Minggu, 22 Juni 2008

Risalah Seputar Masjid

Kumpulan Artikel Islami

Risalah Seputar Masjid Masjid adalah rumah Allah nan indah, tempat ibadahnan mulia, tempat hamba mengingat Rabbnya, bersyukur dan memujikepada-Nya. Masjid merupakan tempat kebahagiaan dan kegembiraan,lingkungan yang penuh ridha dan qabul, tempat turunnya rahmat dariRabb yang Maha Aziz dan Ghafur.

Masjid adalah tempat santapan rohani orang-orang mukmin, bahterakeselamatan yang membawa berlayar orang-orang yang takut terhadapAllah subhanahu wata’ala, tempat perlindungan orang-orang yangmenggantungkan harapan serta mencintai hanya kepada Allah Rabbul 'alamin.

Sesungguhnya ikatan seorang muslim dengan masjid adalah sebuah ikatanyang kokoh dan kuat. Sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallammemasukkan orang yang hatinya terpaut dengan masjid sebagai salah satugolongan dari tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah

subhanahu wata’ala pada hari Akhir. Beliau bersabda,Tujuh golongan yang akan mendapat kan naungan dari Allah pada hariyang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya…[disebutkan diantaranya], Dan seseorang yang hatinya senantiasa terpaut denganmasjid. [Muttafaq 'alaih].

Alangkah indah untaian sabda Nabi ini, dan alangkah bagusnya maknayang terkandung dalam ucapan beliau ini, yaitu seseorang yangsenantiasa meletakkan hatinya di dalam masjid walaupun badannya beradadi luar masjid. Inilah puncak segala kecintaan, ketergantungan danketerpautan yang mendalam.

Di dalam pandangan Islam, masjid memiliki tempat yang istimewa dantinggi, serta dikhususkan dengan berbagai macam keutamaan, adab, danhukum yang begitu banyak. Maka selayaknya bagi setiap muslim untukiltizam [komitmen], senantiasa menjaga adab dan hukum-hukum itu.Hendaknya dia mengangungkan masjid dan mengetahui berbagaikeutamaannya, karena mengagungkan masjid berarti juga mengagungkanAllah subhanahu wata’ala.

Keutamaan Masjid

Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Makajanganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping [menyembah]Allah.” [QS. 72:18]

Juga firman Allah subhanahu wata’ala, artinya,

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkanuntuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi danwaktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dantidak [pula] oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat,dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang [di hari itu]hati dan penglihatan menjadi goncang.” [QS. 24:36-37]

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,artinya,Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid, dan tempatyang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar. [HR. Muslim]

Beliau juga telah bersabda,Masjid adalah rumah setiap orang yang beriman. [HR. AbuNu’aim dan dihasankan oleh al-Albani]

Dalam sabda yang lainnya disebutkan,Tidaklah seseorang berdiam diri di dalam masjid untuk shalat dandzikir kecuali Allah akan menyambutnya dengan senang, sebagaimanaorang- orang yang kehilangan menyambut saudaranya yang hilang apabiladia kembali kepada mereka. [HR Ibnu Majah dan dishahihkan olehal-Albani]

Keutamaan Membangun Masjid.

Ajaran Islam yang penuh hikmah telah menganjurkan untuk membangunmasjid serta menegakkan dzikrullah Azza wa Jalla. Dan hendaklahmotivasi untuk pembangunan masjid itu adalah untuk mengharapkan wajah[ridha] Allah subhanahu wata’ala dan kampung Akhirat, bukankarena riya', sum'ah atau untuk mencari popularitas di mata manusia.

Diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu dari Nabi

shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda,Barang siapa yang membangun masjid untuk Allah karena semata-matamengharap wajah [ridha] Allah maka Allah akan membangunkan untuknyasebuah rumah di dalam surga. [Muttafaq 'alaih]

Dan di dalam hadits dari Umar radhiyallahu ‘anhu dari Nabi

shallallahu ‘alaihi wasallam secara marfu', beliau bersabda,Barang siapa membangun untuk Allah sebuah masjid yang di dalamnyadigunakan untuk berdzikir maka Allah akan membangunkan untuknya sebuahrumah di dalam surga. [HR Ibnu Majah, al-Albani menyatakan shahihlighairihi]

Membangun masjid merupakan salah satu bentuk shadaqah jariyah [shadaqahyang pahalanya terus mengalir] yang kelak akan dijumpai oleh seorangmukmin setelah kematiannya.

Diriwayatklan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Sesungguhnyadi antara hal yang akan dijumpai seorang mukmin dari amal dankebaikannya setelah dia mati adalah; Ilmu yang dia ajarkan dansebarkan; Anak shalih yang dia tinggalkan; Mushaf yang dia wariskan;Masjid yang dia bangun; Rumah untuk para musafir [Ibnu Sabil]; Sungaiyang dia alirkan; Shadaqah yang dia keluarkan dari hartanya ketika diasehat dan masih hidup, maka semua itu akan ditemui setelah kematiannya. [HR. Ibnu Majah dahn dihasankan oleh al-Albani]

MERAWAT DAN MENJAGA MASJID

1. Membersihkan dan Memberi Wewangian

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa adaseorang wanita yang biasa menyapu dan membersihkan masjid. Suatu hariRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merasa kehilanganwanita tersebut, maka beliau bertanya tentang keberadaannya setelahlewat beberapa hari. Kemudian dikatakan kepada beliau bahwa dia telahmeninggal dunia. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallammendatangi kuburannya lalu menyolatkan wanita itu. Kisah inimenunjukkan bahwa masjid hendaknya selalu dibersihkan dan disapusupaya tidak kotor.

Diriwayatkan pula dari Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhudia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallammemerintahkan kami agar memperlakukan masjid sebagaimana [perlakuan]terhadap rumah-rumah kami, dan kami diperintahkan untuk selalumembersihkannya. [HR Ahmad dan at-Tirmidzi, beliau [at-Tirmidzi]mengatakan hasan shahih]

Dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah

shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk membangunmasjid di tempat berkumpulnya kabilah [kampung], dan hendaknya selaludibersihkan dan diberi wangi-wangian. [HR Ahmad dan Abu Dawud,disahihkan oleh al-Albani]

2. Menjaga dari Kotoran

Disebutkan di dalam kitab al-Adab asy-Syar'iyyah karya Ibnu Muflih, Disunnahkanuntuk menjaga masjid dari segala kotoran, sampah, bulu-bulu dan rambut,ingus dan ludah. Jika ludah atau ingus terlanjur keluar, makahendaknya dibersihkan dengan baju.

Disunnahkan juga agar tidak memotong kuku di dalam masjid. Ibnu Aqilberkata, Makruh hukumnya membuang sampah atau kotoran di dalam masjid,seperti memotong kuku, mencukur kumis dan mencabut bulu ketiak. [Al-Adabasy-Syar'iyyah 3/373]

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah

shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Meludah di dalam masjidadalah kesalahan, dan penebusnya yaitu menimbun ludah tersebut. [Muttafaq'alaih]

Al Imam an-Nawawi berkata, Yang dimaksudkan dengan menimbun adalahjika lantai masjid berupa tanah atau pasir dan sejenisnya. Makahendaknya ia menimbun ludah itu dengan tanah. [Riyadhus Shalihin, hal498]

Adapun di masa sekarang ini pada umumnya lantai masjid terbuat dariubin, keramik atau dilapisi/dihampari dengan karpet. Maka caramembersih kannya adalah dengan membuang kotoran tersebut dengan kainlap atau tissu lalu dibersihkan tempat yang terkena kotoran tersebut.

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah

shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat ingus atau ludahmenempel di dinding masjid, maka beliau lalu menggosok nya [membersihkannya]. [Muttafaq 'Alaih].

Perhatian

Setiap muslim harus menjaga kebersihan masjid, janganlah masukmasjid dengan mengenakan pakaian yang kotor.

Perhatikan juga apabila masuk masjid dengan mengenakan kaoskaki, jika sekiranya menyebarkan bau yang kurang sedap maka,sebaiknya dilepas karena akan menganganggu jama’ah lainnya terutamayang berada di belakang kita [ketika sedang sujud].

Wanita yang berparfum jangan mendatangi masjid.

Janganlah makan bawang dan semisalnya jika akan mendatangimasjid.

Tidak boleh jual beli di dalam masjid, juga membicarakantransaksi bisnis dan keduniaan.

Jangan menjadikan masjid sebagai jalanan untuk lewat.

Tidak boleh berteriak-teriak di dalam masjid

Tidak boleh keluar dari masjid setelah dikumadangkan adzan,kecuali ada udzur.

Tidak boleh bermegah-megah dan bermewah-mewah dalam menghiasmasjid.

Tidak boleh membangun masjid di atas kuburan.

Sumber: Buku “Al-Masjid, Baitu Kulli Taqiyy”, Al-Qism al-IlmiDarul Wathan.

Artikel Risalah Seputar Masjid diambil dari http://www.asofwah.or.id
Risalah Seputar Masjid.

Jin Menculik Manusia

Kumpulan Artikel Islami

Jin Menculik Manusia

>> Pertanyaan :

Aku mendengar banyak kisah tentang penculikan manusia yang dilakukanoleh jin. Aku membaca kisah yang isinya bahwa seorang dari Ansharkeluar untuk shalat Isya', lalu jin mena-wannya dan hilang selamabertahun-tahun. Apakah perkara ini mungkin, yakni penculikan manusiayang dilakukan oleh jin?

>> Jawaban :

Hal itu bisa terjadi. Sebab, sudah masyhur bahwa Sa'd bin Ubadahdibunuh jin ketika kencing pada batu yang menjadi tem-pat tinggalmereka. Mereka mengatakan:

Kami membunuh pemimpin Khazraj, Sa'd bin Ubadah

Kami memanahnya dengan panah tepat pada hatinya

Terjadi pada masa kekhalifahan Umar bahwa seseorang di-culik oleh jindan tinggal selama empat tahun [sebagai tawanan]. Kemudian ia datangdan menceritakan bahwa para jin musyrik telah menculiknya dan iatinggal di sisi mereka sebagai tawanan. Kemudian para jin muslimmenyerbu lalu berhasil mengalahkan mereka dan mengembalikannya kepadakeluarganya. Ini disebut-kan dalam Manar as-Sabil, wallahu a'lam.

Fatwa Syaikh Abdullah al-Jibrin, yang ditandatanganinya

Artikel Jin Menculik Manusia diambil dari http://www.asofwah.or.id
Jin Menculik Manusia.

Hal-Hal Yang Menyebabkan Dan Menambah Perpecahan Dan Hal-Hal Yang Menyebabkan Perdamaian

Kumpulan Artikel Islami

Hal-Hal Yang Menyebabkan Dan Menambah Perpecahan Dan Hal-Hal Yang Menyebabkan Perdamaian Hal-Hal Yang Menyebabkan Dan Menambah Perpecahan Dan Hal-Hal Yang Menyebabkan Perdamaian

Kategori Perpecahan Umat !

Sabtu, 5 Nopember 2005 07:03:22 WIBHAL-HAL YANG MENYEBABKAN DAN MENAMBAH PERPECAHAN DAN HAL-HAL YANG MENYEBABKAN PERDAMAIANOlehSyaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily HafidzohullahPertanyaan.Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily Hafidzohullah ditanya : Mohon Anda jelaskan contoh dari hal-hal yang menyebabkan dan menambah perpecahan dan hal-hal yang menyebabkan ishlah [perdamaian] !Jawaban.Hal-Hal Yang Menambah Perpecahan Adalah.[a].Taashub [fanatik] yang tercela, yaitu fanatik sebagian orang terhadap golongan tertentu karena mengikuti hawa nafsu, baik itu karena fanatik tercela yang disebabkan oleh kafanatikan terhadap ras atau golongan atau kepentingan dunia atau karena benci pada pihak yang menyelisihinya, inilah fanatik yang menambah perpecahan.[b].Oleh karena itulah, maka wajib atas penuntut ilmu untuk mengikhlaskan amalannya semata-mata karena Allah dan tidak memandang manusia karena status dan kedudukannya yang akhirnya dia mengukur kebenaran dengan figur/tokoh tertentu, padahal justru kebenaran itulah yang menjadi ukuran untuk menilai kedudukan seseorang. Semestinya dia harus membela kebenaran dan orang yang berada diatasnya meskipun orang itu kecil atau rendah derajatnya, dan semestinya harus pula dia mencegah orang dzalim dari kedzolimannya walaupun mulia dan tinggi kedudukannya[c].Menukil perkataan dan menyebarluaskannya. Menukil perkataan diantara manusia khususnya dalam perselisihan merupakan hal yang menambah perpecahan, kalian tentunya tahu bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam membenci qilla wa qoola, banyak bertanya dan membuang-buang harta Qilla wa qoola adalah banyak menukil perkataan antar manusia: Kata Fulan begini, kata Fulan begitu, Fulan dikatakan begini, Fulan dikatakan begitu... sehingga diapun menyibukkan waktu-waktunya dengan perkataan ini. Maka inilah diantara sebab yang paling besar yang menyebabkan kerasnya hati, menimlbulkan hasad, dengki, permusuhan antara ikhwah dan menambah perpecahan.Maka kewajiban penuntut ilmu adalah menjaga lisannya, tidak memperbanyak menukil perkataan, tidak pula memperbanyak pembicaraan yang tidak ada manfaatnya, dan sikap dia ketika tersebar masalah ini diantara ikhwah adalah menjauhinya dan mengatakan: Tidak layak kita disibukkan dengan hal ini tapi sibukkan diri kita dengan menuntut ilmu dan hal-hal yang bermanfaat, kecuali jika [menukil perkataan itu] ada maslahatnya untuk mendamaikan antara ikhwah, maka hal itu diperbolehkan.[d]. Jahil [bodoh], yaitu bahwa sebagian mereka yang berselisih terkadang disebabkan oleh kejahilan, jahil terhadap yang haq atau jahil terhadap ahli haq. Jahil terhadap al-haq yaitu: tidak tahu dipihak mana kebenaran itu berada. Contohnya jika ada 2 golongan berselisih dalam masalah ilmiyah, kemudian datang orang yang tidak mengetahui al-haq dalam masalah yang diperselisihkan ini, sehingga diapun membela yang bathil. Inilah yang dapat menambah perpecahan dan perselisihan. Atau bisa jadi karena jahil terhadap ahlul haq [orang-orang yang mengikuti al-haq]. Maksudnya, bahwa seseorang yang berilmu tahu al-haq dan tahu dalil-dalilnya, tapi dia tidak tahu keadaan Fulan, dan ini kadang terjadi pada para penuntut ilmu disebabkan karena mereka tidak tidak tahu apa yang terjadi di Indonesia, maka jika ada salah seorang penuntut ilmu yang mengatakan: Kata Fulan begini kata Fulan begitu.. tentunya seorang yang berilmu itu berbicara sesuai dengan berita yang disampaikan pada dia.Maka seharusnya bagi mereka yang menukil perselisihan antara manusia bersikap jujur dan terpercaya dalam menukil, tidak boleh dia menukil hal yang tidak pernah diperbuat oleh orangnya tidak juga hal yang tidak pernah dikatakan oleh orang tersebut, tidak boleh pula dia mengambil konsekwensi perkataannya, haruslah dia menukil perselisihan itu sesuai dengan kenyataannya. Dan jahil [tidak mengetahui] terhadap ahlul-haq ini tidaklah menjatuhkan derajat ulama, tidak pula merendahkan harkat mereka, karena mereka tidak tahu apa sebenarnya yang sekarang terjadi di Indonesia -misalnya-, kecuali dari nukilan [sebagian penuntut ilmu] negara ini. Mereka tidak tahu apa yang terjadi di negara tertentu , tapi datang sebagian penduduknya dan menukil perkataan: Kata Fulan begini,kata Fulan begitu tentunya orang alim itu berbicara sesuai dengan apa yang dia dengar, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam : Sesungguhnya saya hanya memutuskan sesuai dengan apa yang saya dengarSeorang hakim dan mufti menghukumi sesuai dengan apa yang dia dengar, maka selayaknya jika kita menukil sebuah khilaf atau meminta fatwa, hendaknya kita menukil sesuai dengan kenyataan sehingga menghasilkan hukum yang benar, karena seorang alim bertugas untuk berijtihad dalam memutuskan suatu masalah ilmiyah tapi terkadang dia kurang tahu tentang keadaan manusia dan apa yang terjadi terhadap mereka, inilah sebagian dari sebab terjadinya perselisihan.Adapun Sebab-Sebab Perdamaian Adalah.[a]. Niat yang jujur dan benar untuk mendamaikan, Allah berfirman tentang dua orang penengah yang mendamaikan suami-istri yang berselisih :"Artinya : Jika kedua hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami istri itu" [An-Nisaa : 35]Kalau dalam masalah mendamaikan suami istri saja Allah menjanjikan taufiq untuk mereka berdua, apalagi orang yang berusaha untuk mendamaikan antara kaum muslimin, tidak diragukan lagi dia akan diberi taufik -insya Allah-, apabila terpenuhi padanya niat jujur [benar], karena kejujuran niat itu merupakan salah satu sebab hilangnya perselisihan, sehingga diapun menjadi kunci kebaikan yang Allah mudahkan dengannya terjadi perdamaian[b]. Doa untuk kebaikan ikhwah, yaitu mendoakan saudara-saudara kita dengan mengikhlaskan niat dalam berdoa agar Allah mengangkat perselisihan, mendamaikan dan menyatukan hati mereka diatas kebaikan dan taqwa dan membimbing mereka dalam kebenaran[c].Menasehati pihak yang salah, kita katakan pada dia: Anda bersalah, maka kembalilah kepada al-haq, tapi ini bagi orang yang mampu melakukannya, adapun orang yang tak mempunyai kemampuan untuk menasehatinya maka tak ada kewajiban baginya[d]. Menasehati pihak yang benar, yaitu agar bersabar, kita katakan pada mereka: Bersabarlah dan tahan diri kamu terhadap teman-temanmu [yang bersalah] karena merekapun ahlus sunnah, dan perselisihan mereka dengan kamu bukan berarti pula mereka membencimu, bukan berarti mereka tidak menginginkan al-haq, tapi mereka salah. Para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun berselisih dalam banyak masalah, bahkan terjadi fitnah di zaman mereka, tapi setiap mereka mengatakan pada temannya: Kami tidak merasa lebih dari kalian dalam iman dan taqwa, Ali bin Abi Thalib radhiallaahu anhu adalah orang paling utama setelah kematian Utsman radhiallaahu anhu, beliau mengatakan: [Mereka] adalah saudara-saudara kita, kita tidak merasa melebihi mereka dalam iman dan taqwa padahal beliau adalah orang yang paling utama mudah-mudahan Allah meridhoinya-.Demikian pula Muawiyah radhiallaahu anhu, beliaupun mengakui keutamaan Ali radhiallaahu anhu dan mengatakan: Kami tidak memerangi beliau dalam perkara ini [khilafah] dan mengakui keutamaan beliau, lihatlah !!! Bagaimana mereka berselisih dan menginginkan haq walaupun sudut pandang mereka berbeda dalam banyak masalah, tapi mereka tidak saling mencela satu sama lainnya, bahkan mereka mengakui bahwa saudaranya menginginkan al-haq dan berijtihad, inilah muamalah yang harus dilakukan terhadap saudara-saudara kita.[Diterjemahkan dari Nasehat Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily hafidzohullah, dan risalah ini disusun oleh Abu Abdirrahman Abdullah Zaen dan Abu Bakr Anas Burhanuddin dkk Mahasiswa Universitas Islam Madinah]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1653&bagian=0


Artikel Hal-Hal Yang Menyebabkan Dan Menambah Perpecahan Dan Hal-Hal Yang Menyebabkan Perdamaian diambil dari http://www.asofwah.or.id
Hal-Hal Yang Menyebabkan Dan Menambah Perpecahan Dan Hal-Hal Yang Menyebabkan Perdamaian.

Ia Tinggalkan Nyayian Maka Allah Menggantikannyadengan Hidayah dan Iman

Kumpulan Artikel Islami

Ia Tinggalkan Nyayian Maka Allah Menggantikannyadengan Hidayah dan Iman Negara-negara kafir pada umumnya, baik Barat maupunTimur hidup dalam kesengsaraan. Ya, demi Allah, itulah kenyataanmereka. Sebab hati yang merupakan raja anggota badan adalahasal-muasal kebahagiaan dan kenikmatan serta siksa dan kesengsaraan.

Jangan terkecoh dengan kenikmatan mereka. Memang, jasad mereka beradadi Surga, tetapi hati mereka di Neraka. Inilah kenyataan yang ada!

Karena itu, orang kafir selalu hidup dalam kesempitan dan kesusahan.Allah berfirman:Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu maka sesungguhnyabaginya adalah kehidupan yang sempit dan Kami kumpulkan mereka padahari Kiamat dalam keadaan buta.

Wahai hamba Allah, tahukah kamu apakah kesempitan hidup itu Ia adalahsiksaan dalam hati berupa kesedihan, kesesakan dan berakhir denganbunuh diri.

Ketika negara Skandinavia melihat begitu banyak pen-duduk negaranyayang bunuh diri, justeru mereka berkata, 'Kita siapkan untuk merekatempat bunuh diri sehingga kita bisa memanfaatkan darah mereka untukorang-orang sakit dan kecelakaan'.

Dan berikut ini, wahai saudaraku muslim tercinta ada-lah kisah seorangpemuda yang meninggalkan pesona, godaan dan hiruk-pikuk dunia kemudianhanya meng-hadapkan diri kepada Allah, maka ia pun mendapatkankelapangan dan keleluasaan.

Dahulunya, ia seorang pecinta nyanyian dan segala hal yang biasamenyertainya seperti minum minuman keras, disco, musik dan kemaksiatanserta dosa lainnya.

Ia adalah orang yang hatinya telah dimasuki iman, maka ia mendapatikebahagiaan, ketenangan dan kedamaian. Dengan iman pula, iamendapatkan ketinggian dan kemu-liaan, kebaikan, keshalihan dankeberuntungan.

Ia adalah kisah seorang selebriti Inggris yang amat ter-kenal dikolong langit ini. Ia adalah Cat Stevens yang kemu-dian berganti namamenjadi Yusuf Islam.

Ia bertutur sendiri tentang dirinya. Dan alangkah indah sesuatu yangmurni keluar dari jiwa yang jujur. Cat Stevens berkisah.Aku dilahirkan di London, jantung dunia Barat. Aku dilahirkan di eratelevisi dan angkasa luar. Aku dilahirkan di era teknologi mencapaipuncaknya di negara yang terke-nal dengan peradabannya, negara Inggris.

Aku tumbuh dalam masyarakat tersebut dan aku belajar di SekolahKatholik yang mengajarkanku tentang agama Nashrani sebagai jalan hidupdan kepercayaan. Dari sini pula aku mengetahui apa yang haruskuketahui tentang Allah, Al-Masih 'alaihis salam dan taqdir, yang baikmaupun yang buruk.

Mereka banyak memberitahuku tentang Allah, sedikit tentang Al-Masihdan lebih sedikit lagi tentang Ruhul Qudus [Jibril].

Kehidupan di sekelilingku adalah kehidupan materi. Paham materialisgencar diserukan dariberbagai media informasi. Mereka mengajarkan,kekayaan adalah kekayaan harta benda yang sesungguhnya dan kefakiranadalah ketiadaan harta benda secara hakiki. Amerika adalah contohnegara kaya dan Negara-negara Ketiga adalah contoh kemiskinan,kelaparan, kebodohan dan kepapaan.

Karena itu, aku harus memilih dan meniti jalan kekayaan. Supaya akubisa hidup bahagia. Supaya aku mendapatkan kenikmatan hidup. Karenaitu, aku membangun falsafah hidup bahwa dunia tidaklah ada kaitannyadengan agama. Falsafah inilah yang aku jalani, agar aku mendapatkankebahagiaan jiwa.

Lalu aku mulai melihat kepada sarana untuk meraih kesuksesan. Dan carayang paling mudah -menurutku- adalah dengan membeli gitar, mengaranglagu dan me-nyanyikannya sendiri. Aku lalu tampil di hadapan mereka.Inilah yang benar-benar aku lakukan dengan membawa nama Cat Stevens.Dan tidak berapa lama, yakni ketika aku berusia 18 tahun aku telahmenyelesaikan rekaman dalam delapan kaset. Setelah itu banyak sekalitawaran. Dan aku pun bisa mengumpulkan uang yang banyak. Di sampingitu, pamorku pun mencapai puncak.

Ketika aku berada di puncak ketenaran, aku melihat ke bawah. Aku takutjatuh! Aku dihantui kegelisahan. Akhirnya, aku mulai minum minumankeras satu botol setiap hari. Supaya memotivasi keberanianku untuk me-nyanyi.Aku merasa, orang-orang di sekelilingku berpura-pura puas. Padahaldari wajah mereka, tak seorang pun tampak puas, kepuasan yangsesungguhnya!

Semuanya harus munafiq, bahkan dalam jual beli dan mencari sesuap nasi,bahkan dalam hidup! Aku merasa, ini adalah sesat. Dari sini, aku mulaimembenci kehidupanku sendiri. Aku menghindar dari orang banyak. Akulalu jatuh sakit. Aku kemudian opname di rumah sakit karena sakitparu-paru. Ketika di rumah sakit, kondisiku lebih baik karenamengajakku berfikir.

Aku memiliki iman kepada Allah. Tetapi gereja belum mengenalkankusiapakah Tuhan itu dan aku tak mampu sampai pada hakikat Tuhansebagaimana yang dibicarakan gereja! Pikiranku buntu. Maka aku memulaiberfikir kepada jalan hidup yang baru. Aku memiliki buku-buku tentangaqidah dan masalah ketimuran. Aku mencari tentang Islam dan hakikatnya.Dan seperti ada perasaan, aku harus menuju pada titik tujuan tertentu,tetapi aku tidak tahu keberadaan dan pengertiannya.

Aku tidak puas berpangku tangan, duduk dengan pikiran kosong. Akumulai berfikir dan mencari kebahagiaan yang tidak kudapatkan dalamkekayaan, ketenaran, puncak karir maupun di gereja. Maka aku mulaimengetuk pintu Budha dan Falsafah Cina. Aku pun mempelajarinya. Akumengira, kebahagiaan adalah dengan mencari berita apa yang terjadi dihari esok, sehingga kita bisa menghindari keburukannya. Aku berubahmenjadi penganut paham Qadariyah. Aku percaya dengan bintang-bintang,mencari berita apa yang akan terjadi. Tetapi semua itu ternyata keliru.

Aku lalu pindah kepada ajaran komunis. Aku mengira bahwa kebajikanadalah dengan membagi kekayaan alam ini kepada setiap manusia. Tetapiaku merasa bahwa ajaran komunis itu tidak sesuai dengan fitrah manusia.Sebab ke-adilan adalah engkau mendapatkan sesuai apa yang telah engkauusahakan, dan ia tidak lari ke kantong orang lain.

Lalu aku berpaling pada obat-obat penenang. Agar aku memutuskan matarantai berbagai pikiran dan kebimbang-an yang menyesakkan. Setelah ituaku mengetahui bahwa tidak ada aqidah yang bisa memberikan jawabankepadaku. Yang bisa menjelaskan kepadaku hakikat yang sedang aku cari.Aku putus asa. Dan ketika itu, aku belum mengetahui tentang Islam samasekali. Maka aku tetap pada keyakinan-ku semula, pada pemahamanku yangpertama, yang aku pelajari dari gereja. Aku menyimpulkan bahwakepercaya-an-kepercayaan yang aku pelajari itu adalah keliru. Danbahwa gereja sedikit lebih baik daripadanya. Aku kembali lagi kepadagereja. Aku kembali mengarang musik seperti semula. Dan aku merasaKristen adalah agamaku.

Aku berusaha ikhlas demi agamaku. Aku berusaha mengarang lagu-lagudengan baik. Aku berangkat dari pemikiran Barat yang bergantung padaajaran-ajaran gereja. Yakni ajaran yang memberikan inspirasi kepadamanusia bahwa dia akan sempurna seperti Tuhan jika dia melakukanpekerjaannya dengan baik serta ia mencintai dan ikhlas terhadappekerjaannya.

Pada tahun 1975 terjadi suatu mu'jizat. Yakni ketika saudara kandungkutertua memberiku hadiah satu mushaf Al-Qur'an. Mushaf itu masih tetapbersamaku sampai aku mengunjungi Al-Quds di Palestina. Setelahkunjungan tersebut, aku mulai mempelajari Kitab yang dihadiahkan olehsaudaraku itu. Suatu Kitab yang aku tidak mengetahui apa isi didalamnya, juga tak kuketahui apa yang dibicara-kannya. Lalu akumencari terjemahan Al-Qur'anul Karim setelah aku mengunjungi Al-Quds.Pada pertama kalinya, melalui Al-Qur'an itu, aku berfikir tentang apaitu Islam. Sebab Islam menurut pandangan orang Barat adalah aga-mayang fanatik dan sektarian. Dan umat Islam itu adalah sama saja.Mereka adalah orang-orang asing, baik bangsa Arab maupun Turki. Keduaorang tua saya adalah berdarah Yunani. Dan orang Yunani begitubencinya kepada Turki Muslim. Karena itu, seyogyanya aku membenciAl-Qur'an, yang ia adalah agama dan pedoman orang-orang Turki se-bagaidendam warisan. Tetapi aku memandang, aku harus mempelajarinya [terjemahnya].Tidak mengapa aku menge-tahui isinya.

Sejak pertama, aku merasa bahwa Al-Qur'an dimulai dengan Bismillah [dengannama Allah]. Bukan dengan na-ma selain Allah. Dan ungkapan 'Bismillahirrahmanirrahim'[dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang] begitusangat berpengaruh dalam jiwaku. Lalu surat Al-Fatihah itu berlanjutdengan Fatihatul Kitab [Pembukaan Al-Qur'an], Alhamdulillahirabbil 'alamin[segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam]. Segala puji milik AllahSang Pencipta sekalian alam, dan Tuhan segenap makhluk.

Sampai waktu itu, pemikiran saya tentang Tuhan begitu lemah takberdaya. Mereka mengatakan kepadaku, 'Se-sungguhnya Allah adalahMahaesa, tetapi terbagi menjadi tiga dzat! Bagaimana Saya tidak tahu!'

Dan mereka mengatakan kepadaku, 'Sesungguhnya Tuhan kita bukanlahTuhannya orang Yahudi..!'

Adapun Al-Qur'anul Karim, maka ia mulai dengan ber-ibadah kepada AllahYang Mahaesa, Tuhan segenap alam semesta. Al-Qur'an menegaskan keesaanSang Pencipta. Dia tidak memiliki sekutu yang berbagi kekuasaandengan-Nya. Dan ini adalah pemahaman baru bagiku. Sebelumnya, sebelumaku mengetahui Al-Qur'anul Karim, aku menge-tahui adanya pemahamankesesuaian dan kekuatan yang mampu mengalahkan mu'jizat. Adapunsekarang, dengan pemahaman Islam, aku mengetahui bahwa hanya Allahsemata yang mampu dan Mahakuasa atas segala sesuatu.

Hal itu masih dibarengi dengan keimanan terhadap hari akhir dan bahwakehidupan akhir itu adalah abadi. Jadi, tidaklah manusia itu darisegumpal daging kemudian ber-ubah setiap hari hingga berakhir menjadidebu, sebagai-mana yang dikatakan oleh para ahli biologi. Sebaliknya,apa yang kita lakukan dalam kehidupan dunia ini sangat menentukankeadaan yang akan terjadi dalam kehidupan di hari akhir nanti. Al-Qur'anlahyang menyeruku kepada Islam. Maka aku pun memenuhi seruannya. Adapungereja yang menghancurkanku dan membuatku lelah dan letih, maka dialahyang mengantarkanku kepada Al-Qur'an. Yakni ketika aku tak mampumenjawab berbagai pertanya-an jiwa dan kalbuku.

Di dalam Al-Qur'an, aku melihat sesuatu asing. Ia tidak serupa dengankitab-kitab lain. Ia tidak mengandung beberapa bagian atau sifat-sifatyang ada dalam kitab-kitab agama yang telah kubaca. Di sampulAl-Qur'an, juga aku tidak mendapatkan nama pengarangnya. Karena itu,aku yakin betul dengan makna wahyu yang Allah wahyukan kepada nabiyang diutusNya. Kini, aku telah jelas betul tentang perbedaan antaraAl-Qur'an dengan Injil yang di-tulis oleh tangan-tangan pengarang yangberbeda-beda sehingga melahirkan kisah-kisah yang berbeda pula.

Aku berusaha untuk mencari kesalahan di dalam Al-Qur'an, tetapi akutidak menemukannya. Semua isi Al-Qur'an adalah sesuai dengan pemikirankeesaan Allah yang murni. Dari sini, aku mulai mengenal tentang apaitu Islam.

Al-Qur'an bukanlah satu-satunya risalah. Sebaliknya, di dalamAl-Qur'an didapatkan nama-nama semua nabi yang mereka itu dimuliakanAllah. Al-Qur'an tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya.Dan teori ini adalah sangat logis. Sebab jika Anda beriman kepadaseorang nabi dan tidak kepada yang lain, berarti Anda telahmenghancurkan adanya kesatuan risalah.

Dari sejak itu, aku memahami bagaimana berantainya risalah sejak awalpenciptaan manusia. Dan bahwa manusia sepanjang sejarah selalu terdiridari dua barisan; mukmin atau kafir.

Al-Qur'an telah menjawab semua hal yang kupertanya-kan. Dengandemikian aku merasa bahagia. Kebahagiaan mendapatkan kebenaran.

Aku mulai membaca Al-Qur'an semuanya, sepanjang satu tahun penuh. Akumulai menerapkan pemahaman yang aku baca dari Al-Qur'an. Saat itu akumerasa bahwa akulah satu-satunya muslim di muka bumi ini.

Lalu aku berfikir bagaimana aku menjadi muslim yang sesungguhnya. Makaaku pergi ke masjid London dan aku mengumumkan keislamanku. Akumengatakan, 'Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wa anna muhammadarrasuulullaah' [Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembahmelainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah].

Ketika itu, aku yakin bahwa Islam yang kupeluk adalah risalah yangberat, tidak suatu pekerjaan yang selesai dengan sekedar mengucapkandua kalimah syahadat.

Aku telah dilahirkan kembali. Dan aku telah mengetahui ke mana akuberjalan bersama saudara-saudara muslimku yang lain dari hamba-hambaAllah. Sebelumnya, aku sama sekali tidak pernah menemui salah seorangmereka. Seandainya pun ada seorang muslim yang mene-muiku dan berusahauntuk mengajakku kepada Islam, tentu aku menolak ajakannya karenakeadaan umat Islam yang diremehkan dan diolok-olok oleh mediainformasi barat. Bahkan media informasi Islam sendiri seringmeng-olok-olok hakikat Islam. Mereka justeru sering mendukung berbagaikedustaan yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam yang mereka itutidak mampu memperbaiki bangsa mereka sendiri yang kini telahdihancurkan oleh penyakit-penyakit akhlak, sosial dan sebagainya.

Aku telah mempelajari Islam dari sumbernya yang utama, yaitu Al-Qur'anulKarim. Selanjutnya, aku mempelajari sejarah hidup [sirah] Rasulshallallahu 'alaihi wa sallam. Bagaimana beliau dengan perilaku dansunnahnya mengajarkan Islam kepada umat Islam. Aku lalu mengetahuikekayaan yang agung dari kehidupan dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihiwa sallam. Aku sudah lupa musik. Aku bertanya kepada kawan-kawanku, 'Apaaku mesti melanjut-kan karir musikku' Mereka menasihatiku agar akuber-henti, sebab musik akan melalaikan dari mengingat Allah. Dan inibahaya besar.

Aku menyaksikan pemuda-pemuda yang meninggalkan keluarga mereka danhidup di tengah-tengah musik dan lagu. Ini adalah sesuatu yang tidakdiridhai oleh Islam, yang menganjurkan dibangunnya generasi-generasitangguh.

Itulah kisah seorang penyanyi Inggris terkenal, Cat Stevens [YusufIslam] yang menolak popularitas dan uang, karena ia menemukan apa yangia cari sejak lama, yakni kebenaran dan petunjuk, sumber kebahagiaanabadi, di dunia maupun di akhirat. Karena itu, Allah menggantikannyadengan iman yang tidak ada sesuatu pun yang menan-dingi nilainya, demiAllah!

Hidup tanpa iman adalah Neraka Jahim yang tak tertahankan. Lalu, Allahjuga menggantinya dengan kecintaan Allah kepadanya. Karena Allahmencintai orang-orang ber-iman, bertakwa dan yang berbuat baik. MakaAllah meng-gantinya dengan kecintaan makhluk yang ada di langit danmakhluk yang ada di bumi kepadanya. Allah menggan-tinya dengan namaharum di antara hamba-hamba Allah yang beriman, di Timur maupun diBarat.

Artikel Ia Tinggalkan Nyayian Maka Allah Menggantikannyadengan Hidayah dan Iman diambil dari http://www.asofwah.or.id
Ia Tinggalkan Nyayian Maka Allah Menggantikannyadengan Hidayah dan Iman.