Rabu, 02 Juli 2008

Hak Allah Lebih Penting Daripada Hak Suami

Kumpulan Artikel Islami

Hak Allah Lebih Penting Daripada Hak Suami

>> Pertanyaan :

Saya seorang perempuan tua dan kaya. Saya telah mengajukan lebih darisatu kali kepada suami saya untuk menunaikan ibadah haji, akan tetapiia menolak permintaan saya untuk menunaikan ibadah haji tanpa sebabyang jelas. Dan saya punya saudara laki-laki hendak pergi ibadah haji.Apakah saya boleh pergi haji bersamanya sekalipun suami saya tidakmengizinkan, ataukah saya tidak perlu pergi haji tetapi tinggal dikampung halaman mentaati suami Saya memohon fatwanya, jaza-kumullahkhairan.?

>> Jawaban :

Karena ibadah haji itu wajib dilakukan segera dengan terpenuhinyasyarat-syaratnya; dan karena perempuan juga memiliki taklif [bebankewajiban] dan kemampuan serta mahram, maka ia wajib segera pergi haji,dan suaminya haram melarangnya tanpa alasan yang jelas. Ia boleh pergibersama saudara lelakinya sekalipun suami tidak menyetujuinya, sebabkewajiban telah menjadi pasti baginya sebagaimana kepastian kewajibanshalat dan puasa. Maka hak Allah harus didahulukan dan suami tidakberhak melarangnya menunaikan kewajiban ibadah haji tanpa alasan yangjelas. Hanya Allahlah yang memberi petunjuk ke jalan yang lurus.

[ Ibnu Jibrin: Fawaid wa fatawa yahummul marah al-Muslimah, hal. 101.]

Artikel Hak Allah Lebih Penting Daripada Hak Suami diambil dari http://www.asofwah.or.id
Hak Allah Lebih Penting Daripada Hak Suami.

Menghadirkan Arwah Itu Tidak Lain HanyalahMendatangkan Setan

Kumpulan Artikel Islami

Menghadirkan Arwah Itu Tidak Lain HanyalahMendatangkan Setan

>> Pertanyaan :

Ada orang-orang yang sibuk mendatangkan arwah dan menempuh jalan-jalanyang berbeda-beda. Sebagian mereka memegang gelas kecil, bejana, atauhuruf-huruf yang dituliskan di atas jendela, yang berisijawaban-jawaban arwah yang didatang-kan atas pertanyaan-pertanyaanyang diarahkan kepada mereka dari kumpulan huruf-huruf menurut urutanberpindahnya gelas atau bejana di dalamnya. Sebagian yang lain memakailewat bak sampah, yang diujungnya diletakkan pena untuk menulisja-waban-jawaban atas pertanyaan para penanya [jelangkung, pent.]Apakah memang ruh yang dihadirkan, sebagaimana mereka kira, ataukahqarin atau setan Dan apa hukum syar'i mengenai hal itu?

>> Jawaban :

Yang dimaksud dengan arwah di sini adalah bangsa jin yang diciptakanAllah dari api. Mereka adalah ruh dengan tanpa jasad. Dan, yangdimaksud dengan menghadirkannya ialah memang-gilnya dan memintakehadirannya sehingga berbicara dan manusia mendengar ucapannya.Seperti diketahui bahwa Allah telah menutupi mereka dari kita danbahwa penglihatan kita dapat membakar mereka, sebagaimana firmanNyatentang Iblis,Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatutempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. [Al-A`raf: 27].

Yang dimaksud dengan kabilahnya ialah bangsanya dan yang semisalpenciptaannya, seperti malaikat dan jin. Allah mem-beri kepada merekakemampuan untuk merubah wujud menjadi jasad-jasad yang bermacam-macam.Mereka dapat menampakkan diri dalam rupa hewan, serangga, singa danlain-lain. Mereka juga memiliki kemampuan untuk menyerupai manusia,sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta'ala ,Tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yangke-masukan setan lantaran [tekanan] penyakit gila. [Al-Baqarah: 275].

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

Setan mengalir dalam diri manusia pada alirandarah.

Selama muslim membentengi dirinya dengan berdzikir kepada Allah,berdoa kepadaNya, membaca kitabNya, beramal shalih dan jauh darikeharaman, maka Allah melindunginya, dan jin tidak mampu mengganggunyaserta menguasainya kecuali bila Allah menghendaki.

Adapun menghadirkan ruh yang dimaksud dalam pertanyaan maka tidakdiragukan lagi bahwa yang diha-dirkan itu kemungkinan prajurit setan [khadam],yang kepada merekalah manusia mendekatkan diri dengan apa yang merekasukai atau menulis huruf-huruf yang tidak dipahami yang berisikankesyirikan atau doa kepada selain Allah. Lalu jin menjawabnya danorang-orang yang hadir mendengarkan ucapannya. Biasanya iamenghadirkan seseorang yang lemah akal dan agamanya, kurang pedulidengan dzikir dan doa, sehingga jin bisa mera-sukinya dan berbicaralewat lisannya. Tidak ada yang melakukan hal itu kecuali para penyihir,dukun, dan sejenisnya. Bukan mustahil manusia dapat mendengar ucapanjin muslim, sebagai-mana disaksikan bahwa mereka membangunkannya untukshalat dan tahajjud, sedangkan ia tidak melihat mereka. Wallahu a'lam.

Fatwa Syaikh Abdullah al-Jibrin yang ditandatanganinya

Artikel Menghadirkan Arwah Itu Tidak Lain HanyalahMendatangkan Setan diambil dari http://www.asofwah.or.id
Menghadirkan Arwah Itu Tidak Lain HanyalahMendatangkan Setan.

Sombong dan Pengaruhnya Dalam kehidupan

Kumpulan Artikel Islami

Sombong dan Pengaruhnya Dalam kehidupan Sombong atau yang sering kita kenal dengan istilah

kibr, takabur dan istikbar, ketiganya hampirsemakna, merupakan suatu kondisi seseorang di mana ia merasa lain dariyang lain [dengan keadaan tersebut] sebagai pengaruh i’jab [kebanggaan]terhadap diri sendiri, yaitu dengan adanya anggapan atau perasaan,bahwa dirinya lebih tinggi dan besar daripada selainnya.

Maka tidak akan berlaku sombong, kecuali orang yang merasa dirinyabesar dan tinggi, dan ia tidak merasa tinggi atau besar, kecualikarena adanya keyakinan, bahwa dirinya memiliki keunggulan, kelebihandan kesempur-naan yang dengannya ia menganggap berbeda dengan oranglain.

Ada beberapa sebab yang mendorong seseorang menganggap dirinya lebihunggul daripada orang lain, sehingga melahirkan kesombongan dalam jiwa,yaitu:

1. Sombong dengan Ilmu

Ada sebagian thalib ilmu atau orang yang diberi pengetahuan olehAllah, namun malah justru menjadikan dirinya sombong. Ia merasakandirinyalah yang paling pandai [alim], menganggap rendah orang lain,menganggap bodoh mereka dan selalu ingin agar dirinya mendapatkanpenghormatan, pelayanan dan fasilitas khusus dari mereka. Diamemandang, bahwa dirinya lebih mulia, tinggi dan utama di sisi Allahdaripada mereka.

Ada dua faktor yang menyebabkan seseorang menjadi sombong denganilmunya:

Pertama, Ia mencurahkan perhatian terhadap apayang ia anggap sebagai ilmu, padahal hakikatnya ia bukanlah ilmu. Iatak lebih sebagai data atau informasi yang direkam dalam otak yangtidak memberikan buah dan hasil, karena ilmu yang sesungguhnya akansemakin membuat ia kenal siapa dirinya dan siapa Rabbnya. Ilmu yanghakiki akan melahirkan sikap khosyah [takut kepada Allah] dan tawadhu’[rendah hati], bukan sombong, sebagai-mana firman Allah Subhannahu waTa'ala ,

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya,hanyalah ulama.” [QS. Faathir : 28]

Ke dua, Al-khoudl fil ilm yaitu belajar dengantujuan agar dapat berbicara banyak, berdebat dan menjatuhkan orangdengan kepiawaian yang dimilikinya, sehingga orang menilainya sebagaiorang alim yang tak terkalahkan ilmu-nya. Selayaknya ia lebih dahulumemperbaiki hati dan jiwanya, membersihkan dan menatanya, sehinggatujuan dalam mencari ilmu menjadi benar dan lurus. Karena merupakankarakteristik khas dari ilmu, bahwasanya ia menjadikan pemiliknyabertambah takut kepada Allah dan tawadhu’ terhadap sesama manusia.Ibarat pohon tatkala banyak buahnya, maka ia semakin merunduk danmerendah, sehingga orang akan dengan lebih mudah mendapatkan kebaikandan manfaat darinya.

Orang, apabila telah hobi mengumbar omongan, bantah-bantahan dan debatkusir, maka ilmunya justru akan melemparkannya kepada kedudukan yangrendah dan pengetahuan yang dimilikinya tidak akan membuahkan hasilyang baik, sehingga keberkahan ilmu tidak tampak sama sekali.

2. Sombong dengan Amal Ibadah

Kesombongan ahli ibadah dari segi keduniaan adalah ia menghendaki,ataupaling tidak membuat kesan, agar orang lain menganggapnya sebagaiorang yang zuhud, wara’, taqwa dan paling mulia di hadapan manusia.Sedangkan dari segi agama adalah ia memandang, bahwa orang lain akanmasuk neraka, sedang dia selamat darinya.

Sebagian ahli ibadah apabila ada orang lain yang membuatnya jengkelatau merendahkannya, maka terkadang mengeluarkan ucapan, “Allah tidakakan mengampunimu atau, “Kamu pasti masuk neraka” dan yang sejenisnya.Padahal ucapan-ucapan tersebut dimurkai Allah, yang justru dapatmenjerumuskannya ke dalam neraka.

3. Sombong dengan Keturunan [Nasab]

Barangsiapa yang mendapati kesombongan dalam hati karena nasabnya,maka hendaknya ia segera mengobati hatinya itu.

Jika seseorang akan mencari nasabnya, maka perhatikan firman Allahberikut ini,

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya danyang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikanketurunannya dari saripati air yang hina [air mani].” [QS. 32:7-8]

Inilah nasab manusia yang sebe-narnya, kakeknya yang terjauh adalahtanah, dan nasabnya yang terdekat adalah nuthfah alias air mani. Jikademikian keadaannya, maka tak selayaknya seseorang sombong dan merasatinggi dengan nasabnya.

4. Sombong dengan Kecantikan/Ketampanan

Kesombongan seperti ini banyak terjadi di kalangan para wanita, yaitudengan menyebut-nyebut kekurangan orang lain, menggunjing danmembicarakan aib sesama.

Seharusnya orang yang sombong dengan kecantikannya ini banyak menengokke dalam hatinya. Untuk apa anggota tubuh yang indah, namun hati danperangai buruk, padahal tubuh secantik apa pun pasti akan binasa,hancur dan hilang tak tersisa.

Belum lagi kalau orang mau merenungi, bahwa selagi masih hidup, makamungkin saja Allah berkehendak untuk mengubah kecantikan atauketampanannya, misalnya dengan mengalami kecelakaan, sakit kulit,kebakaran dan lain sebagainya, yang dapat menjadikan rupa yang cantikmenjadi buruk. Maka dengan kesadaran seperti ini, insya Allah rasasombong yang ada dalam hati akan terkikis dan bahkan tercabut hinggake akar-akarnya.

5. Sombong dengan Harta

Yaitu dengan memandang rendah orang fakir dan bersikap congkakterhadap mereka. Ini disebabkan harta yang dimilikinya,perusahaan-perusahaan yang banyak, tanah dan bangunan, kendaraan mewah,perhiasan dan lain sebagainya. Kesombongan karena harta termasukkesombongan karena faktor luar, dalam arti bukan merupa-kan potensipribadi orang yang bersang-kutan. Berbeda dengan ilmu, amal,kecantikan atau nasab, sehingga apabila harta itu hilang, maka ia akanmenjadi hina sehina-hinanya.

6. Sombong dengan Kekuatan dan Kegagahan

Orang yang mendapatkan karunia seperti ini hendaknya menyadari, bahwakekuatan adalah milik Allah seluruhnya. Hendaknya selalu ingat, bahwadengan sedikit sakit saja akan membuat badan tidak enak, istirahattidak tenang. Kalau Allah menghendaki, seekor nyamuk pun dapat membuatseseorang sakit dan bahkan hingga menemui ajalnya.

Orang yang mau memikirkan ini semua, yaitu sakit dan kematian yangbisa datang kapan saja dan kepada siapa saja, maka sudah sepantasanyatidak angkuh dan takabur dengan kekuatan dan kesehatan badannya.

7. Sombong dengan Banyaknya Keluarga, Kerabat atau Pengikut.

Kesombongan jenis ini juga merupakan kesombongan yang disebabkanfaktor luar, bukan karena kelebihan yang dimiliki oleh yangbersangkutan. Dan setiap orang yang sombong karena sesuatu yang bukandari kelebihan dan keunggulan dirinya sendiri, maka dia adalahsebodoh-bodoh manusia. Bagai-mana mungkin ia sombong dengan sesuatuyang bukan merupakan kelebih-an dirinya

PENGARUH KESOMBONGAN

Kesombongan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan, danpengaruh-pengaruh tersebut tampak dalam gerak-gerik anggota badan,cara berjalan, berdiri, duduk, berbicara dan diamnya seseorang.

Di antara pengaruh-pengaruh yang tampak dari sikap kesombongan adalah:

Orang yang sombong kalau toh mau berjalanbersama-sama orang lain, maka ia selalu minta paling depan dan semuaorang harus ada di belakangnya. Konon Abdur Rahman bin Aufz, kalausedang berjalan bersama para pembantunya, maka tidak ketahuan adadisebe-lah mana, ia tidak pernah menonjolkan diri harus beradapaling depan supaya semua orang melihatnya.

Orang sombong jika berada di suatu majlis,biasanya minta diistimewakan, diperlakukan lain daripada yang lain.Kemudian ia akan sangat senang kalau semua orang mendengarkan yangia katakan dan sangat benci kalau ada orang lain mengalihkanpembicaraan kepada selainnya. Maunya semua orang harus membenarkandan menerima apa yang ia katakan.

Termasuk pengaruh sifat sombong adalahmemalingkan muka dari sesama muslim, atau melihat dengan pandangansinis dan merendahkan.

Kesombongan juga berpengaruh bagi seseorang dalamucapan, gaya bicara dan nada intonasinya. Bahkan terkadangmencerminkan ketidaksopanan, misalnya seorang murid atau mahasiswamenghardik gurunya, karena ia merasa anak seorang pejabat atau tokoh.

Kesombongan juga akan mempe-ngaruhi gaya jalanseseorang, misalnya sambil membusungkan dadanya, atau berjalandengan dibuat-buat agar menarik perhatian orang lain. AllahSubhannahu wa Ta'ala telah berfirman,

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong,karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dansekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [QS. 17:37]

Kesombongan juga berpengaruh di dalam kehidupanrumah tangga. Biasanya orang yang dalam hatinya ada kesombongan akanenggan mengerjakan pekerjaan rumah, walau hanya sepele. Hal iniberbeda dengan sikap tawadhu’ yang diajarkan oleh RasulullahSalallahu alaihi wa salam. Aisyah radiallahuanha meriwayatkan, bahwaRasul Allah Subhannahu wa Ta'ala biasa membantu istri beliau.

Merupakan pengaruh kesombongan juga, bahwasanyaia membuat seseorang enggan membawakan barang atau sesuatu kerumahnya, meskipun bukan hal yang berat, misalnya saja barangbelanjaan. Alizberkata, “Seseorang tidak akan berkurangkesempurnaannya dengan membawakan sesuatu untuk keluarganya.”

Kesombongan juga mempengaruhi gaya berpakaianseseorang, yaitu ia berpakaian dengan tujuan pamer dan supayaterkenal, atau dengan pakaian yang melanggar ketentuan syar’i,seperti isbal [memanjangkan celana di bawah mata kaki] bagilaki-laki.

Orang yang sombong biasanya sangat senang apabilaia datang, lalu orang-orang berdiri untuk menghormat-nya. Padahalpara shahabat apabila datang Rasulullahsaw kepada mereka, makamereka tidak berdiri untuk beliau, hal ini dikarenakan mereka tahu,bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membenci hal itu.

Orang yang dalam hatinya ada kesombongan tidakakan mau mengunjungi orang lain, tidak mau mengucapkan salam lebihdahulu, minta supaya diprioritaskan dan tidak mau mendahulukankepentingan orang lain.

Kesombongan juga akan mengakibatkan seseorangtidak memandang adanya hak orang lain pada dirinya. Sementara itu iaberanggapan, bahwa ia memiliki hak yang banyak atas selainnya.

Diringkas dari : Kutaib, “Al-Kibr”, Zahir bin MuhammadAsy-Syahri

Artikel Sombong dan Pengaruhnya Dalam kehidupan diambil dari http://www.asofwah.or.id
Sombong dan Pengaruhnya Dalam kehidupan.

Macam-Macam Tauhid

Kumpulan Artikel Islami

Macam-Macam Tauhid Macam-Macam Tauhid

Kategori Tauhid

Sabtu, 27 Maret 2004 08:29:03 WIBMACAM-MACAM TAUHIDOlehSyaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan.PertanyaanSyaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Disebabkan kebodohan saya tentang macam-macam tauhid dan apa hakikatnya, sementara itu saya ingin berlepas diri dari [hal-hal yang bertentangan dengan tauhid, yaitu] kesyirikan, maka saya mengharapkan jawaban dari pertanyaan berikut ini. Ada berapa macam tauhid itu, dan bagaimana penjelasannya masing-masing Jawaban.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menambah semangat Anda untuk mencari kebaikan ; dan sungguh hal ini menunjukkan betapa besar perhatian Anda terhadap masalah aqidah. Memang wajib bagi setiap muslim memperhatikan aqidahnya karena aqidah merupakan asas [fondasi] dari amal perbuatannya. Amal perbuatan itu dikatakan benar dan akan mendapatkan pahala hanya jika memenuhi dua syarat berikut:Pertama.Amal tersebut haruslah dibangun di atas aqidah yang benar [ikhlas].Kedua.Harus sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam [mutaba’ah].Perhatian Anda terhadap aqidah, yakni yang berkaitan dengan pengetahuan tentang macam-macam tauhid, menunjukkan Anda bersemangat meraih kebaikan –alhamdulillah-, menginginkan kebenaran dan kelurusan aqidah yang wajib bagi setiap muslim.Berkenan dengan macam-macam tauhid, maka saya sampaikan bahwa tauhid ada tiga macam.Pertama : Tauhid Rububiyah.Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal perbuatanNya. Seperti mencipta, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, mendatangkan bahaya, memberi manfaat, dan lain-lain yang merupakan perbuatan-perbuatan khusus Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang muslim haruslah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memiliki sekutu dalam RububiyahNya.Kedua : Tauhid UluhiyahArtinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam jenis-jenis peribadatan yang telah disyariatkan. Seperti ; shalat, puasa, zakat, haji, do’a, nadzar, sembelihan, berharap, cemas, takut, dan sebagainya yang tergolong jenis ibadah. Mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal-hal tersebut dinamakan Tauhid Uluhiyah ; dan tauhid jenis inilah yang dituntut oleh Allah Subhanhu wa Ta’ala dari hamba-hambaNya. Karena tauhid jenis pertama, yaitu Tauhid Rububiyah, setiap orang [termasuk jin] mengakuinya, sekalipun orang-orang musyrik yang Allah Subhanahu wa Ta’ala utus Rasulullah kepada mereka. Mereka mayakini Tauhid Rububiyah ini, sebagaiman tersebut dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.â€Å"Artinya : Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan mereka ’ niscaya mereka menjawab ‘Allah’. Maka bagaimana mereka dapat dipalingkan [dari menyembah Allah]” [Al-Zukhruf : 87]â€Å"Artinya : Katakanlah, ‘Siapakah yang mempunyai tujuh langit dan mempunyai ‘Arsy yang besar ’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah’. Katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertaqwa” [Al-Mu’minun : 86-87]Masih banyak ayat-ayat yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik meyakini Tauhid Rububiyah. Akan tetapi, sebenarnya yang dituntut dari mereka adalah mengesakan Allah dalam hal ibadah. Jika mereka mengikrarkan Tauhid Rububiyah, maka hendaknya juga mengakui Tauhid Uluhiyah [ibadah]. Sungguh, Rasulullah [diutus untuk]menyeru mereka agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Hal ini disebutkan dalam firmanNya Subhanahu wa Ta’ala.â€Å"Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada tiap-tiap umat [untuk menyerukan], ‘Sembahlah Allah [saja], dan jauhilah Thagut, lalu diantara umat-umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula orang-orang yang telah dipastikan sesat. Oleh karena itu, berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan [para rasul]’ [An-Nahl ; 36]Setiap rasul menyeru manusia agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Adapun Tauhid Rububiyah, karena merupakan fitrah, maka belumlah cukup kalau seseorang hanya meyakini tauhid ini saja.Ketiga : Tauhid Asma was SifatYaitu menetapkan nama-nama dan sifat-saifat untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Allah untuk diriNya maupun yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ; serta meniadakan kekurangan-kekurangan dan aib-aib yang ditiadakan oleh Allah terhadap diriNya, dan apa yang ditiadakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Tiga jenis tauhid inilah yang wajib diketahui oleh seorang muslim, lalu secara sungguh-sungguh ,mengamalkannya.[Al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Al-Fauzan II/17-18. Di salin ulang dari Majalah Fatawa edisi 1/I/Ramadhan 4123H Hal. 4-5]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=546&bagian=0


Artikel Macam-Macam Tauhid diambil dari http://www.asofwah.or.id
Macam-Macam Tauhid.