Minggu, 18 Mei 2008

Saya Menikahi Anaknya Dan Dia Menikahi Saudariku

Kumpulan Artikel Islami

Saya Menikahi Anaknya Dan Dia Menikahi Saudariku

>> Pertanyaan :

Lajnah Daimah ditanya: Saya ingin menikah dengan salah seorang wanitadari kerabat saya sesuai dengan ajaran Islam dan wanita tersebutmempunyai saudara laki-laki yang ingin saya jodohkan dengan adikperempuan saya. Apakah hal tersebut dibolehkan Kedua wanita tersebutmenerima mahar dan hak-hak pernikahan secara berbeda-beda tanpa adaunsur paksaan ?

>> Jawaban :

Jika kedua wanita tersebut menikah secara sukarela tanpa ada unsurpaksaan dan menerima mahar secara wajar serta tidak membuatkesepakatan atau persyaratan untuk melakukan pernikahan syighar, makapernikahan tersebut sah sebab tidak ada penghalang secara syar'i.

Artikel Saya Menikahi Anaknya Dan Dia Menikahi Saudariku diambil dari http://www.asofwah.or.id
Saya Menikahi Anaknya Dan Dia Menikahi Saudariku.

Salaf Dan Salafiyah Secara Bahasa 1/2

Kumpulan Artikel Islami

Salaf Dan Salafiyah Secara Bahasa 1/2 Salaf Dan Salafiyah Secara Bahasa 1/2

Kategori Manhaj

Kamis, 8 Juli 2004 16:38:51 WIBSALAF DAN SALAFIYAH SECARA BAHASAOlehSyaikh Abu Usamah Salim bin 'Ied Al-HilaalyBagian Pertama dari Dua Tulisan [1/2]Saya menginginkan orang yang berjalan di atas manhaj salaf dengan ilmu, dan ini syaratnya :"Artinya : Katakanlah : Inilah [agama]ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak [kamu] kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik" [Yusuf : 108]Untuk mengetahui bahwa penunjukkan dan pecahan kata ini mengalahkan ikatan fanatisme kelompok yang merusak dan melampui lorong sempit kerahasiaan karena dia itu sangat jelas seperti jelasnya matahari di siang hari."Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang salih dan berkata : 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" [Fush shilat : 33]Kata salaf secara bahasa bermakna orang yang telah terdahulu dalam ilmu, iman, keutamaan dan kebaikan.Berkata Ibnul Mandzur [Lisanul Arab 9/159] : Salaf juga berarti orang-orang yang mendahului kamu dari nenek moyang, orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu dan memiliki umur lebih serta keutamaan yang lebih banyak. Oleh karena itu, generasi pertama dari Tabi'in dinamakan As-Salafush Shalih.Saya berkata : Dan dengan makna ini adalah perkataan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada putrinya Fathimah Radhiyallahu 'anha."Artinya : Sesungguhnya sebaik-baik pendahulu [salaf] bagimu adalah aku"[Hadits Shahih Riwayat Muslim No. 2450]Dan diriwayatkan dari beliau Shallallahu 'alihi wa sallam bahwa beliau berkata kepada putri beliau Zainab Radhiyallahu 'anha ketika dia meninggal."Artinya : Susullah salaf shalih [pendahulu kita yang sholeh] kita Utsman bin Madz'un" [1]Adapun secara istilah, maka dia adalah sifat pasti yang khusus untuk para sahabat ketika dimutlakkan dan yang selain mereka diikutsertakan karena mengikuti mereka.Al-Qalsyaany berkata dalam Tahrirul Maqaalah min Syarhir Risalah [q 36] : As-Salaf Ash-Shalih adalah generasi pertama yang mendalam ilmunya lagi mengikuti petunjuk Rasulullah dan menjaga sunnahnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memilih mereka untuk menegakkan agamaNya dan meridhoi mereka sebagai imam-imam umat. Mereka telah benar-benar berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan menghabiskan umurnya untuk memberikan nasihat dan manfaat kepada umat, serta mengorbankan dirinya untuk mencari keridhoan-Nya.Sungguh Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memuji mereka dalam kitabNya dengan firmanNya."Artinya : Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka" [Al-Fath : 29]Dan firman Allah."Artinya : [Juga] bagi para fuqara yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka [karena] mencari karunia dari Allah dan keridhaan[Nya] dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar" [Al-Hasr : 8]Di dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebut kaum muhajirin dan Anshor kemudian memuji itiba' [sikap ikut] kepada mereka dan meridhoi hal tersebut demikian juga orang yang menyusul setelah mereka dan Allah Subahanahu wa Ta'ala mengancam dengan adzab orang yang menyelisihi mereka dan mengikuti jalan selain jalan mereka, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali" [An-Nisa' : 115]Maka merupakan suatu kewajiban mengikuti mereka pada hal-hal yang telah mereka nukilkan dan mencontoh jejak mereka pada hal-hal yang telah mereka amalkan serta memohonkan ampunan bagi mereka, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dan orang-orang yang datang sesudah mereka [Muhajirin dan Anshar] mereka berkata : "Ya Rabb kami, beri ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang" [Al-Hasr : 10]Istilah ini pun diakui oleh orang-orang terdahulu dan mutaakhirin dari ahli kalam.Al-Ghazaali berkata dalam kitab Iljaamul Awaam an Ilmil Kalaam hal 62 ketika mendefnisikan kata As-Salaf : Saya maksudkan adalah madzhab sahabat dan tabiin.Al-Bajuuri berkata dalam kitab Syarah Jauharuttauhid hal. 111 : Yang dimaksud dengan salaf adalah orang-orang yang terdahulu yaitu para Nabi, sahabat, tabi'in dan tabiit-tabiin.Istilah inipun telah dipakai oleh para ulama pada generasi-generasi yang utama untuk menunjukkan masa shohabat dan manhaj mereka, diantaranya :[1]. Berkata Imam Bukhari [6/66 Fathul Bariy] : Rasyid bin Sa'ad berkata : Dulu para salaf menyukai kuda jantan, karena dia lebih cepat dan lebih kuat.Al-Hafidz Ibnu Hajar menafsirkan perkataan Rasyid ini dengan mengatakan : Yaitu dari para sahabat dan orang setelah mereka.Saya berkata : Yang dimaksud adalah shahabat karena Rasyid bin Saad adalah seorang Tabi'in maka sudah tentu yang dimaksud di sini adalah shahabat.[2]. Berkata Imam Bukhari [9/552 Fathul Bariy] : Bab As-Salaf tidak pernah menyimpan di rumah atau di perjalanan mereka makanan daging dan yang lainnya.Saya berkata ; Yang dimaksud adalah shahabat.[3]. Imam Bukhari berkata [1/342 Fathul Bariy] : Dan Az-Zuhri berkata tentang tulang-tulang bangkai seperti gajah dan yang sejenisnya : Saya menjumpai orang-orang dari kalangan ulama Salaf bersisir dan berminyak dengannya dan mereka tidak mempersoalkan hal itu.Saya berkata : Yang dimaksud adalah sahabat karena Az-Zuhri adalah seorang tabiin.[4]. Imam Muslim telah mengeluarkan dalam Muqadimah shahihnya hal.16 dari jalan periwayatan Muhammad bin Abdillah, beliau berkata aku telah mendengar Ali bin Syaqiiq berkata ; Saya telah mendengar Abdullah bin Almubarak berkata - di hadapan manusia banyak- : Tinggalkanlah hadits Amru bin Tsaabit, karena dia mencela salaf.Saya berkata : Yang dimaksud adalah sahabat.[5]. Al-Uza'iy berkata : Bersabarlah dirimu di atas sunnah, tetaplah berdiri di tempat kaum tersebut berdiri, katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tinggalkanlah apa yang mereka tinggalkan dan tempuhlah jalannya As-Salaf Ash-Shalih, karena akan mencukupi kamu apa saja yang mencukupi mereka [Dikeluarkan oleh Al-Aajury dalam As-Syari'at hal.57]Saya berkata : Yang dimaksud adalah sahabat. Oleh karena itu, kata As-Salaf telah mengambil makna istilah ini dan tidak lebih dari itu. Adapun dari sisi periodisasi [perkembangan zaman], maka dia dipergunakan untuk menunjukkan generasi terbaik dan yang paling benar untuk dicontoh dan diikuti, yaitu tiga generasi pertama yang telah dipersaksikan dari lisan sebaik-baiknya manusia Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa mereka memiliki keutamaan dengan sabdanya."Artinya : Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi kemudian datang kaum yang syahadahnya salah seorang dari mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului syahadahnya" [Dan dia adalah hadits Mutawatir akan datang Takhrijnya][Disalin dari Kitab Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafy, edisi Indonesia Mengapa Memilih Manhaj Salaf [Studi Kritis Solusi Problematika Umat] oleh Syaikh Abu Usamah Salim bin 'Ied Al-Hilaly, terbitan Pustaka Imam Bukhari, penerjemah Kholid Syamhudi]_________Foote Note.[1]. Hadits Shahih Riwayat Ahmad 1/237-238 dan Ibnu Saad dalam Thobaqaat 8/37 dan di shahihkan oleh Ahmad Syakir dalam Syarah Musnad No. 3103, akan tetapi dimasukkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Dhoifh No. 1715

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=896&bagian=0


Artikel Salaf Dan Salafiyah Secara Bahasa 1/2 diambil dari http://www.asofwah.or.id
Salaf Dan Salafiyah Secara Bahasa 1/2.

Nasehat Untuk Ikhwan Dan Akhwat 3/3

Kumpulan Artikel Islami

Nasehat Untuk Ikhwan Dan Akhwat 3/3 Nasehat Untuk Ikhwan Dan Akhwat 3/3

Kategori Nasehat

Selasa, 22 Juni 2004 07:59:31 WIBNASEHAT UNTUK IKHWAN DAN AKHWATOlehSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin BaazBagian Terkahir dari Tiga Tulisan [3/3]Salah satu upaya untuk menjaga shalat fajar tepat pada waktunya dan melaksanakannya secara berjamaah, maka hendaklah seseorang bersegera untuk tidur dan tidak begadang terlalu malam.Adalah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam membenci tidur sebelum Isyak dan ngobrol sesudahnya.Disyariatkan bagi mukminin dan mukminat mencurahkan segala kemampuannya untuk menjaga shalat agar tepat pada waktunya tidak begadang setelah Isyak, karena hal itu terkadang menjadikan seseorang ketiduran --ketinggalan Shalat Fajar--. Seyogyanyalah pada saat-saat yang perlu dicermati ini kita saling tolong menolong agar bisa melaksanakannya. Sebagaimana layaknya tolong menolong antar anggota keluarga dalam menunaikan urusan shalat Fajar ini.Allah berfirman :"Artinya : Dan tolong menolonglah kamu dalam [mengerjakan] kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran". [Al-Maidah : 2]"Artinya : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran". [Al-Ashr : 1-3].Wajib bagi kaum muslimin saling memberi nasehat dan berwasiat tentang kebenaran, tolong menolong dalam kebaikan, dan amar ma'ruf nahi mungkar sebelum terjadinya hukuman dari Allah. Telah ada hadist shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkenan dengan perkara tersebut :"Artinya : Sesungguhnya manusia, apabila melihat kemungkaran dan tidak berupaya untuk merubahnya, dikhawatirkan Allah akan menyegerakan hukuman bagi mereka secara umum"."Artinya : Ad-dien itu adalah nasihat, ad-dien itu adalah nasihat, ad-dien itu adalah nasihat'. [Nasihat artinya sucinya hati atau ikhlas]. Maka bertanyalah sahabat, 'Untuk siapa Ya Rasulullah '. Nabi menjawab : 'Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan Imam-imam kaum muslimin, serta kaum muslimin semuanya".Berkata Jarir bin Abdullah Al-Bajaliy Radhiyallahu anhu."Artinya : Aku membai'at Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menegakan shalat, menunaikan zakat dan nasehat untuk setiap muslim".Disyari'atkan bagi setiap muslim manakala mendengar ajaran yang berfaedah agar menyampaikannya kepada yang lain, demikian pula muslimat agar supaya menyampaikan kepada yang lain, manakala mendengar ilmu yang bermanfaat. Hal ini berdasarkan sabda Nabi, "Sampaikan ajaran dariku sekalipun hanya satu ayat".Adalah Nabi manakala berkhotbah di hadapan manusia beliau bersabda : "Hendaklah orang yang menyaksikan [hadir] menyampaikan kepada yang tidak hadir, adakalanya seorang penyampai ajaran [mubaligh] tidak lebih menguasai dari yang sekedar mendengar".Sabdanya lagi :"Artinya : Barangsiapa meniti jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan permudah baginya jalan menuju jannah".Termasuk dalam hadits ini adalah, bagi siapa saja yang datang ke masjid, atau tempat yang terdapat disana halaqah ilmu dan pengajaran ilmu yang bermanfaat. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Artinya : Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kabaikan, maka Allah fahamkan dia terhadap agama.Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Artinya : Allah pasti melihat dengan kasih sayang-Nya terhadap seseorang yang mendengar perkataanku [Nabi], lalu meresponnya dengan baik kemudian melaksanakannya sebagaimana yang di dengar, adakalanya pembicara [mubaligh] itu lebih pandai daripada pendengar adakalanya mubaligh itu menyampaikan kepada yang lebih pandai darinya"."Artinya : Tidalah suatu kaum itu berkumpul di rumah-rumah Allah, kemudian mereka membaca kitabullah dan saling mengajarkan di antara mereka kecuali rasa tenang akan turun kepada mereka, mereka akan Allah dengan rahmat dan akan dikelilingi Malaikat serta mereka diingat Allah tentang apa-apa yang ada di sisi-Nya".Ini menunjukkan disyariatkannya berlomba dalam halaqah ilmu, menaruh perhatian besar terhadapnya, dan tamak untuk berkumpul dalam rangka tilawatul qur'an dan saling mengajarkannya.Diantaranya ialah mendengarkan acara-acara keagamaan, penyampaian hadits-hadits yang bermanfaat, penyiaran tilawah qur'an yang dipandu oleh mereka yang dipandang mampu dalam bidang ilmu agama dan bashirah [hujjah] serta kebaikan aqidah.Sebagaimana sudah dimaklumi, bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah, sudah semestinya dilakukan berdasarkan ilmu. Manusia tidak akan mengerti hakekat ibadah yang telah dibebankan kepadanya kecuali dengan belajar dan mendalami agama. Allah berfirman :"Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku". [Adz-Dzariyat : 56].Ibadah yang bagaimanakah yang diwajibkan kepada kita untuk mempelajari dan mempelajarinya Yaitu segala sesuatu yang disyari'atkan Allah dan dicintainya untuk dilakukan hamba-Nya, seperti shalat, zakat, shiyam dan selainnya. Kemudian Allah berfirman :"Artinya : Dan orang-orang yang membayar zakat".Zakat adalah haqqul mal, Allah mewajibkan kepada setiap muslim untuk mengeluarkan zakat dari sebagian hartanya kepada yang berhak menerima. Allah mewajibkan bagi pembayar zakat agar ikhlas karena Allah berharap pahala-Nya serta takut terhadap hukumannya. Allah berfirman :"Artinya : Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin". [At-taubah : 60].Kemudian Allah melanjutkan firman-Nya :"Artinya : Mereka mentaati Allah dan Rasul-Nya".Setelah Allah menyebutkan shalat, zakat, loyalitas diantara kaum mukmin, amar ma'ruf nahi mungkar, Allah berfirman :"Artinya : Mereka mentaati Allah dan Rasul-Nya".Yaitu, [taat] dalam segala sesuatu, seperti taat dalam masalah amar ma'ruf nahi mungkar, shalat dan zakat. Pendek kata, mentaati Allah dalam segala hal.Demikian sifat mukminin dan mukminat, yaitu mereka selalu mentaati Allah dan Rasul-Nya dalam setiap perintah dan larangan-Nya dimanapun mereka berada. Agama seseorang tidak akan sempurna kecuali dengan ketaatan yang utuh kepada-Nya.Allah berfirman :"Artinya : Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat karunia Allah".Kemudian Allah menjelaskan bahwasanya orang-orang yang istiqamah dalam agamanya, menunaikan kewajiban terhadap Allah, mentaati-Nya dan mentaati Rasulullah Shallalalhu 'alaihi wa sallam, mereka itulah yang berhak mendapat karunia di dunia dan di akhirat karena ketaatannya kepada Allah, keimanan dengan-Nya serta pelaksanaan kewajiban terhadap-Nya.Hal itu juga menunjukkan bahwa sesungguhnya bagi orang yang berpaling, lalai dan orang-orang yang mengabaikan kewajiban, maka bagi mereka sama halnya dengan menyodorkan dirinya untuk di adzab Allah dan dimurkai-Nya.Rahmat Allah bisa diperoleh dengan amal shalih dan kesungguhan dalam mentaati Allah dan menegakkan perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berpaling serta mengikuti hawa nafsu atau setan, maka baginya naar pada hari kiamat.Allah berfirman :"Artinya : Adapun orang-orang yang melampui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya narlah tempat tinggal[nya]. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya janahlah tempata tinggal[nya]". [An-Naziat : 38-41].Kita memohon kepada Allah dengan Asma'ul Husna-Nya dan sifat-sifat-Nya yang tinggi, semoga Allah menunjukkan kita dan segenap kaum muslimin kepada ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih, semoga Allah memperbaiki hati kita dan amal kita sekalian, semoga Allah memberi rezeki berupa kemampuan melaksanakan Tawashau bil haq dan tawashau bish shabr, tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, mengutamakan akhirat atas dunia, mempunyai keinginan untuk tetap memiliki keselamatan hati dan amal, ambisi untuk bermanfaat bagi kaum muslimin di manapun mereka berada.Kita memohon kepada Allah semoga Dia memenangkan agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya, membimbing para pemimpin kaum muslimin keseluruhan, memperbaiki hati dan amal mereka, memberi mereka pemahaman agama dan kelapangan hati untuk berhukum dan memutuskan perkara dengan syari'at-Nya, tetap istiqamah di jalan-Nya. Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi kita dan seluruh kaum muslimin di segala penjuru dari berbagai macam fitnah dan ujian, menghinakan musuh-musuh Islam di manapun mereka berada, membatasi ruang lingkup kekuasaan mereka, serta menolong ikhwan-ikhwan kita para mujahidin fie sabilillah di setiap tempat. Sesungguhnya Allah pemimpin kaum muslimin dan Maha Kuasa atasnya.Wa shalallahu wasallam 'ala nabiyina Muhammadin wa alihi shahbihi ajma'iin.[Disalin dari buku Akhlaqul Mukminin wal Mukminat, dengan edisi Indonesia Akhlak Salaf, Mukminin dan Mukminat, oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, hal. 50-58, terbitan Pustaka At-Tibyan, penerjemah Ihsan]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=842&bagian=0


Artikel Nasehat Untuk Ikhwan Dan Akhwat 3/3 diambil dari http://www.asofwah.or.id
Nasehat Untuk Ikhwan Dan Akhwat 3/3.

Hak Isteri Atas Suami

Kumpulan Artikel Islami

Hak Isteri Atas Suami Allah berfirman : Dan bergaullah dengan mereka [Istri-istrimu ] secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka,[maka bersabarlah] karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahalAllah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. [QS. 4:19]

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Ya Allahsungguh saya menimpakan kesusahan [ dosa ] kepada orang yangmenyia-nyiakan hak dua macam manusia yang lemah yaitu : anak yatimdan wanita ] HR. Nasa'i.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : berbuatbaiklah kepada kaum wanita, karena dia diciptakan dari tulang rusuk,dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalahbagian yang paling atas, kalau kamu meluruskannya maka kamu telahmematahkannya.. Muttafaq 'alaihi.

Dari Hakim bin Mu'awiyah dari bapaknya bahwa bapaknya berkata :wahai Rasulullah ! apakah hak seorang istri yang harus dipenuhi olehsuaminya maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : kamumemberi makan kepadanya jika kamu makan, dan kamu memberinya pakaianjika kamu berpakaian dan engakau tidak memukul mukanya, tidakmenjelek-jelekkannya [ tidak berkata : semoga Allah memburukkanwajahmu ] dan tidak meninggalkannya kecuali dalam rumah. HRm AbuDaud.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : [ janganlahseorang mu'min membenci wanita mu'minah, karena jika ia membencisuatu sifatnya, maka dia akan ridha yang lainnya darinya. ] HR.Muslim.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : orang mu'minyang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya danorang-orang terbaik di antara kamu adalah yang terbaik kepadaistri-istrinya. HR. Tirmidzi.

Dari 'Amr bin Ahwash radhiyallahu 'anhu bahwa dia mendengarRasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda pada waktu hajjiwada' : ingatlah [ saya berwasiat kepada kamu agar berbuat baik padakaum wanita, maka terimalah wasiatku ini terhadap mereka ] danberbuat baiklah kepada kaum wanita, karena sesungguhnya mereka padasisi kalian bagaikan tawanan, dan kamu tidak memiliki dari merekaselain itu. HR. Tirmidzi.

Keterangan singkat :

Sebagaimana kaum lelaki mempunyai hak atas istri-istri mereka,demikian pula kaum wanita mempunyai hak atas suami-suami mereka, dantidak akan berlanjut kehidupan suami istri di atas keadilan yangdiperintahkan oleh Allah kecuali jika setiap suami dan istri memenuhihak-hak di antara mereka.

Kesimpulan :

Istri mempunyai hak yang harus dipenuhi oleh suaminya.

Wajib berbuat baik kepada kaum wanita.

Bimbingan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar selalubersabar terhadap wanita dan berlemah-lembut kepadanya.

Bahwa wanita pada suaminya bagaikan tawanan yang lemah, olehkarenanya dia harus dikasihani, dibimbing, dilindungi dan diberikanhak-haknya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membebankan dosa kepadamereka yang menyia-nyiakan hak wanita yang berada di bawahtanggungannya.

Bahwa orang yang terbaik di antara kita adalah mereka yangterbaik bagi istri-istrinya.

Artikel Hak Isteri Atas Suami diambil dari http://www.asofwah.or.id
Hak Isteri Atas Suami.