anda sejauh kemampuan dan Anda pun telah menghindari perbuatan mereka, maka perbuatan mereka tidak akan mencelakakan anda, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala."Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." [Al-Ma'idah: 105].Allah menjelaskan bahwa seorang mukmin tidak akan dicelakakan oleh orang yang sesat jika ia menjalankan kebenaran dan konsisten pada petunjuk, yaitu dengan mengingkari kemungkaran, konsisten pada kebenaran dan menyerukan kebenaran dengan baik. Bahkan Allah akan memberikan jalan keluar bagi Anda dan memberikan manfaat bagi mereka melalui petunjuk yang Anda sampaikan bila itu Anda lakukan dengan sabar dan semata-mata karena mengharap pahala dari Allah, insya Allah. Bergembiralah dengan kebaikan yang besar dan akibat yang terpuji selama Anda tetap teguh pada kebenaran dan mengingkari apa-apa yang menyelisihinya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala." Artinya : Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa" [Al-A'raf: 128]Dan firmanNya."Artinya : Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa. "[Hud: 49]Serta firmanNya."Artinya : Dan orang-orang yang berjihad untuk [mencari keridhaan] Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. " [Al-Ankabut: 69]Semoga Allah menunjuki Anda kepada yang diridhaiNya, menganugerahkan kepada Anda kesabaran dan keteguhan serta menunjuki saudari-saudari, keluarga dan teman-teman Anda kepada yang dicintai dan diridhaiNya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dialah yang Kuasa menunjukkan ke jalan yang lurus.[Majalatul Buhuts, edisi 30, hal. 117-118, Syaikh Ibnu Baz][Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1254&bagian=0


Artikel Mengingkari Kemungkaran diambil dari http://www.asofwah.or.id
Mengingkari Kemungkaran.

Wanita Keluar Dari Muzdalifah

Kumpulan Artikel Islami

Wanita Keluar Dari Muzdalifah

>> Pertanyaan :

Syaikh Shalih Fauzan berfatwa: Tentang hukum-nya wanita keluar dariMuzdalifah bersama orang-orang yang lemah setelah terbenamnya bulanuntuk kemudian melempar jumrah. ?

>> Jawaban :

Beliau berkata: Boleh bagi wanita keluar dari Muzdalifah bersamaorang-orang yang lemah setelah terbenamnya bulan, lalu sesampai-nya diMina ia melempar jumrah Aqabah, karena khawatir berdesak-desakandengan laki-laki. Dalam kitab Al-Mughni disebutkan bahwa dibolehkanmendahulukan orang-orang lemah dan wanita pergi ke Mina. Adapun merekayang pernah melakukan demikian itu adalah Abdurahman bin 'Auf dan 'Aisyahdan pendapat ini diikuti oleh Atha', Tsaury, Imam Syafi'i, Abu Tsaurdan Ahlu Ra'yu. Tidak ada perbedaan di antara ulama dalam masalah ini,karena lebih sesuai dengan tuntutan kondisi dan lebih aman dariberdesak-desakan serta lebih tepat dengan sunnah RasulullahShallallaahu 'alaihi wa sallam . Imam Syaukani dalam kitab NailulAuthar berkata: Dalil-dalil sangat banyak yang menunjukkan bahwawaktu untuk melempar jumrah aqabah adalah setelah terbit matahari bagiorang yang tidak beruzur dan adapun orang yang berhalangan sepertiwanita, orang sakit, lemah atau semisalnya dibolehkan melemparsebelumnya. Imam Nawawi berkata: Imam Syafi'i dan ahli madzhabberpendapat bahwa bagi orang-orang lemah baik dari kaum wanita dansemisalnya dianjurkan keluar dari Muzdalifah menuju Mina sebelumterbit fajar setelah pertengahan malam, untuk melempar jumrah aqabahagar tidak berdesak-desakan dengan kaum laki-laki. Dan beliaumenyebutkan hadits-hadits yang menguatkan pendapat tersebut .

Artikel Wanita Keluar Dari Muzdalifah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Wanita Keluar Dari Muzdalifah.

Langkah-Langkah Untuk Menang

Kumpulan Artikel Islami

Langkah-Langkah Untuk Menang Langkah-Langkah Untuk Menang

Kategori Fokus Utama

Selasa, 6 September 2005 07:13:24 WIBLANGKAH-LANGKAH UNTUK MENANGDisalin dariEditorial Majalah Salafiyah Al-AshalahSejak lebih dari setengah abad yang lalu, umat Islam ditimpa bencana kekalahan bertubi-tubi. Kebanyakan orang lupa tentang sebab-sebab kekalahan dan musibah ini. padahal Allah berfirman :"Artinya : Katakanlah : Itu dari [kesalahan] dirimu sendiri" [Ali Imran : 165]Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman :"Artinya : Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar [dari kesalahan-kesalahanmu]" [Asy-Syura : 30]Seandainya umat kita -baik penguasa maupun rakyat- mau menghayati Kitab Allah kemudian mengamalkan hukum-hukum serta hikmah-hikmahnya, niscaya mereka akan melakukan upaya-upaya untuk menang melawan musuh-musuhnya. Dan niscaya pula akan mengetahui sunatullah terhadap mahluk-Nya -yang tidak pernah berubah, berganti dan bergeser- sepanjang masa.Faktor-faktor menang melawan musuh -sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Allah- banyak, diantaranya :[1]. TAUHID, IMAN SHALIH.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Artinya : Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh-sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar [keadaan] mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku" [An-Nur : 55][2]. SIAPA YANG MENOLONG AGAMA ALLAH, NISCAYA ALLAH AKAN MENOLONGNYA.Menolong agama Allah ialah :[a]. Dengan menegakkan syari'at-Nya dan dengan mengikuti petunjuk Nabi-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam, untuk mewujudkan peribadatan hanya kepada Allah, menghidupkan sunnah dan mematikan serta memberantas bid'ah.[b]. Dengan memberikan loyalitas kepada Ahlus Sunnah wal Jama'ah serta memberikan permusuhan kepada pengikut hawa nafsu dan ahli bid'ah.[c]. Dengan melaksanakan amar ma'ruf-nahi mungkar serta jihad melawan musuh-musuh Allah dimanapun mereka berada.[d]. Menolong agama Allah ialah dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya ; menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya serta meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Artinya : Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong [agama] Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa" [Al-Hajj : 160]Orang yang demikian keadaannya, niscaya tidak akan dapat dikalahkan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"Artinya : Jika Allah menolong kamu, maka tak ada-lah orang yang dapat mengalahkan kamu [tidak memberi pertolongan], maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu [selain] dari Allah sesudah itu " [Ali Imran : 160][3]. SABAR DAN TAQWA ADALAH SEBAB DATANGNYA PERTOLONGAN DAN BANTUAN ALLAH.Sesungguhnya Allah telah menjanjikan orang yang bersabar dan bertaqwa untuk memberikan pertolongan, kemenangan, bantuan, keberuntungan dan punahnya tipu daya musuh. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Ya [cukup], jika kamu bersabar dan bertaqwa, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi [kemenangan]mu" [Ali-Imran : 125-126]"Artinya : Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka tidak sedikitpun mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan" [Ali-Imran : 120]Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."Artinya : Ketahuilah bahwa jalan keluar disertai kesulitan, bahwa kemenangan disertai kesabaran dan sesungguhnya bersama kesukaran terdapat kemudahan" [Hadits shahih seperti dikatakan oleh Syaikh Salim Al-Hilali dalam Iqazh Al-Hinam Muntaqa Jami'al-Ulum wa Hikam, hal.280, diriwayatkan oleh Ahmad, Abd bin Humaid dll][4]. SETIAP ORANG YANG TERANIAYA [DIZALIMI] MENDAPAT JANJI PERTOLONGAN DARI ALLAH, APALAGI JIKA IA SEORANG MUKMIN YANG BERTAQWA.Itu karena kezaliman adalah kegelapan. Allah telah mengharamkan kezaliman pada diri-Nya, dan Dia telah menjadikan kezaliman itu haram bagi mahluk-Nya. Allah memerintahkan supaya memberi pertolongan kepada orang yang dizalimi. Allah menjadikan do'anya orang yang terzalimi [teraniya] makbul dan tidak ada penghalang yang menutupi do'a itu dari Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Telah diizinkan [berperang] bagi orang-orang yang diperangi, karena sesunguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu" [Al-Hajj : 39]"Artinya : Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiyayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya [lagi], pasti Allah akan menolongnya" [Al-Hajj : 60]Terdapat pula riwayat bahwa Allah pada hari kiamat akan mengqishas kambing yang bertanduk karena menganiaya kambing yang tidak bertanduk.[Hadits Riwayat Tirmidzi. Ini merupakan sempurnanya keadilan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Terhadap binatang saja demikian, apalagi terhadap suatu masyarakat yang dikucilkan, diusir dari negerinya sendiri, dilarang menggunakan senjata untuk melakukan perlawanan terhadap musuhnya dan tempat tinggalnya di pencar-pencar].[5]. MENGIKUTI AGAMA SECARA BENAR DIJANJIKAN MENDAPAT PERTOLONGAN.Allah subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dialah [Allah] yang telah mengutus Rasul-Nya [dengan membawa] petunjuk [Al-Qur'an/ilmu yang bermanfaat] dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai" [At-Taubah : 33]Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."Artinya : Sungguh-sungguh perkara [Islam] ini akan mencapai apa yang dicapai oleh malam dan siang. Dan tidak akan tersisa sebuah rumah tembokpun, tidak pula rumah ilalangpun kecuali Allah akan masukkan agama ini ke dalamnya ; dengan kemulian orang mulia atau dengan kehinaan orang hina. Kemuliaan yang Allah muliakan Islam dengannya [orang mulia tersebut], dan kehinaan yang Allah hinakan kekafiran dengan orang hina tersebut" [Hadits Shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Bisran, Thabrani, Ibnu Mandah, Al-Hafidz Abdul Ghani Al-Naqdisi, Al-Hakim dan lain-lainnya. Lihat Silsilah Shahihah No. 3]Ini adalah janji yang termuat dalam Kitab Allah dan tertuangkan melalui lisan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Janji Allah tidak mungkin diingkari, sebab Allah tidak mengingkari janji.[6]. PERSELISIHAN ADALAH SEBAB KEGENTARAN DAN KEKALAHAN.Umat Islam tidak mengalami kekahan kecuali karena pertentangan dan perpecahan mereka. Seandainya mereka bersatu padu dalam kalimat tauhid, bersatu bahasanya, sama-sama berpegang teguh pada tali Allah, berjihad melawan musuh-musuhnya untuk menjunjung tinggi kalimat Allah dan menegakkan tauhidullah serta memberantas habis kemusyrikan, niscaya Allah menolongnya.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dan janganlah kamu saling bertentangan [berbantah-bantahan], yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang sabar" [Al-Anfal : 46][7]. MELAKUKAN PERSIAPAN UNTUK BEPERANG ; MORIL MAUPUN MATERIIL.Yaitu dengan melakukan upaya-upaya sesuai dengan Sunnah Nabawiyah yang telah ditempuh oleh para nabi, padahal para nabi adalah orang-orang yang sangat jujur dan tawakkal kepada Allah. Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah muncul dengan mengenakan dua buah baju zirah dalam salah satu pertempuran, beliau juga memakai pelindung kepala dalam peperangan.Demikian pula para sahabatnya-pun mengenakan baju zirah yang menyelimuti seluruh tubuh. Dan ini semua tidak menghilangkan tawakkal kepada Allah Subahanhu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sangggupi dan kuda-kuda yang ditambat untuk berperang" [Al-Anfal : 60]Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menafsirkan ayat di atas dengan sabdanya."Artinya : Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah melepaskan anak panah [menepatkan sasaran -pen]. Ketahuilah bahwa kekuatan adalah melepaskan anak panah [menepatkan sasaran-pen" [Hadits Riwayat Muslim][Demikianlah] kita memohon kepada Allah Subahanahu wa Ta'ala agar Dia memberikan taufiq kepada kita untuk melakukan usaha-usaha ke arah kemenangan melawan kaum Yahudi dan melawan semua musuh Islam lainnya. Pada hari kemenangan itulah kaum Mukminin bergembira ria mendapat pertolongan Allah. Dan itu tidaklah sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala.[Disalin dari Majalah Al-Ashalah Edisi 30/Th. V/15 Syawal 1421H. Sebuah tulisan yang merupakan kata penutup redaksi Al-Ashalah, Disalin ulang dari Majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun V/1422H/2001M hal. 26-28, PenerjemahAhmas Faiz Asifuddin]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1566&bagian=0


Artikel Langkah-Langkah Untuk Menang diambil dari http://www.asofwah.or.id
Langkah-Langkah Untuk Menang.