Kamis, 26 Juni 2008

Loyal Terhadap Orang Kafir

Kumpulan Artikel Islami

Loyal Terhadap Orang Kafir Loyal Terhadap Orang Kafir

Kategori Sikap Kepada Kafir

Kamis, 8 April 2004 08:22:56 WIBLOYAL TERHADAP ORANG KAFIROlehSyaikh Muhammad bin Shalih Al-UtsaiminPertanyaan.Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum loyal terhadap orang-orang kafir Jawaban.Loyal terhadap orang-orang kafir dengan saling mencintai, saling menolong dan menjadikan mereka sebagai teman kepercayaan hukumnya haram dan di larang, berdasarkan nash Al-Qur’an.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.â€Å"Artinya : Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya” [Al-Mujadilah : 22]Dan firmanNya.â€Å"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan, [yaitu] di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang kafir [orang-orang musyrik]. Dan bertawakallah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman” [Al-Maidah : 57]Serta firmanNya.â€Å"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin [mu] ; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim” [Al-Maidah : 51]Dan firmanNya.â€Å"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu” [Ali-Imran : 118]Allah juga mengabarkan, jika sebagian kaum mukmin tidak menjadi penolong sebagian lainnya, sementara sebagian kaum kafir menjadi penolong sebagian lainnya, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di muka bumi. Maka seorang mukmin sama sekali tidak boleh mempercayai non mukmin walaupun ia menampakkan kecintaan dan loyalitas, karena tentang mereka Allah telah berfirman.â€Å"Artinya : Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama [dengan mereka]” [An-Nisa : 89]Kemudian dalam ayat lainnya disebutkan.â€Å"Artinya : Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka” [Al-Baqarah : 120]Seharusnya seorang mukmin bersandar kepada Allah dalam menjalankan syari’atNya, tidak tergoyahkan oleh celaan orang yang mencela dan tidak takut terhadap musuh-musuhnya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.â€Å"Artinya : Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti [hakmu] dengan kawan-kawannya [orang-orang musyrik Quraisy], karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman” [Ali-Imran : 175]Dalam ayat lainnya disebutkan,â€Å"Artinya : Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya [orang-orang munafik] bersegera mendekati mereka [Yahudi dan Nasrani], seraya berkata, ‘Kami takut akan mendapat bencana’. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan [kepada RasulNya], atau sesuatu keputusan dari sisiNya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka” [Al-Maidah : 52]Dalam ayat lainnya disebutkan.â€Å"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Majidil Haram sesudah tahun ini, maka Allah nanti akan memberi kekayaan kepadamu karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” [At-Taubah : 28][Al-Majmu Ast-Tsamin, Syaikh Ibnu Utsaimin, Juz 1, hal 46-47][Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, hal 360-362 Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=601&bagian=0


Artikel Loyal Terhadap Orang Kafir diambil dari http://www.asofwah.or.id
Loyal Terhadap Orang Kafir.

Pakaian Ihram Wanita Dan Hukum Mengenakan Cadar danSarung Tangan

Kumpulan Artikel Islami

Pakaian Ihram Wanita Dan Hukum Mengenakan Cadar danSarung Tangan

>> Pertanyaan :

Syaikh Muhammad Al-Utsaimin ditanya: Apakah boleh bagi wanitamengganti pakaian kapan saja dan apakah ada pakaian ihram khusus bagiwanita, dan apa hukumnya mengenakan cadar dan sarung tangan di saatihram ?

>> Jawaban :

Boleh bagi wanita berganti pakaian ihram kapan saja, dengan syaratpakaian tersebut tidak menampakkan hiasan dan keindahannya di-hadapanlaki-laki lain. Dengan demikian, maka setiap saat wanita dibolehkanberganti pakaian. Dan tidak ada pakaian khusus bagi wanita yang harusdikenakan tatkala sedang ihram, bahkan segala macam pakaian bolehdipakai kecuali cadar dan sarung tangan. Adapun bagi kaum laki-lakiada pakaian ihram khusus yaitu selendang dan sarung dan tidak bolehmemakai gamis, celana, surban, gamis yang ada penutup kepalanya [burnus]dan sepatu. Dan hanya dibolehkan mengganti sarung dan selendang dengansejenisnya.

Artikel Pakaian Ihram Wanita Dan Hukum Mengenakan Cadar danSarung Tangan diambil dari http://www.asofwah.or.id
Pakaian Ihram Wanita Dan Hukum Mengenakan Cadar danSarung Tangan.

Kaidah Tentang Sifat-Sifat Allah Jalla Jalaluhu Menurut Ahlus Sunnah

Kumpulan Artikel Islami

Kaidah Tentang Sifat-Sifat Allah Jalla Jalaluhu Menurut Ahlus Sunnah Kaidah Tentang Sifat-Sifat Allah Jalla Jalaluhu Menurut Ahlus Sunnah

Kategori Aqidah Ahlus Sunnah

Kamis, 24 Nopember 2005 14:35:24 WIBKAIDAH TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH JALLA JALALUHU MENURUT AHLUS SUNNHOlehAl-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir JawasSifat-sifat yang disebutkan Allah tentang Diri-Nya ada dua macam: Sifat Tsubutiyah dan Sifat Salbiyah.Pertama: Sifat Tsubutiyah.Sifat Tsubutiyah, ialah setiap sifat yang ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Diri-Nya di dalam al-Qur-an atau melalui sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sifat-sifat ini semuanya adalah sifat kesempurnaan, tidak menun-jukkan sama sekali adanya cela dan kekurangan. Contohnya: Hayaah [hidup], Ilmu [mengetahui], Qudrah [berkuasa], Istiwaa’ [bersema-yam] di atas ‘Arsy, Nuzuul [turun] ke langit terendah, Wajh [wajah], Yad [tangan] dan lain-lainnya.Sifat-sifat Allah tersebut wajib ditetapkan benar-benar sebagai milik Allah sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya, berda-sarkan dalil naqli dan ‘aql.Sifat Tsubutiyah ada dua macam: Dzaatiyah dan Fi’liyah.Sifat Dzaatiyah, ialah sifat yang senantiasa dan selamanya tetap berada pada diri Allah Azza wa Jalla. Seperti: Hayat [hidup], Kalam [berbicara], ‘Ilmu [mengetahui], Qudrah [berkuasa], Iradah [ke-inginan], Sami’ [pendengaran], Bashar [penglihatan], Izzah [kemuliaan, keperkasaan], Hikmah [kebijaksanaan], ‘Uluww [ketinggian, di atas makhluk], ‘Azhamah [keagungan]. Dan termasuk dalam sifat ini adalah sifat Khabariyah seperti adanya wajah, yadain [dua tangan] dan ‘ainan [dua mata].Sifat Fi’liyah, ialah sifat yang terikat dengan masyi’ah [kehendak] Allah Azza wa Jalla. Jika Allah menghendaki, dilakukan-Nya, dan jika tidak, dilakukan-Nya. Seperti; Istiwa’ [bersemayam] di atas ‘Arsy dan nuzul [turun] ke langit terendah, ataupun datang pada hari Kiamat, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla.â€Å"Artinya : Dan datanglah Rabb-mu, sedang Malaikat berbaris-baris.” [Al-Fajr: 22]Bisa juga suatu sifat menjadi dzaatiyah-fi’liyah, ditinjau dari dua segi, seperti kalaam [pembicaraan] ditinjau dari segi asal atau pokoknya adalah sifat dzaatiyah karena Allah Azza wa Jalla selamanya akan tetap berbicara, tetapi ditinjau dari segi satu persatu terjadinya kalam adalah sifat fi’liyah karena terikat dengan masyi-ah [kehendak], dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berbicara apa saja yang Dia kehendaki bila Dia menghendaki. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:â€Å"Artinya : Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berfirman kepadanya: ‘Jadilah’ maka terjadilah.” [Yaasin: 82]Dan setiap Sifat Allah yang terikat dengan masyi’ah adalah mengikuti hikmahNya. Hikmah ini kadangkala dapat kita ketahui, tetapi kadangkala kita tidak mampu memahami, namun kita benar-benar yakin bahwa Allah Azza wa Jalla tidak menghendaki sesuatu melainkan apa yang dikehendaki-Nya itupun sesuai hikmah-Nya, seperti yang diisyaratkan Allah melalui firman-Nya.â€Å"Artinya : Dan kamu tidak menghendaki [menempuh jalan itu], kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana" [Al-Insaan: 30]Kedua: Sifat SalbiyahSifat Salbiyah, ialah setiap sifat yang dinafikan Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi Diri-Nya melalui Al-Qur’an atau sabda Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan seluruh sifat ini adalah sifat kekurangan dan tercela bagi Allah, contohnya; maut [mati, tidak hidup], naum [tidur], jahl [bodoh], nisyan [kelupaan], ‘ajz [kelemahan, ketidakmampuan], ta’ab [kecapekan, kelelahan]. Sifat-sifat tersebut wajib dinafikan dari Allah Azza wa Jalla berdasarkan keterangan di atas, dengan disertai penetapan sifat kebali-kannya secara lebih sempurna. Misalnya, menafikan maut [mati] dan naum [tidur] berarti menetapkan kebalikannya bahwasanya Allah Dzat Yang Mahahidup dengan sempurna, menafikan jahl [kebodohan] berarti menetapkan bahwasanya Allah Dzat Yang Mahamengetahui dengan ilmu-Nya yang sempurna.[1][Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]_________Foote Note[1]. Lihat at-Tanbiihat al-Lathiifah ‘ala Mahtawat ‘alaihil ‘Aqiidah al-Wasithiyah min al-Mabaahits al-Muniifah [hal. 40, 47] karya Syaikh as-Sa’di dan al-Qawaaidul Mutsla fii Shiffatilaahi wa Asmaa’ihil Husna [hal.59-63] karya Syaikh Muhammad al-Utsaimin serta Syarah ‘Aqiidah Wasithiyyah oleh Khalil Hiras hal. 159-160.

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1675&bagian=0


Artikel Kaidah Tentang Sifat-Sifat Allah Jalla Jalaluhu Menurut Ahlus Sunnah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Kaidah Tentang Sifat-Sifat Allah Jalla Jalaluhu Menurut Ahlus Sunnah.

Menghindari Hutang

Kumpulan Artikel Islami

Menghindari Hutang Berhutang merupakan kenyataan yang melanda hampirsetiap rumah tangga muslim. Apalagi ketika lebaran seperti sekarangini. Agar Anda terhindar dari jerat hutang dan tidak menyesalkarenanya, praktikkanlah nasihat-nasihat di bawah ini:

Renungkanlah selalu hadits-hadits tentang akibat hutang

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi seorang laki-laki [yangmeninggal dunia] untuk dishalatkan, maka beliau bersabda, artinya:Shalatkanlah teman kalian, karena sesung-guhnya dia memiliki hutang. Dalam riwayat lain disebutkan: Apakah teman kalian ini memilikihutang Mereka menjawab, 'Ya, dua dinar'. Maka Nabi shallallahu 'alaihiwasallam mundur seraya bersabda, 'Shalatkanlah teman kalian!' Lalu AbuQatadah berkata, 'Hutang-nya menjadi tanggunganku'. Maka Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Penuhilah [janjimu]!, lalubeliau men-shalatkannya. [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih].

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung karena hutangnya, sampai iadibayarkan. [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih].

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:Semua dosa orang yang mati syahid diampuni, kecuali hutang. [HR.Muslim].Demi jiwaku yang ada di TanganNya, seandainya ada seorang laki-lakiterbunuh di jalan Allah, kemudian ia dihidupkan lagi, lalu terbunuhlagi, kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang ia memilikihutang, sungguh ia tidak akan masuk Surga sampai hutangnya dibayarkan. [HR. An-Nasa'i, hasan].

Jangan berhutang kecuali karena terpaksa

Pada kenyataannya, banyak orang yang berhutang untuk bisa merayakanlebaran layaknya orang kaya, untuk bisa menyelenggarakan pestaperni-kahan dengan mewah, untuk bisa memiliki gaya hidup modern,misalnya dengan kredit mobil, rumah mewah, perabotan-perabotam mahaldsb. Lebih ironi lagi, ada yang hutang untuk selamatan keluarganyayang meninggal karena malu kepada para tetangga jika tidakmengadakannya, atau jika makanannya terlalu sederhana.

Aisyah berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membeli makanandari seorang Yahudi dengan tempo dan beliau memberi jaminan baju besikepadanya. [HR. Al-Bukhari].

Ibnul Munir berkata, 'Artinya, seandainya beliau shallallahu 'alaihiwasallam ketika itu memiliki uang kontan, tentu beliau tidakmengakhirkan pembayarannya. [Lihat, Fathul Bari, 5/53].

Bertaqwalah kepada Allah sebelum dan ketika berhutang.

Allah berfirman, artinya:Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah maka akan diberikan kemudahanurusannya. [Ath-Thalaq: 4].

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, artinya:Barangsiapa mengambil harta orang [berhutang] dan ia inginmembayarnya, niscaya Allah akan menunaikannya dan barangsiapaberhutang dengan niat menghilangkannya [tidak membayar], niscaya Allahmembuatnya binasa. [HR. Al-Bukhari].Siapa yang meminjam dan sengaja untuk tidak membayarnya, niscaya iamenemui Allah dalam keadaan sebagai pencuri. [Shahih Ibnu Majah, no.1954, 2/52].

Hutang adalah kesedihan di malam hari dan kehinaan di siang hari

Banyak orang menyembunyikan diri dari pandangan manusia karena takutbertemu dengan orang yang menghutanginya. Karena itu dianjurkan bagiyang menghutangi untuk meringankannya. Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:Barangsiapa meringankan hutang orang yang dihutanginya ataumembebaskannya maka ia berada di bawah naungan 'Arasy pada hari Kiamat. [HR. Muslim].

Jangan tertipu oleh promosi dan iklan bank

Bank-bank selalu mengiklankan agar orang melakukan transaksikeuangannya dengan jasa bank. Di antaranya, juga promosi mendapatkankredit secara mudah. Hal itu karena hasil bank-bank ribawi adalah dariprosentasi bunga uang yang dipinjamkannya. Semakin lama masa pinjamanseseorang semakin besar pula keuntungan yang diraup bank, itulah yangdikehendaki bank. Dan itulah hakikat riba, Allah berfirman, artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba denganberlipat ganda dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapatkeberuntungan. [Ali Imran: 130].

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:Satu dirham uang riba yang dimakan seseorang dan dia mengetahuinyalebih berat [dosanya] dari-pada 36 kali berzina. [HR. Ahmad, di-shahih-kan oleh Al-Albani].Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sungguh telah melaknat pemakan riba,pemberi riba, penulis dan kedua saksi atasnya. Beliau bersabda, 'Merekaitu sama saja'. [HR. Muslim].

Dalam mu'amalah ribawi, bank selalu mengeruk keuntungan, sedangkanpeminjam bisa saja sewaktu-waktu merugi. Adapun banyaknya bank ribawiyang bangkrut, padahal secara matematis selalu untung maka hal ituadalah bukti kebenaran firman Allah:Allah memusnahkan [membangkrutkan] riba dan mengembangkan sedekah. [Al-Baqarah: 276].

Pemakaian kartu kredit

Di zaman supra modern ini banyak bertebaran kartu kredit. Pemiliknyabisa membeli apa saja, karena perusahaan yang mengeluarkan kartukredit itu menjamin membayarnya. Secara lahiriah, pelayanan tersebutadalah rahmat, praktis dan sangat memanjakan. Tetapi ingat, jikamengakhirkan pembayaran untuk beberapa lama maka hutangnya akanmenumpuk ditam-bah bunganya. Belum lagi pemilik kartu kredit akanselalu keranjingan untuk berbelanja hingga barang-barang yang tidakperlu sekalipun. Lalu, jika ia tidak segera membayarnya, maka ia akanterperosok ke dalam riba. Na'udzubillah.

Hindari membeli secara kredit

Kini membeli barang-barang secara kredit seperti sudah menjadi simbolzaman ini. Padahal ia adalah fenomena yang salah. Orang yang telahmembeli secara kredit apalagi dengan nilai nominal yang tinggi- kelakakan menyesal. Sebab misalnya, orang yang membeli mobil secara kredit,dia akan membayar kira-kira dua kali lipat dari harga biasanya. Dansemakin lama masa kreditnya semakin berlipat pula yang harus ia bayar.

Jangan termakan oleh paham yang menyesatkan

Sebagian orang ada yang berpendapat, orang yang tidak memiliki hutangadalah orang yang diragukan kejantanannya. Bahkan mereka mengolok-olokkawannya yang memiliki hutang sedikit.

Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, berkata: Tidak diragukan lagi, iniadalah keliru. Bahkan hina tidaknya seseorang tergantung padahutangnya. Siapa yang tidak memiliki hutang maka dia adalah orangmulia dan siapa yang memiliki hutang maka dialah orang yang hina.Karena sewaktu-waktu orang yang menghutanginya bisa menuntut danmemenjarakannya. Ia adalah orang yang sakit dan menginginkan semuaorang sakit seperti dirinya. Karena itu, orang yang berakal tidakperlu mem-pedulikannya.

Berlindung kepada Allah dari tidak bisa mem-bayar hutang

Rasululah shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak do'a:Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kegelisahan dan kesedihan,dari kelemahan dan kemalas-an, dari sifat pengecut dan bakhil sertadari tidak mampu membayar hutang dan dari penguasaan orang lain. [HR.Al-Bukhari].

Dari Aisyah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam shalatnyaberdo'a:Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari dosa dan hutang.

Maka seseorang bertanya, 'Wahai Rasulullah, betapa sering engkauberlindung dari hutang Maka beliau menjawab, 'Sesungguhnya bilaseseorang itu berhutang akan berdusta dan berjanji tetapi ia pungkiri.'[Fathul Bari, 5/61].

Muliakanlah tamu tanpa berlebihan

Sebagian orang begitu sangat memuliakan tamunya. Mereka berusaha untukmembeli berbagai makanan untuk menjamu tamunya tersebut, meskiterkadang dengan menghutang. Syari'at Islam mengajarkan agar kitamemuliakan tamu, tetapi juga menekankan untuk tidak boros. Allahberfirman, artinya:Dan janganlah kalian berlebih-lebihan [boros], sesungguhnya Allahtidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. [Al-An'am: 141].

Jangan membebani diri melebihi kemampuan

Sebagian orang ada yang memaksakan diri, misalnya pergi haji denganmenjual rumah atau sawah tempat penghasilannya sehari-hari, sehinggasekembali dari haji ia menjadi orang yang terlunta-lunta dan sengsara.Padahal Allah berfirman, artinya:Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya. [Al-Baqarah: 286].

Bahkan dalam masalah haji, secara khusus Allah berfirman, artinya:Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu atasorang-orang yang mampu melakukan perjalanan ke Baitullah. [Ali Imran:97].

Mempertimbangkan untung-rugi sebelum berusaha

Sebagian orang begitu melihat kawannya sukses dengan usaha tertentuserta merta ia terjun di bidang yang sama.

Tidak diragukan lagi bahwa semua ada dalam taqdir Allah, tetapimembuka usaha tanpa pertimbangan matang adalah salah satu sebabkerugian dan terjerat hutang.

Program membayar pinjaman

Di antara hal yang membantu menyelesaikan hutang adalah membayarnyasecara berkala. Bayarlah pinjaman itu berangsur dan jangan menganggapremeh karena sedikit yang dibayarkan. Hal ini insya Allah akanmembantu menyelesaikan hutang secepatnya. [ain].

Disadur dari kitab hatta la taghriq fid duyun, Adil Muhammad AluAbdil Ali.

Artikel Menghindari Hutang diambil dari http://www.asofwah.or.id
Menghindari Hutang.