Senin, 07 Juli 2008

Semua Sahabat Rasulullah Adalah Adil Dan Haram Hukumnya Mencaci Maki Mereka 2/3

Kumpulan Artikel Islami

Semua Sahabat Rasulullah Adalah Adil Dan Haram Hukumnya Mencaci Maki Mereka 2/3 Semua Sahabat Rasulullah Adalah Adil Dan Haram Hukumnya Mencaci Maki Mereka 2/3

Kategori Ahkam

Minggu, 28 Nopember 2004 10:18:01 WIBSEMUA SAHABAT RASULULLAH ADALAH ADIL DAN HARAM HUKUMNYA MENCACI MAKI MEREKAOlehAl-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir JawasBagian Kedua dari Tiga Tulisan [2/3][D]. MAKNA 'ADALATUS SHAHABAH[1]. Menurut Bahasa.Adalah atau 'Adl lawan dari Jaur artinya kejahatan. Rojulun 'Adl maksudnya : seseorang dikatakan adil yakni seseorang itu diridhai dan diberi kesaksiannya. [Lihat Kamus Muktarus-Shihah hal. 417 cet. Darul Fikr].[2]. Menurut Istilah Ahli Hadits.Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata : "Yang dimaksud dengan adil ialah orang yang mempunyai sifat ketaqwaan dan muru'ah". [Nuzhatun Nazhar Syarah Nukhbatul-Fikar hal. 29 cet. Maktabat Thayibah tahun 1404H].[3]. Penjelasan Istilah Ahli Hadits.Maksud 'Adalatus Shahabah ialah :"Bahwa semua shahabat ialah orang-orang yang taqwa dan wara, yakni mereka adalah orang-orang yang selalu menjauhkan maksiat dan perkara-perkara yang syubhat. Para shahabat tidak mungkin berdusta atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam atau menyandarkan sesuatu yang tidak sah dari beliau". Syaikh Waliyullah Ad-Dahlawi berkata :"Dengan menyelidiki [semua keterangan] maka dapatlah kita ambil kesimpulan bahwa semua shahabat berkeyakinan bahwasanya berdusta atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebesar-besar dosa, maka mereka menjaga sungguh-sungguh agar tidak terjatuh dalam berdusta atas nama beliau". [7]Al-Khatib Al-Baghdadi berkata :"Semua hadits yang bersambung sanadnya dari orang-orang yang meriwayatkan sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak boleh diamalkan kecuali kalau sudah diperiksa keadilan rawi-rawinya serta wajib memeriksa biografi mereka dan dikecualikan dari mereka adalah shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, karena 'Adalah [keadilan] mereka sudah pasti dan sudah diketahui dengan pujian Allah atas mereka. Allah memberitakan tentang bersihnya mereka dan Allah memilih mereka [sebagai penolong Rasul-Nya] berdasarkan nash Al-Qur'an". [8]Imam Syairaji berkata dalam Tabshirah fi Ushulil-Fiqh hal. 329 :"Semua shahabat sudah tetap keadilannya, maka tidak perlu lagi diperiksa tentang keadaan mereka". [9].[E]. DALIL-DALIL TENTANG KEADILAN SHAHABAT DARI AL-QUR'AN DAN SUNNAH.[1]. Allah Berfirman."Artinya : Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kalian menyuruh yang ma'ruf dan mencegah yang munkar dan kalian beriman kepada Allah". [Ali-Imran : 110]."Artinya : Dan demikian [pula] kami telah menjadikan kalian umat yang adil dan pilihan". [Al-Baqarah : 143][2]. Nabi Shallallahu 'alaihi Wa Sallam Menjelaskan Bahwa Para Shahabat Dan Umat Islam Yang Mengikuti Jejak Mereka Adalah orang-orang yang adil.Sebagaimana sabda beliau."Artinya : Dari Abu Sa'id Al-Khudri adalah ia berkata :"Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Nuh akan dipanggil pada hari kiamat. Lalu ia jawab :"Aku penuhi panggilan-Mu dan Maha Bahagia nama-Mu wahai Rabb-ku". Allah bertanya :"Apakah sudah engkau sampaikan [dakwah/risalah] ". Ia berkata :"Ya sudah". Lalu umatnya di tanya ;"Apakah ia sudah menyampaikan [risalah] kepada kalian ." Mereka berkata :"Tidak pernah ada pengancam [Da'i] yang datang kepada kami ! Allah bertanya lagi pada Nuh 'Alaihi sallam :"Siapakah yang akan menjadi saksi bagimu [bahwa kamu sudah menyampaikan risalah]" Ia [Nuh] jawab :"Muhammad dan umatnya". Kemudian ia menjadi saksi bahwa ia telah menyampaikan risalah, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi saksi atas kalian. Demikianlah Allah berfirman :"Dan demikian [pula] kami telah menjadikan kalian umat yang adil dan pilihan agar kalian menjadi saksi atas [perbuatan] manusia dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi saksi atas [perbuatan] kalian". Wasath dalam ayat ini bermakna adil.[Hadits Shahih Riwayat Bukhari/Fathul Bari 8 : 171-172 No. 4487].[3].Allah Meridhai Mereka [Para Shahabat Dari Muhajirin Dan Anshar] Dan Orang-Orang Yang Mengikuti Jejak Mereka Dengan Baik."Artinya : Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama [masuk Islam] dari orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalirkan sungai-sungai didalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar". [At-Taubah : 100]."Artinya : Sesungghnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepada mu [Muhammad] di bawah pohon". [Al-Fath : 18]."Artinya : Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersama beliau adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang terhadap sesama mereka ; kalian lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya ...". [Al-Fath : 29][4]. Sifat-Sifat Para Shahabat Yang Disebutkan Dalam Al-Qur'an Adalah :[a]. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar beriman [Al-Anfaal : 74].[b]. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus [Al-Hujuraat : 7][c]. Mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan [At-Taubah : 20][d]. Mereka adalah orang-orang yang benar [At-Taubah : 119][e]. Mereka adalah orang-orang yang bertaqwa [Al-Fath : 26][f]. Mereka adalah orang-orang yang menjengkelkan orang-orang kafir dan mereka benci kepada kekafiran [Al-Fath : 29][g]. Dan sifat-sifat lainnya yang termasuk dalam Al-Qur'an.[5]. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bersabda."Artinya : Sebaik-baik manusia adalah zamanku ini, kemudian yang sesudah itu, kemudian yang sesudah itu, kemudian nanti akan ada satu kaum dimana persaksian seorang dari mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya itu mendahului persaksiannya". [Hadits Shahih Riwayat Bukhari 4:189, Muslim 7:184-185, Ahmad 1:378,417,434,442 dan lain-lain].[6]. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bersabda."Artinya :Hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir".Kata Ibnu Hibban :"Hadits ini sebesar-besar dalil yang menunjukkan bahwa semua shahabat adil dan tidak satupun diantara mereka yang tercela dan lemah. [Al-Jarh wat Ta'dil oleh Abi Lubabah ; Ibnu Hibban 1:123]."Artinya : Ibnu Abbas berkata : 'Janganlah kalian mencaci maki atau menghina para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sesungguhnya kedudukan salah seorang dari mereka bersama Rasulullah sesaat [sejam] itu lebih baik dari amal seorang dari kalian selama 40 [empat puluh] tahun". [Hadits Riwayat Ibnu Batthah dengan sanad yang shahih] [10]"Artinya : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Tidak akan masuk neraka seorang-pun dari orang-orang yang berba'iat di bawah pohon [di Hudaibiyyah]". [Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Muslim]."Artinya : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Tidak akan masuk neraka seseorang yang ikut serta dalam perang Badar dan Perjanjian Hudaibiyyah". [Hadits Shahih Riwayat Ahmad III:396 dari Jabir].Penjelasan :Ayat-ayat dan hadits-hadits diatas menunjukan dengan jelas bahwa para shahabat Ridwanullahi 'alaihim ajmain adalah orang-orang yang telah mendapat pujian dan sanjungan dari Allah dan Rasul-Nya, mereka mempunyai jasa yang besar bagi Islam dan kum Muslimin.Islam yang diterima oleh kaum Muslimin sampai hari Kiamat adalah berkaitan dengan pengorbanan para shahabat yang ikut serta dalam perang Badar dan perang-perang lainnya demi tegaknya agama Islam. Karena itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan umat Islam bahwa apa yang mereka infaq-kan dan belanjakan fii-sabilillah belumlah dapat menyamai derajat para Shahabat, meskipun umat Islam ini berinfaq sebesar gunung Uhud berupa emas atau barang-barang berharga lainnya.Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata tentang Shahabat-shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :"Tidak ada seorangpun dari kalian yang dapat menyamai mereka. Mereka siang hari bergelimang pasir dan debu [di medan perang], sedang di malam hari mereka banyak berdiri, ruku' dan sujud [beribadah kepada Allah] silih berganti, tampak kegesitan dari wajah-wajah mereka, seolah-olah mereka berpijak di bara api bila mereka ingat akan hari pembalasan [Akhirat], tampak bekas sujud di dahi mereka, bila mereka Dzikrullah berlinang air mata mereka sampai membasahi baju mereka, mereka condong laksana condongnya pohon dihembus angin yang lembut karena takut akan siksa Allah, serta mereka mengharapkan pahala dan ganjaran dari Allah". [11] Kemudian beliau berkata lagi :"Mereka adalah shahabat-shabatku yang telah pergi, pantas kita merindukan mereka dan bersedih karena kepergian mereka" [12][Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 12/ThI/1415-1995]________Fote Note.[7].Tadribur-Rawi 2 hal. 215[8]. Al-Kifayah fi 'Ilmir-Riwayah hal.93[9]. 'Umul Hadits hal. 329, Libni Shalah ; Mudzakirah Ushulil-Fiqhlis-Syahqithi hal. 126[10]. Lihat Syarah Aqidah Thahawiyah hal. 469 hal, Takhrij Syaikh Al-Albani[11]. Najhul Balaghah yang di tahqiq oleh Dr. Shubhi Shaleh cet. Daarul Kutub Al-Lubnani [Beirut] hal. 143,177,178 dinukil dari Shuratani Mutadhatani, Tarjamah Bey Arifin hal. 16-17[12]. Ibid

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1196&bagian=0


Artikel Semua Sahabat Rasulullah Adalah Adil Dan Haram Hukumnya Mencaci Maki Mereka 2/3 diambil dari http://www.asofwah.or.id
Semua Sahabat Rasulullah Adalah Adil Dan Haram Hukumnya Mencaci Maki Mereka 2/3.

Siapakah Yang Termasuk Ahli Kitab

Kumpulan Artikel Islami

Siapakah Yang Termasuk Ahli Kitab

>> Pertanyaan :

Siapakah yang dimaksud ahli kitab sekarang karena orang nashranikaum salibis mereka percaya kepada tiga oknum oleh karenanya merekaadalah musyrik, dan orang-orang yahudi pembunuh para nabi, musuh NabiMuhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah musyrik karena merekamengatakan [ kami adalah kekasih Allah,---- Tangan Allah terbelengu ] dan kitab yang ada pada mereka sudah dirubah-rubah sebagaimana sudahdiketahui umum, oleh karena itu, kami mengharap dari yang mulia untukmenjawab dan menghilangkan kebingungan kami ini ! dan semoga Allahmembalasnya dengan kebaikan?

>> Jawaban :

Ahli kitab adalah orang-orang yahudi dan orang-orang nashrani walaupunmereka syirik, dan kesyirikan ini telah ada pada mereka ketika al-Qur'anditurunkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Allah telahmemberitahukan tentang perbuatan orang-orang nashrani bahwa merekamenuhankan Nabi Isa 'alaihissalam dan bahwa mereka menjadikannya tuhanbersama Allah dan mereka menyembahnya bersama Allah, Allah berfirman :[Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: SesungguhnyaAllah ialah Al-Masih putera Maryam , padahal Al-Masih [sendiri]berkata: Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu .Sesungguhnya orang yang mempersekutukan [sesuatu dengan] Allah, makapasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka,tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. [QS.5:72] Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: BahwanyaAllah salah satu dari yang tiga , padahal sekali-kali tidak ada Ilah[yang kelak berhak disembah] selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidakberhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yangkafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. [QS. 5:73]Sebagaimana juga Allah telah memberitakan tentang orang-orang yahudi,bahwa mereka berkata : 'Uzair adalah anak Allah. Dan Allah telahmemberitahukan tentang ahli kitab semuanya [ Yahudi dan Nashrani ]bahwa mereka menjadikan pendeta-pendeta mereka sebagai arbab [tuhan-tuhan ] selain Allah, Sebagaimana firman-Nya [Orang-orang Yahudiberkata: Uzair itu putera Allah dan orang-orang Nasraniberkata: Al-Masih itu putera Allah . Demikian itulah ucapan merekadengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafirterdahulu. Dila'nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampaiberpaling. [QS. 9:30] Mereka menjadikan orang-orang alimnya danrahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan [juga merekamenjadikan Rabb ] Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruhmenyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah [yang berhak disembah]selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. [QS.9:31] Dan firman-Nya : [Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah [berpegang]kepada suatu kalimat [ketetapan] yang tidak ada perselisihan antarakami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kitapersekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak [pula] sebagian kitamenjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain Allah.Jika merekaberpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kamiadalah orang-orang yang berserah diri [kepada Allah] . [QS. 3:64] DanAllah telah memberitahukan bahwa mereka mengakui adanya tiga oknumyang mereka sembah dan Allah telah melarang mereka dari perbuatantersebut dengan firman-Nya : Wahai Ahli Kitab, janganlah kamumelampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadapAllah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu,adalah utusan Allah dan [yang diciptakan dengan] kalimat-Nya yangdisampaikan-Nya kepada Maryam, dan [dengan tiupan] roh dari-Nya. Makaberimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamumengatakan: [Ilah itu] tiga , berhentilah [dari ucapan itu]. [Itu]lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Maha SuciAllah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalahkepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. [QS. 4:171] Danlain-lainnya dari ayat al-Qur'an yang menunjukkan akan kemusyrikan dankekufuran mereka sewaktu al-Qur'an diturunkan, dan Allah telah menamai[ menyebut ] mereka sebagai ahli kitab dalam banyak tempat dariAl-Qur'an.

Artikel Siapakah Yang Termasuk Ahli Kitab diambil dari http://www.asofwah.or.id
Siapakah Yang Termasuk Ahli Kitab.

Hukum Asalnya Adalah Poligami

Kumpulan Artikel Islami

Hukum Asalnya Adalah Poligami

>> Pertanyaan :

Apakah hukum asal di dalam perkawinan itu poligami ataukah monogami?

>> Jawaban :

Hukum asal perkawinan itu adalah poligami [menikah lebih dari satuistri] bagi lelaki yang mampu dan tidak ada rasa kekhawatiran akanterjerumus kepada perbuatan zhalim. [Yang demikian itu diperbolehkan]karena mengandung banyak maslahat di dalam memelihara kesuciankehormatan, kesucian kehormatan wanita-wanita yang dinikahi itusendiri dan berbuat ihsan kepada mereka dan memperbanyak keturunanyang dengannya ummat Islam akan menjadi banyak dan makin banyak pulaorang yang menyembah Allah Subhannahu wa Ta'ala semata.

Dalil poligami itu adalah firman Allah,

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap [hak-hak]perempuan yatim [bilamana kamu mengawininya], maka kawinilahwanita-wanita [lain] yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudianjika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka [kawinilah]seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian ituadalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. [An-Nisa: 3].

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pun mengawini lebih dari satuistri, dan Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman,

Sesungguhnya telah ada pada [diri] Rasulullah itu suri tauladan yangbaik bagimu. [Al-Ahzab: 21].

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pun bersabda setelah adabeberapa orang shahabat yang mengatakan: Aku akan selalu shalat malamdan tidak akan tidur. Yang satu lagi berkata: Aku akan terusberpuasa dan tidak akan berbuka. Yang satu lagi berkata: Aku tidakakan mengawini wanita.

Tatkala ucapan mereka sampai kepada Nabi Shalallaahu alaihi wasalam,beliau langsung berkhutbah di hadapan para shahabatnya, seraya memujikepada Allah, kemudian beliau bersabda,

Kaliankah tadi yang mengatakan begini dan begitu!Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut kepada Allah di antarakalian dan paling bertaqwa kepada-Nya. Sekali pun begitu, aku puasadan aku juga berbuka, aku shalat malam tapi akupun tidur, dan akumengawini wanita. Barangsiapa yang tidak suka kepada sunnahku ini,maka ia bukan dari [umat]ku Riwayat Imam Al-Bukhari.

Ini adalah ungkapan luar biasa dari Rasulullah Shalallaahu alaihiwasalam mencakup satu istri dan lebih. Wabillahittaufiq.

[ Majalah al-Balagh, edisi: 1015, tanggal 19 R. Awal 1410 H. FatwaIbnu Baz. ]

Artikel Hukum Asalnya Adalah Poligami diambil dari http://www.asofwah.or.id
Hukum Asalnya Adalah Poligami.

Kacaunya Pikiran Ketika Shalat

Kumpulan Artikel Islami

Kacaunya Pikiran Ketika Shalat Kacaunya Pikiran Ketika Shalat

Kategori Shalat

Kamis, 25 Maret 2004 21:58:22 WIBKACAUNYA PIKIRAN KETIKA SHALATOlehSyaikh Abdul Aziz bin BazPertanyaan.Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Ketika saya hendak shalat, saya sedang kacau pikiran dan banyak yang dipikirkan, dan rasanya saya tidak begitu sadar terhadap diri saya sendiri kecuali setelah salam, lalu saya mengulangi lagi, namun saya rasakan seperti semula, sampai-sampai saya lupa tasyahud awal dan tidak tahu lagi berapa rakaat yang telah saya kerjakan. Hal ini semakin menambah kekhawatiran dan rasa takut saya kepada murka Allah, kemudian saya sujud sahwi. Saya mohon bimbingannya, dan saya haturkan terima kasih.Jawaban.Bisikan itu berasal dari syetan, yang wajib bagi Anda adalah memelihara shalat, konsentrasi dan thuma’ninah dalam melaksanakannya sehingga Anda dapat melaksanakannya dengan penuh kesadaran. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.â€Å"Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, [yaitu] orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” [Al-Mukminun : 1-2]Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat orang yang tidak sempurna shalatnya dan tidak thuma’ninah dalam melaksanakannya, beliau menyuruhnya untuk mengulangi shalatnya, beliaupun bersabda.â€Å"Artinya : Jika engkau hendak mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu, lalu berdirilah menghadap kiblat kemudian bertakbirlah [takbiratul ihram], lalu bacalah ayat-ayat Al-Qur’an yang mudah bagimu, kemudian ruku’lah sampai engkau tenang dalam posisi ruku, lalu bangkitlah [berdiri dari ruku’] sampai engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah sampai engkau tenang dalam posisi sujud, lalu bangkitlah [dari sujud] sampai engkau tenang dalam posisi duduk. Kemudian, lakukan itu semua dalam semua shalatmu” [Al-Bukhari, kitab Al-Adzan 757, Muslim kitab Ash-Shalah 397]Jika Anda sadar bahwa Anda sedang shalat di hadapan Allah dan bemunajat kepadaNya, maka hal itu akan mendorong Anda untuk khusyu’ dan konsentrasi ketika shalat, syetan pun akan menjauh dari Anda sehingga selamatlah Anda dari bisikkannya. Jika dalam shalat Anda terasa banyak godaan, meniuplah tiga kali ke samping kiri dan memohonlah perlindungan Allah tiga kali dari godaan syetan yang terkutuk, insya Allah hal ini akan membebaskan anda.Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh salah seorang sahabatnya melakukan itu, ketika orang tersebut berkata, â€Å"Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah menyelinap diantara diriku dan shalatku serta bacaanku, ia mengacaukan shalatku” [Muslim, kitab As-Salam 2203 dari hadits Utsman bin Abu Al-Ash]Jadi, Anda tidak perlu mengulangi shalat karena godaan, akan tetapi hendaknya Anda sujud sahwi jika Anda telah melakukan apa yang diwajibkan itu. Misalnya, Anda tidak melakukan tasyahud awal karena lupa, atau tidak membaca tasbih ketika ruku’ atau sujud karena lupa, atau Anda ragu apakah tiga raka’at atau empat raka’at ketika shalat Zhuhur umpamanya, maka anggaplah itu tiga raka’at, lalu sempurnakanlah shalat, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam. Jika dalam shalat Maghrib Anda ragu apakah baru dua raka’at atau sudah tiga raka’at, maka anggaplah itu baru dua raka’at lalu sempurnakan, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam, karena demikianlah yang diperintahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Semoga Allah melindungi Anda dari godaan setan dan menunjuki Anda kepada yang diridahiNya.[Kitab Ad-Da’wah, hal 76, Syaikh Ibnu Baz][Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 188-190 Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=538&bagian=0


Artikel Kacaunya Pikiran Ketika Shalat diambil dari http://www.asofwah.or.id
Kacaunya Pikiran Ketika Shalat.