Jumat, 13 Juni 2008

Pesan Untuk Pendidik Anak

Kumpulan Artikel Islami

Pesan Untuk Pendidik Anak Sesungguhnya nikmat [yang diberikan] AllahSubhanahu wa Ta'ala tidak terhitung dan diantara nikmat-nikmat yangsangat agung dan mulia adalah nikmat anak. Allah Ta'ala berfirman:Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. [Al-Kahfi:46]

Nikmat yang sangat agung ini adalah merupakan satu amanah dan tanggungjawab bagi kedua orang tua dan akan ditanya tentang nikmat tersebutpada hari Kiamat,

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Masing-masingkalian adalah pemimpin dan masing-masing kalian [akan] ditanya tentangkepemimpinan-nya: Seorang imam adalah pemimpin dan dia [akan] ditanyatentang kepemimpinannya, dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalamkeluarganya dan dia [akan] di tanya tentang kepemimpinannya. [Muttafaq'Alaih].

Allah Ta'ala berfirman, yang artinya: Wahai orang-orang yangberiman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.

Ibnul Qayyim radhiyallah 'anhu berkata: Barangsiapa menelantarkanpendidikan anaknya dan meninggalkan apa yang bermanfaat buat mereka,maka dia telah merusak masa depan anak; kebanyakan anak tidak bermoralhanya karena bapak mereka tidak peduli terhadap pendidikan mereka ,sehingga para bapak tidak dapat mengambil manfaat dari anak, dan anak[pun] tidak akan memberikan manfaat kepada bapaknya ketika telah besar.

Kepada seluruh ayah, ibu dan pendidik [kami berikan] pesan dan nasehatyang singkat semoga Allah memberikan manfaat dengannya:

Landasan utama dalam pendi-dikan anak-anak adalahmenanamkan nilai 'ubudiyah [peribadahan] kepada Allah Subhanahu waTa'ala dalam hati mereka, serta memelihara dan menjaganya dalam dirimereka. Diantara nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kitaadalah bahwa seorang anak dilahirkan diatas agama islam, agamafithrah. Maka hal itu tidaklah membutuhkan kecuali menjaga danmemeliharanya serta senantiasa membantu mereka agar tidak menyimpangdan tersesat.

Ayah dan ibu dianggap beriba-dah kepada AllahSubhanahu wa Ta'ala ketika mendidik, berinfak, menjaga, mengawasi,dan mengajari [anak-anaknya] bahkan sampai ketika membahagiakan me-rekadan bersenda gurau dengan mereka, apabila ayah dan ibu meng-harapkanyang demikian itu, maka mereka akan mendapat pahala.

Memberikan nafkah kepada anak-anak adalah merupakan ibadahsebagaimana Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:Satu dinar yang engkau infaqkan di jalan Allah, satu dinar yangengkau infaqkan kepada hamba sahaya, satu dinar yang engkausedekahkan kepa-da orang miskin dan satu dinar yang engkau infaqkankepada keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah satu dinaryang engkau infaqkan kepada keluargamu. [HR. Muslim].

Harus mengikhlaskan [niat] kepada Allah Subhanahuwa Ta'ala dalam mendidik anak, jika seorang pendidik menginginkandunia maka keikhlasannya telah rusak. Tidak diragukan lagi bahwatujuan mendidik anak adalah mencari pahala dari Allah Subhanahu waTa'ala .

Do'a adalah ibadah. Para nabi dan rasul telahberdo'a untuk anak-anak dan isteri-isteri mereka:Wahai Rabb kami berikanlah kepada kami isteri-isteri danketurunan kami sebagai penyenang hati kami. [Al-Furqan: 74]

Dan ketika Ibrahim berkata:Wahai Rabbku jadikanlah negeri ini negeri yang aman sertajauhkanlah aku dan anak-anakku dari menyembah berhala-berhala.

[Ibrahim: 35]

Berapa banyak do'a-do'a dapat meringkaskan lamanya perjalanantarbiyah Pilihlah waktu-waktu dikabul-kannya do'a dan jauhilahpenghalang-penghalangnya, rendahkanlah diri kepada Allah Subhanahuwa Ta'ala dan memohonlah dihadapanNya agar Allah memberikan petunjukkepada keturunanmu dan menjauhkan setan darinya.

Wajib bagi Anda mencari harta yang halal danmenjauhi yang syubhat [samar] serta janganlah [sampai] engkauterjatuh dalam keharaman. Sesungguhnya telah shahih dari NabiShallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:Setiap jasad yang tumbuh dari harta yang haram, maka nerakalebih pantas baginya.

Ayah dan ibu jangan mengira bahwa harta yang haram itu ada dalamriba, mencuri dan uang suap semata. Bahkan sampai ada dalammenyia-nyiakan waktu bekerja, dan mema-sukkan harta yang haram tanpaada timbal baliknya. Maka kebanyakan para pegawai, pengajar danpekerja meremehkan pekerjaan mereka dan terlambat dari waktu kerjabeberapa detik. Demikian pula memakan harta manusia dengan bathildan merampas hak-hak mereka. Pilihlah harta yang halal walaupunsedikit [jumlahnya] sesungguhnya di dalamnya ada berkah yang besar.

Teladan yang baik adalah merupakan [sarana]tarbiyah yang sangat penting. Maka bagaimana [mungkin] anakmubersemangat melaksanakan shalat sedangkan dia melihatmumenyia-nyiakan shalat Dan bagaimana [mungkin] anakmu men-jauhkandiri dari lagu-lagu dan lawakan sedangkan dia melihat kedua orangtuanya senantiasa mendengar-kannya!

Sabar adalah hal yang telah dilupakan olehsebagian orang tua. Sabar adalah merupakan sebab-sebab terpentingdalam keberhasilan tarbiyah. Maka Anda wajib bersabar, atas teriakananak yang masih kecil dan jangan marah, bersabarlah ketika dia sakitdan berharap pahala dari Allah, saat menasehatinya dan jangan bosan,saat Anda menunggu anak agar dia keluar bersama Anda untuk shalat,dan saat engkau duduk di masjid setelah sholat ashar agar anak Andamenghafal [Al-Qur'an] bersama Anda. Dan bergembiralah sesungguhnyaAnda ada dalam jalan jihad.

Shalat, adalah kewajiban yang sangat agung daninti yang kedua dari kewajiban agama didiklah anak Anda agar tahutentang pentingnya dan agungnya kedudukan sholat. Maka NabiShallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda sebagaimana hal itudiriwayatkan oleh Imam Ahmad:Perintahkanlah anak-anak kalian shalat pada usia 7 tahun danpukullah mereka [jika meninggalkan] shalat pada usia 10 tahun.

Wahai ayah janganlah Anda menjadi bodoh, yang mampu menyayangianaknya dari dinginnya [hawa] pada musim dingin tapi tidak mampumembangunkan anaknya untuk mengerjakan shalat. Bahkan jadilah Andadiantara orang-orang yang berakal dan sayangilah anakmu dari apineraka jahannam wal 'Iyadzu billah, maka beliau Shallallahu 'alaihiwa sallam telah bersabda:Barangsiapa mengerjakan shalat Fajar secara berjamaah maka diaada dalam perlindungan Allah. [HR. Ibnu Majah].

Haruslah menjaga hak milik yang khusus danbagian-bagian pribadi di antara anak-anak, serta bersikaplah adilterhadap mereka dalam pergaulan dan pemberian serta perhatian dalampendidikan mereka.

Tumbuhkanlah dalam diri anak-anak Andapengagungan terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala , mencintaiNya danmentauhid-kanNya, dan peringatkanlah mereka tentang kesalahan aqidahyang engkau lihat serta peringatkanlah mereka dari terjatuhkedalamnya. perintahkan yang ma'ruf dan cegahlah dari yang mungkarserta doronglah mereka untuk melakukan hal tersebut, sesungguhnyahal itu menjadi penye-bab tetapnya mereka di atas agama.

Kita berada dalam satu zaman yang didalamnyatelah tersebar fitnah dari segala sisi. Maka jadilah Anda sebagaiorang yang membela nasib anak-anakmu. Hendaklah engkau mempunyainasehat yang baik dalam memilihkan teman-teman mereka karenasesungguhnya seorang ter-gantung sahabatnya dan Rasul Shallallahu 'alaihiwa sallam bersabda:Seorang laki-laki diatas agama teman dekatnya maka hendaklahsalah seorang dari kalian melihat kepada siapa dia berteman dekat. [HR. At-Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad].

Waspadalah jangan sampai Anda mengajak mereka ke tempat-tempat yanghanya membuang-buang waktu saja atau tempat-tempat yang dida-lamnyaada kemungkaran-kemungkaran. Jadilah Anda sebagai ayah, sahabat danteman bagi mereka. Tumbuhkanlah sifat kejantanan dalam diri anaklaki-lakimu dan serta sifat malu dan kesucian dalam diri anakperempuan-mu, dan tauladan [ dalam hal] pakaian, nasehat danpersamaan serta janganlah Anda meremehkan keluar-nya anak-anak.

Semoga Allah mengumpulkan kita, mereka dan orangtua kita di Surga 'Adn. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Nabikita Muham-mad, keluaraganya, dan para saha-batnya semua.

[Diterjemahkan oleh: Ummu Abdillah bintu Hasyim As-Salafiyah]

Sumber buletin dakwah dengan judul: Washaya Litarbiyatil Abna' terbitan Daar-Al-Qasim, Riyadh.

Artikel Pesan Untuk Pendidik Anak diambil dari http://www.asofwah.or.id
Pesan Untuk Pendidik Anak.

Hukum Pengkafiran Dan Pemboman 2/2

Kumpulan Artikel Islami

Hukum Pengkafiran Dan Pemboman 2/2 Hukum Pengkafiran Dan Pemboman 2/2

Kategori Al-Irhab = Terorisme

Rabu, 6 Oktober 2004 07:00:55 WIBHUKUM PENGKAFIRAN DAN PEMBOMANOlehHaiah Kibarul Ulama Saudi ArabiaBagian Terakhir dari Dua Tulisan 2/2Allah juga telah menjanjikan adzab yang pedih bagi siapa saja yang membunuh nyawa yang tidak berdosa, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang hak orang-orang mukmin."Artinya : Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, keka ia didalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan adzab yang besar baginya" [An-Nisa : 93]Dan Allah Subhanahu wa Ta'la berfirman tentang orang-orang kafir –yang memiliki perjanjian perlindungan dalam hukum pemubunuhan tidak disengaja-"Artinya : Dan jika ia [si terbunuh] dari kaum [kafir] yang ada perjanjian [damai] antara mereka dengan kamu, maka [hendaklah si pembunuh] membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya [si terbunuh] serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin" [An-Nisa : 92]Dan jika membunuh seorang kafir yang memiliki perlindungan terhadap kemanannya saja dikenakan diyat dan kafarat, bagaimana jika ia [kafir] dibunuh secara sengaja Jika demikian tindakan tersebut lebih parah dan dosanya lebih besar.Dan telah shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda."Artinya : Barangsiapa yang membunuh orang yang dalam perjanjian maka ia tidak akan mencium bau surga" [Muttafaq 'alaihi dari Abdullah bin Amr] [7]Ketiga.Bahwasanya setelah Majelis Kibarul Ulama menjelaskan hukum mengkafirkan manusia tanpa didasari oleh petunjuk dari kitab Allah dan Sunnah RasulNya serta bahaya memutlakkan hal tersebut sehingga menimbulkan pengaruh yang buruk, maka diumumkan kepada dunia bahwasanya Islam berlepas diri dari orang yang berkeyakinan salah seperti ini, dan hal-hal yang terjadi di beberapa negeri seperti pertumpahan darah orang tak berdosa, peledakan perumahan dan kendaraan serta bangunan-bangunan milik sawasta maupun pemerintah dan penghancuran gedung-gedung merupakan tindakan kriminalitas dan Islam berlepas darinya.Begitulah sikap seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari Akhir yaitu berlepas diri darinya. Sesungguhnya tindakan tersebut datang dari orang yang memiliki pemikiran menyimpang serta aqidah yang sesat. Ia memikul dosa dan kejahatannya sendiri, dan tidak dipandang perbuatannya oleh Islam dan kaum muslimin yang mengikuti petunjuk Islam berpegang teguh kepada Kitabullah dan As-Sunnah serta berpegang kepada tali Allah yang kokoh. Perbuatan tersebut murni tindakan kriminalitas yang ditolak oleh syari'at dan fitrah. Oleh sebab itu nash syariat telah mengharamkannnya sebagai peringatan dari berkawan dengan pelaku tindakan tersebut."Artinya : Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah [atas kebenaran] isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling [dari kamu] ia berjlalan di bumi untuk mengdakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman dam binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kerusakan padanya , dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kerusakan" [Al-Baqarah : 204-206]Wajib bagi setiap muslimin di mana saja berada untuk saling menasehati dalam kebenaran, tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, memerintahkan yang baik dan mencegah yang mungkar dengan cara hikmah dan pelajaran yang baik dan berdebat dengan cara yang paling baik, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala."Artinya : Dan tolong menolonglah kamu dalam [mengerjakan] kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya [Al-Maidah : 2]Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka [adalah] menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh [mengerjakan] yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka ta'at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" [At-Taubah : 71]Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran" [Al-Ashr : 1-3]Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Agama itu nasehat" [tiga kali], dikatakan : bagi saiapa, Ya Rasulullah Ia bersabda : "Bagi Allah, kitabNya, Rasul-RasulNya, pemimpin kaum muslimin dan manusia secara umum" [Telah lewat Takhrijnya]Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."Artinya : Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, mengasihi, dan saling menyayangi, bagaikan satu tubuh apabila adal satu bagian tubuh yang sakit maka akan menjalar kebagian tubuh yang lain sehingga turut tidak bisa tidur dan merasa demam" [8]Ayat-ayat dan hadits-hadits –yang bermakna seperti ini- banyak sekali.Kita memohon kepada Allah dengan namaNya yang indah dan sifatNya yang tinggi, agar Dia mengangkat bencana dari kaum muslimin, membeerikan petunjuk kepada para pemimpin yang padanya kebaikan penduduk dan negeri, serta menumpas kerusakan beserta pelakunya, dan semoga Allah menjadikan para pemimpin sebagai penolong agamaNya, meningggikan kalimatNya dan semoga Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin –seluruhnya- di setiap tempat dan semoga Allah menjadikan mereka penolong kebenaran.Sesungguhnya Allah pemilik yang demikian itu serta berkuasa atasnya. Semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam.[Disalin dari kitab Fatawa Al-Aimmah Fil An-Nawazil Al-Mudlahimmah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Seputar Terorisme, Penyusun Muhammad bin Husain bin Said Ali Sufran Al-Qathani, Terbitan Pustaka At-Tazkia]_________Foote Note[7] Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Al-Jizyah, bab Itsmun Man Qatala Muahidan Bighairi Jarmin, hadits no. 3166, saya tidak mendapat dalam shahih Muslim.[8] Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari di kitab Al-Adab, bab Rahmah An Naas Wa Al-Bahaim hadits no 6011, dan Imam Muslim di kitab Al-Birr Wa Ash-Shilah bab Tarahum Al-Mukminina Wa Ta'Athufihim hadits no 2586

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1068&bagian=0


Artikel Hukum Pengkafiran Dan Pemboman 2/2 diambil dari http://www.asofwah.or.id
Hukum Pengkafiran Dan Pemboman 2/2.

Wanita Mencukur Rambut Pada Saat Haji Dan Umrah

Kumpulan Artikel Islami

Wanita Mencukur Rambut Pada Saat Haji Dan Umrah

>> Pertanyaan :

Syaikh Shalih Fauzan berfatwa: Tentang dibolehkannya wanita mencukurrambutnya tatkala bertahallul dari haji atau umrah. ?

>> Jawaban :

Beliau berkata: Wanita cukup menggunting rambutnya sepanjang ujungjari dan tidak boleh mencukurnya. Dalam kitab Al-Mughni disebutkanbahwa wanita hanya dianjurkan menggunting rambut bukan men-cukurnya,dan tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini. Ibnu Mundzirberkata: Seluruh ulama bersepakat bahwa wanita hanya dianjurkanmenggunting rambut bukan mencukur karena mencukur rambut bagi wanitaadalah perusakan berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu AbbasRadhiallaahu 'anhu bahwa beliau berkata sesungguhnya RasulullahShallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: Perempuan tidak bolehmencukur [rambut], tetapi hanya boleh meng-guntingnya . [HR. Abu Daud].Dari Ali Radhiallaahu 'anhu beliau berkata bahwa RasulullahShallallaahu 'alaihi wa sallam melarang wanita untuk mencukur rambutkepalanya. Imam Ahmad berkata bahwa wanita boleh menggunting rambutdari setiap kuncir rambutnya sepanjang ujung jari dan inilah pendapatyang diikuti oleh Ibnu Umar, Syafi'i, Ishaq dan Abu Tsaur. Abu Daudberkata: Saya mendengar Imam Ahmad pernah ditanya tentang seberapawanita harus menggunting rambutnya, beliau menjawab: Semua rambutdikumpulkan ke depan lalu digunting rambut paling ujung sepanjangujung jari. Dan Imam Nawawi dalam kitab Majmu' berkata: Semua ulamasepakat [ijma'] bahwa tidak ada perintah mencukur rambut kepada wanitabahkan yang dibolehkan hanya mengguntingnya, karena mencukur adalahperbuatan bid'ah dan perusakan .

Artikel Wanita Mencukur Rambut Pada Saat Haji Dan Umrah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Wanita Mencukur Rambut Pada Saat Haji Dan Umrah.

Mengulangi Beberapa Ayat Untuk Beberapa PenyakitTertentu Tanpa Meyakini (Apa-apa) Padanya

Kumpulan Artikel Islami

Mengulangi Beberapa Ayat Untuk Beberapa PenyakitTertentu Tanpa Meyakini (Apa-apa) Padanya Pertanyaan

Sebagian raqi [yang melakukan ruqyah, penj-] ada yang me-nentukanbeberapa ayat untuk penyakit-penyakit tertentu, serta mengulanginyadengan jumlah tertentu, serta tidak ada keyakinan mereka bahwa jumlahadalah penyebab kesembuhan. Bagaimana hukum penentuan ini dan apahukum mengulang-ngulangi

Jawaban

Tidak disangsikan lagi, sesungguhnya al-Qur`an adalah pe-nawar [obat],sebagaimana yang dikabarkan Allah SWT dengan firmanNya,

Katakanlah, Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagiorang-orang yang beriman. [Fushshilat :44].Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dariRabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit [yang berada] dalam dadadan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. [Yunus:57].

Adapun firman-Nya,Dan Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar danrahmat bagi orang-orang yang beriman. [Al-Isra' :82].

Maka, banyak ulama yang berpendapat bahwa [min] bukan li at-tabidh[menunjukkan makna sebagian, pent.], namun untuk menjelaskan jins,maksudnya jenis al-Qur`an. Ditambah lagi se-sungguhnya di dalam al-Qur`anada beberapa ayat yang memiliki keistimewaan dalam pengobatandengannya, memiliki pengaruh terhadap yang diruqyah, dan di antaranyaadalah surah al-Fatihah.

Dalam hadits Abu Said al-Khudri, sesungguhnya Nabi SAW bersabdakepada orang yang meruqyah dengannya,

Tahukah anda, sesungguhnya ia [surat al-Fatihah]adalah ruqyah. [HR. Al-Bukhari, kitab ath-Thibb [5736]; Muslim,kitab as-Salam, [ 2201]

Telah datang [riwayat] keutamaan ayat-ayat tertentu, seperti ayatkursi, dua surat mu'awwidzatain [al-'Alaq dan an-Nas]. Nabi SAWtelah bersabda,

Manusia tidak pernah berlindung dengan yanglebih utama dari keduanya. [ HR. An-Nasa`i kitab al-Isti'dzan[5429, 5430, 5431]]

Demikian pula surah al-Ikhlash dan dua ayat di akhir surah al-Baqarah.Adapun mengulanginya sebanyak tiga kali atau seumpamanya makadibolehkan; karena sesungguhnya membaca itu bermanfaat, sama sajadiulang-ulangi atau sekali saja, namun diulang-ulangi dan diperbanyaklebih kuat pengaruhnya.

[SUMBER: Fatwa Syaikh Abdullah al-Jibrin yang beliau tandatangani]

Artikel Mengulangi Beberapa Ayat Untuk Beberapa PenyakitTertentu Tanpa Meyakini (Apa-apa) Padanya diambil dari http://www.asofwah.or.id
Mengulangi Beberapa Ayat Untuk Beberapa PenyakitTertentu Tanpa Meyakini (Apa-apa) Padanya.