Sabtu, 24 Mei 2008

Wajibnya Berbakti Dan Haramnya Durhaka Kepada Kedua Orang Tua

Kumpulan Artikel Islami

Wajibnya Berbakti Dan Haramnya Durhaka Kepada Kedua Orang Tua Wajibnya Berbakti Dan Haramnya Durhaka Kepada Kedua Orang Tua

Kategori Birrul Walidain

Rabu, 3 Maret 2004 13:30:23 WIBWAJIBNYA BERBAKTI DAN HARAMNYA DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUAOlehUstadz Yazid bin Abdul Qadir JawasAllah memerintahkan dalam Al-Qur'an agar berbakti kepada kedua orang tua. Mengenai wajibnya seorang anak berbakti kepada orang tua, Allah berfirman di dalam surat Al-Isra' ayat 23-24."Artinya : Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak keduanya" [Al-Isra : 23]"Artinya : Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, "Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil" [Al-Isra : 24]Juga An-Nisa ayat 36."Artinya : Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukanNya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat kepada anak-anak yatim kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan dirinya" [An-Nisa : 36]Juga terdapat dalam surat Luqman ayat 14-15."Artinya : Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali" [Luqman : 14]"Artinya : Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku yang tidak ada pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan kepadamu apa yang kamu kerjakan" [Luqman : 15]Atau seperti yang tercantum dalam surat Al-Ankabut ayat 8, tidak boleh mematuhi orang tua yang kafir kalau mengajak kepada kekafiran."Artinya : Dan Kami wajibkan kepada manusia [berbuat] kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan" [Al-Ankabut : 8]Serta surat Al-Ahqaaf ayat 15-16."Artinya : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah [pula]. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo'a "Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk menysukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridlai, berilah kebaikan kepadaku dengan [memberi kebaikan] kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" [Al-Ahqaaf : 15]"Artinya : Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka" [Al-Ahqaaf : 16]Sedangkan tentang anak durhaka kepada kedua orang tuanya terdapat di dalam surat Al-Ahqaaf ayat 17-20."Artinya : Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, 'Cis [ah]' bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku lalu kedua orang tua itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, "Celaka kamu, berimanlah ! Sesungguhnya janji Allah adalah benar" Lalu dia berkata, "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu" [Al-Ahqaaf : 17]"Artinya : Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan [adzab] atas mereka, bersama-sama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi" [Al-Ahqaaf : 18]"Artinya : Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka [balasan] apa yang telah mereka kerjakan sedang mereka tidak dirugikan" [Al-Ahqaaf : 19]"Artinya : Dan [ingatlah] hari [ketika] orang-orang kafir dihadapkan ke neraka [kepada mereka dikatakan], "Kamu telah memhabiskan rizkimu dalam kehidupan duniawi dan kamu telah bersenang-senang dengannya maka pada hari ini kamu dibalas dengan adzab yang menghinakan. Karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak, dan karena kamu telah berbuat fasik" [Al-Ahqaaf : 20]Sedangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 215"Artinya : Mereka bertanya kepadamu [Muhammad] tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, "Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah Maha Mengetahui" [Al-Baqarah : 215]Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur'an yang menerangkan tentang wajibnya berbakti kepada kedua orang tua. Dalam surat Luqman, Allah menyebutkan wajibnya seorang anak berbakti kepada kedua orang tua dan bersyukur kepadanya serta disebutkan juga tentang larangan mengikuti orang tua jika orang tua tersebut mengajak kepada syirik.[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta.]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=358&bagian=0


Artikel Wajibnya Berbakti Dan Haramnya Durhaka Kepada Kedua Orang Tua diambil dari http://www.asofwah.or.id
Wajibnya Berbakti Dan Haramnya Durhaka Kepada Kedua Orang Tua.

Cara Memakai Baju Ihram, Memakai Sabuk Ketika Sedang Ihram, Ganti Pakaian Ihram, Mengoleskan Parfum

Kumpulan Artikel Islami

Cara Memakai Baju Ihram, Memakai Sabuk Ketika Sedang Ihram, Ganti Pakaian Ihram, Mengoleskan Parfum Cara Memakai Baju Ihram, Memakai Sabuk Ketika Sedang Ihram, Ganti Pakaian Ihram, Mengoleskan Parfum

Kategori Hajji Dan Umrah

Selasa, 28 Desember 2004 07:17:37 WIBCARA MEMAKAI BAJU IHRAMOlehSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin BazPertanyaanSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah yang utama bagi orang yang sedang ihram menutup kedua pundaknya ataukah membuka salah satunya JawabanAdapun yang sunnah bagi orang yang ihram adalah menjadikan selendang pada kedua pundak dan kedua ujungnya di dada. Ini adalah yang sunnah dan yang dilakukan Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam. Maka jika seseorang berihram ingin thawaf qudum, ia menjadikan tengah selendangnya di bawa ketiak kanan dan kedua ujung selendang pada pundaknya yang kiri dan membuka pundaknya yang kanan. Tapi ini khusus dalam thawaf Qudum. Maksudnya ketika pertama datang ke Mekkah untuk haji atau umrah. Lalu ketika telah rampung thawaf Qudum memindahkan selendangnya dan dijadikannya pada kedua pundaknya lalu shalat dua raka'at thawaf. Maka orang yang selalu membuka salah satu pundaknya adalah menyalahi Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Demikian pula orang yang membuka dua pundaknya. Sesungguhnya yang sesuai Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah menutupi kedua pundak dengan selendang ketika sedang ihram kecuali dalam thawaf qudum seperti telah disebutkan. Dan jika seseorang meletakkan selendangnya tidak menutup kedua pundaknya pada waktu dia duduk atau ketika makan atau ketika berbincang-bincang bersama kawan-kawannya maka tidak mengapa. Tapi yang sesuai sunnah jika dia memakai selendang maka dengan menutup kedua pundak dan ujung-ujung selendang berada pada dadanya.MEMAKAI SABUK KETIKA SEDANG IHRAMOlehSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin BazPertanyaanSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apa hukum memakai ikat pinggang bagi orang yang sedang berihram karena untuk menjaga uangnya Apakah demikian itu diperbolehkan baginya, ataukah dinilai pakaian yang berjahit yang tidak boleh dipakai JawabanMemakai ikat pinggang dan yang sepertinya tidak dilarang bagi orang yang sedang ihram. Demikian pula sapu tangan untuk mengikat kainnya atau untuk menjaga uang dan lain-lain.GANTI PAKAIAN IHRAMOlehSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin BazPertanyaanSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah boleh berganti baju ihram karena di cuci JawabanTidak mengapa bila pakaian ihram di cuci, dan tidak mengapa juga bila berganti pakaian ihram dengan baju ihram yang baru atau baju yang telah di cuci.MENGOLESKAN PARFUM KE PAKAIAN IHRAMSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin BazPertanyaanSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apa hukum mengoleskan parfum kepada baju ihram sebelum niat dan talbiyah JawabanTidak seyogianya mengoleskan parfum pada selendang dan kain ihram, tetapi yang sunnah adalah mengoleskan parfum ke anggota badan, seperti kepala, jenggot, ketiak, dan lain-lain. Adapun pakaian maka tidak boleh diberikan parfum ketika berihram. Sebab Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Janganlah [orang yang ihram] memakai baju yang tersentuh za'faran dan kasturi".Jadi menurut sunnah adalah mengoleskan parfum ke badan saja, sedangkan pakaian ihram tidak boleh diberikan parfum, dan jika diberikan parfum maka tidak boleh dipakai hingga di cuci atau dibersihkan.TIDAK MAMPU MEMAKAI BAJU IHRAMOlehSyaikh Muhammad bin Shalih Al-UtsaiminPertanyaanSyaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Seseorang ingin umrah pada bulan Ramadhan, tapi dia tidak mampu berpakaian ihram sebab dia sakit dan jimpe. Apakah dia dapat umrah dengan bajunya biasa dan wajib membayar kifarat JawabanJika seseorang tidak mampu berpakaian ihram maka dia memakai pakaian lain yang sesuai dan dia wajib membayar kifarat, boleh memotong seekor kambing yang dibagikan kepada orang-orang miskin, atau memberi makan enam orang miskin masing-masing orang miskin setengah sha', atau puasa tiga hari. Demikianlah yang dikatakan ulama karena mengqiyaskan terhadap ketentuan mencukur rambut yang dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala."Artinya : Dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu sakit atau ada ganguan di kepalanya [lalu dia bercukur], maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu ; berpuasa, atau bersedekah, atau berkurban" [ Al-Baqarah : 196]Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan, bahwa berpuasa adalah tiga hari, dan sedekah adalah memberi makan enam orang miskin masing-masing orang miskin setengah sha', dan berkurban adalah menyembelih kambing.[Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Haji dan Umrah oleh Ulama-Ulama Besar Saudi Arabia, Penyusun Muhammad bin Abdul Aziz Al-Musnad, terbiatan Pustaka Imam Asy-Syafi'i hal. 110 - 115 Penerjemah H.ASmuni Solihan Zamakhsyari Lc]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1261&bagian=0


Artikel Cara Memakai Baju Ihram, Memakai Sabuk Ketika Sedang Ihram, Ganti Pakaian Ihram, Mengoleskan Parfum diambil dari http://www.asofwah.or.id
Cara Memakai Baju Ihram, Memakai Sabuk Ketika Sedang Ihram, Ganti Pakaian Ihram, Mengoleskan Parfum.

Dampak Negatif Teori Penyatuan Agama Terhadap Islam Dan Kaum Muslimin

Kumpulan Artikel Islami

Dampak Negatif Teori Penyatuan Agama Terhadap Islam Dan Kaum Muslimin Dampak Negatif Teori Penyatuan Agama Terhadap Islam Dan Kaum Muslimin

Kategori Propaganda Sesat

Jumat, 28 Mei 2004 07:44:02 WIBTINJAUAN HISTORIS TEORI PENYATUAN AGAMA DAN BEBERAPA KASUS YANG BERKAITAN DENGANNYAOlehSyaikh Bakr bin Abdullah Abu ZaidBagian Kelima dari Enam Tulisan [5/6]DAMPAK NEGATIF TEORI PENYATUAN AGAMA TERHADAP ISLAM DAN KAUM MUSLIMINAksi nekad tersebut menimbulkan beberapa dampak negative diantaranya.[a] Tersamarnya garis pemisah [antara muslim dan kafir]. Dari satu sisi kehormatan kaum muslimin luntur dan dari sisi lain hilanglah rasa benci terhadap orang-orang kafir.[b] Paus Paulus II memproklamirkan dirinya sebagai pemimpin spiritual seluruh agama dan sebagai pembawa risalah perdamaian internasional bagi umat manusia.[c] Paus Paulus II menetapkan tanggal 27 Oktober 1986 M sebagai Hari Raya bersama seluruh agama dan menetapkan tanggal 1 Januari sebagai Hari Persaudaraan.[d] Dikarangnya sebuah nasyid yang dikumandangkan bersama, mereka namakan : â€Å"Nasyid Ilahi Yang Maha Esa, Rabb dan Bapa”.[e] Diselenggarakannya berbagai seminar tentang propaganda teori tersebut, didirikannya yayasan-yayasan serta perkumpulan-perkumpulan yang menyeru kepada propaganda penyatuan agama. Lalu diadakannya kongres dan pertemuan diantaranya :[1]. Pada tanggal 12-15 Februari 1987 M diselenggarakan Muktamar Ibrahimi di Cordova, yang dihadiri oleh beberapa orang Yahudi, Nasrani dan beberapa orang yang mengaku muslim dari kalangan Qadiyaniyah dan Ismailiyah. Tema muktamar tersebut adalah dialog internasional untuk persatuan agama Ibrahimiyah. Panitia penyelenggara muktamar ini adalah sebuah universitas di Cordova bernama ‘Universitas Cordova’ dengan membawa misi penyatuan agama di benua Eropa. Dinamakan juga ‘Markas Ilmu dan Kebudayaan Islam’ atau disebut juga ‘Markas Cordova bagi Penelitian Ilmiah Agama Islam’.Ketua muktamar tersebut adalah seorang Nasrani bernama Rojih Jaruudi. Poin penting yang dihasilkan dalam muktamar tersebut adalah kesepakatan adanya kerja sama dan pertemuan antara pemeluk-pemeluk agama. [1][2]. Pada tanggal 21 Maret 1987 M didirikan sebuah yayasan internasional yang menghimpun orang-orang yang beriman kepada Allah di seluruh dunia bernama : ‘Persatuan Orang-orang Beriman’.[3]. Pada musim panas tahun 1987M didirikanlah Organisasi Pemuda Beragama.[4]. Pada bulan April tahun 1987M didirikan sebuah yayasan bernama : ‘Persatuan Umat Manusia.[5]. Organisasi-organisasi serta yayasan-yayasan tersebut meletakkan annggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang intinya mengenyahkan pembeda antara Islam, Yahudi dan Nasrani serta melucuti generasi Muslim dari kepribadian Islamnya yang secara tegas menyatakan bahwa Islam menghapus agama-agama sebelumnya dan Al-Qur’an menghapus seluruh kitab-kitab suci sebelumnya serta menjadi standar benar tidaknya kitab-kitab tersebut. Semua itu dimentahkan dengan propaganda persatuan agama.[6]. Asset organisasi orang-orang beriman sebesar 800.000 Dollar Amerika[7]. Asset-asset dan income organisasi tersebut bila suatu saat bubar diserahkan kepada Palang Merah Internasional dan yayasan-yayasan di bawah naungan gereja internasional.[8]. Diantara symbol-simbol yayasan dan organisasi tersebut adalah :-Simbol kebaikan : Organisasi Palang Merah Internasional-Simbol kemajuan : Darwin-Simbol persamaan : Karl Marx-Simbol perdamaian umat manusia dan persaudaraan agama : Paus Paulus II[9]. Yayasan dan organisasi tersebut juga merancang bendera yang mencerminkan syiar-syiar mereka : Bendera Persatuan Bangsa-Bangsa, pelangi [2], angka tujuh –yang merupakan symbol kemenangan bagi mereka- dan juga merupakan nama kapal pertama yang menemukan benua Amerika yang membawa ajaran Nasrani ke benua tersebut.[10]. Secara berturut-turut diselenggarakan pula berbagai muktamar-muktamar tentang penyatuan agama di New York, Portugal dan di tempat-tempat lainnya.Diantara dampak negatif propaganda penyatuan agama ini adalah : Disamping para peserta pertemuan, muktamar yang diselenggarakan di negara-negara kafir dan para anggota organisasi dan yayasan serta pelaksanaan ibadah bersama itu adalah orang-orang yang mengaku muslim, baik sebagai delegasi maupun kemauan sendiri –urusan mereka ini terserah kepada Allah-, syiar-syiar propaganda ini juga semakin meluas di seantero dunia, di dengar oleh umat manusia di berbagai belahan dunia. Lebih parah lagi propaganda itu telah menyusup ke negari-negeri muslimin ! Mendapat tempat di hati sebagian oknum yang mengaku muslim. Dan membuat mereka hilang akal sehat, lalu ditulislah artikel-artikel yang mendukung propaganda tersebut, mucullah komentar-komentar yang menguatkannya, semakin maraklah seruan kepadanya dalam bentuk seminar-seminar internasional dan pertemuan-pertemuan resmi yang bersifat regional.Diantaranya adalah Seminar Syarmusy Syaikh di Mesir pada bulan Syawal tahun 1416.Yang diikuti dan diarahkan oleh orang-orang berpengaruh dari kalangan kaum muslimin. Dengan dasar satu keyakinan, yaitu Ibrahimiyah. Anggota seminar terdiri dari kaum Muslimin, Yahudi, Nasrani dan Komunis.Diantaranya juga seminar yang diselenggarakan pada tanggal 10/10/1416. Sebagian anggota seminar telah mengumumkan tentang pentingnya diterbitkan sebuah kitab yang terangkum di dalamnya : Al-Qur’an, Taurat dan Injil. [3]Diberbagai negeri diumumkan bahwa telah keluar satu undang-undang resmi bolehnya memberi nama anak-anak kaum Muslimin dengan nama-nama khusus bagi orang-orang Yahudi. Hasilnya salah seorang anak kaum Muslimin oleh ayanya diberi nama : Rabin !!! [4][Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]_________Foote Note[1] Silakan lihat kitab Laa Li Jaruudi wa Watsiqah Isybiliyah karangan Sa’ad Zhalam, dan kita Al-Islam wal Adyan karangan Muhammad Abdurrahman Iwadh.[2] Dalam Pasal ke sembilan Kitab Kejadian disebutkan –semoga Allah memburukkan mereka betapa dustanya perkataan mereka ini- bahwa Allah telah menjadikan pelangi itu sebagai simbol yang mengingatkan Allah agar tidak membinasakan penduduk bumi sebagaimana kebinasaan yang menimpa kaum Nuh, pelangi merupakan simbol perjanjian Allah dengan penduduk bumi, yaitu bahwa bilaman Allah melihat pelangi tersebut maka Allah akan ingat hingga tidak membinasakan penduduk bumi dengan badai topan. Semoga Allah membinasakan bangsa Yahudi, betapa dustanya mereka terhadap Allah. Semoga laknat Allah tetap menimpa mereka hingga Hari Kiamat. Silakan lihat buku Qadzziful Haq karangan Al-Ghazali hal.24-25[3] Telah disebarluaskan melalui berbagai media-media informasi diantaranya dicantumkan dalam surat kabar Ar-Ra’yi edisi 9316 hal 1 tanggal 13/10/1416[4] Berita ini disebarluaskan melalui berbagai media-media informasi diantaranya dicantumkan dalam surat kabar Ar-Ra’yi edisi 9316 hal 1 tanggal 13/10/1416

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=759&bagian=0


Artikel Dampak Negatif Teori Penyatuan Agama Terhadap Islam Dan Kaum Muslimin diambil dari http://www.asofwah.or.id
Dampak Negatif Teori Penyatuan Agama Terhadap Islam Dan Kaum Muslimin.

Melihat Allah Di Akhirat

Kumpulan Artikel Islami

Melihat Allah Di Akhirat Melihat Allah Di Akhirat

Kategori Fatawa 'Arkanil Islam

Rabu, 3 Maret 2004 14:26:30 WIBMELIHAT ALLAH DI AKHIRATOlehSyaikh Muhammad bin Shalih Al-UtsaiminPertanyaan.Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : â€Å"Benarkah Allah bisa dilihat di akhirat nanti Apa dalilnya dan mana pendapat yang rajah [kuat] dalam masalah ini Jawaban.Menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah, melihat Allah di akhirat nanti adalah pasti kebenarannya dan barangsiapa yang mengingkarinya berarti kafir. Orang-orang mukmin akan melihatNya pada hari kiamat dan ketika mereka berada di dalam jannah sebagaimana dikehendaki oleh Allah. Keyakinan seperti ini berdasarkan ijma’ Ahlus Sunnah. Dasarnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.â€Å"Artinya : Wajah-wajah [orang-orang mukmin] pada hari itu berseri-seri. Mereka melihat RabbNya” [Al-Qiyamah : 22-23]Allah juga berfirman.â€Å"Artinya : Bagi orang-orang yang berbuat ihsan, ada pahala yang terbaik dan tambahan” [Yunus : 26]Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menafsirkan tambahan dengan kenikmatan melihat wajah Allah. Disebutkan pula dalam hadits bahwa orang-orang beriman akan melihat Rabb mereka pada hari kiamat dan ketika di dalam jannah.Adapun dalam kehidupan dunia, maka tiada seorangpun yang bisa melihat Allah. Allah berfirman.â€Å"Artinya : Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan” [Al-An’aam : 103]Allah pernah berfirman kepada Nabi Musa : â€Å"Lantaraanii” [kamu tidak akan bisa melihat-Ku] [Al-A’raf : 143]. Disebutkan pula bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.â€Å"Artinya : Ketahuilah bahwa tiada seorangpun yang akan bisa melihat Rabb-nya sehingga ia mati”Melihat Allah merupakan kenikmatan yang tertinggi bagi penghuni jannah. Sedangkan dunia kita ini adalah bukan tempat kenikmatan, akan tetapi merupakan tempat bersusah payah, bersedih dan tempat pemberian beban [taklif] atau tempat usaha. Jadi Allah tidak bisa dilihat di dunia sekarang ini, akan tetapi di akhirat nanti orang-orang beriman akan melihatNya.Sedangkan orang-orang kafir, di akhiratpun nanti tetap tidak bisa melihat Allah, karena mereka dihalangi untuk melihatNya, Allah Ta’ala berfirman.â€Å"Artinya : Tidak demikian, namun sesungguhnya mereka pada hari [kiamat] itu benar-benar terhalang dari melihat Rabb mereka” [Al-Muthaffifin : 15][Disalin dari kitab Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, yang di susun oleh Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, edisi Indonesia Soal-Jawab Masalah Iman dan Tauhid, Pustaka At-Tibyan]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=363&bagian=0


Artikel Melihat Allah Di Akhirat diambil dari http://www.asofwah.or.id
Melihat Allah Di Akhirat.