Selasa, 10 Juni 2008

Apakah Ibnu Shayyad Itu Dajjal Yang Besar Itu ? 2/2

Kumpulan Artikel Islami

Apakah Ibnu Shayyad Itu Dajjal Yang Besar Itu ? 2/2 Apakah Ibnu Shayyad Itu Dajjal Yang Besar Itu 2/2

Kategori As-Saa'ah - Ad-Dajjal

Sabtu, 16 Juli 2005 11:18:15 WIBAPAKAH IBNU SHAYYAD ITU DAJJAL YANG BESAR ITU OlehYusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MABagian Terakhir dari Dua Tulisan 2/2Maka ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan pinangannya kepada saya, saya berkata, "Urusanku berada di tanganmu, karena itu nikahkanlah saya dengan siapa saja yang engkau kehendaki." Lalu beliau bersabda, "Pindahlah ke rumah Ummu Syarik." Dan Ummu Syarik ini adalah seorang wanita yang kaya dari kalangan Anshar yang suka melakukan infaq di jalan Allah dan biasa dikunjungi tamu-tamu. Lalu saya berkata, "Akan saya laksanakan." Kemudian beliau bersabda, "Jangan lakukan, sesungguhnya Ummu Syarik itu seorang wanita yang sering didatangi tamu-tamu, dan aku tidak suka kerudung [jilbab]mu terlepas atau pakaianmu terbuka dan tampak betismu, lalu dilihat oleh kaum itu apa yang tidak engkau sukai.Tetapi berpindahlah ke rumah putra pamanmu yaitu Abdullah bin Amr Ibnu Ummi Maktum" [seorang lelaki dari Bani Fihr, yaitu Fihr Quraisy, yang dari kalangan merekalah Abdullah dan Fatimah ini dilahirkan]. Lalu saya -kata Fatimah melanjutkan- pindah ke sana. Ketika masa 'iddah ku telah habis, saya mendengar tukang seru Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyerukan Ash-Sholaatu Jaami 'ah [Shalatlah dengan berjama'ah]. Lalu saya pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan saya berada di shaf wanita yang ada di belakang shaf laki-laki.Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam usai melakukan shalat, beliau duduk di atas mimbar sambil tersenyum seraya berkata, "Hendaklah tiap-tiap orang tetap berada di tempat shalatnya." Kemudian beliau melanjutkan, "Tahukah kamu, mengapa saya kumpulkan kamu" Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengerti." Beliau bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya aku tidak mengumpulkan kalian karena senang atau benci. Aku kumpulkan kalian karena Tamim Ad-Dari, seorang pengikut Nasrani, telah berbai'at masuk Islam dan dia bercerita kepadaku tentang suatu masalah yang sesuai dengan apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian mengenai Masih Ad-Dajjal.la bercerita bahwa ia pernah naik perahu bersama tiga puluh orang yang terdiri atas orang-orang yang berpenyakit kulit dan lepra. Lalu mereka dihempas ombak selama sebulan di laut, kemudian mereka mencari perlindungan ke sebuah pulau di tengah lautan hingga sampai di daerah terbenamnya matahari. Lantas mereka menggunakan sampan kecil dan memasuki pulau tersebut. Di sana mereka berjumpa seekor binatang yang bulunya sangat lebat hingga tak kelihatan mana qubulnya dan mana duburnya, karena lebat bulunya. Mereka berkata kepada binatang itu, "Busyet kamu! Siapakah kamu" Binatang itu menjawab, "Aku adalah Al-Jassasah." Mereka bertanya, "Apakah Al-Jassasah itu" Dia menjawab. "Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam biara ini, karena ia sangat merindukan berita kalian." Kata Tamim. "Ketika binatang itu menyebut seseorang, kami menjauhinya, karena kami takut binatang itu adalah syetan.Lalu kami berangkat cepat-cepat hingga kami memasuki biara tersebut, tiba-tiba di sana ada seorang laki-laki yang sangat besar tubuhnya dan tegap, kedua tangannya dibelenggu ke kuduknya, antara kedua lututnya dan mata kakinya dirantai dengan besi. Kami bertanya, "Siapakah engkau ini" Dia menjawab, "Kalian telah dapat menguak beritaku, karena itu beritahukanlah kepadaku siapakah sebenarnya kalian ini" Mereka menjawab. Kami adalah orang-orang dari Arab. Kami naik perahu dan kami terkatung-katung di laut dipermainkan ombak selama satu bulan, kemudian kami mencari tempat berlindung ke pulaumu ini dengan menaiki sampan kecil yang ada di sini lantas kami masuk pulau ini, dan kami bertemu seekor binatang yang bulunya sangat lebat hingga tidak kelihatan mana qabulnya dan mana duburnya karena lebat bulunya.Lalu kami bertanya, "Busyet kamu, siapakah kamu" Dia menjawab, "Aku adalah Al-Jassasah." Kami bertanya, "Apakah Al-Jassasah itu" Dia menjawab, "Pergilah kepada lelaki ini di dalam biara, karena dia sangat merindukan berita kalian." Lalu kami bergegas menemui dan meninggalkan dia, dan kami merasa tidak aman jangan- jangan dia itu syetan." Dia [lelaki itu] berkata, "Tolong kabarkan kepada kami tentang desa Nakhl Baisan." Kami bertanya, "Tentang apanya" Dia berkata, "Tentang kurmanya, apakah berbuah" Kami menjawab, "Ya." Dia berkata, "Ketahuilah, sesungguhnya pohon-pohon kurmanya itu akan tidak berbuah lagi." Dan dia bertanya lagi, "Tolong beritahukan kepadaku tentang danau Ath-Thabariyah." Kami bertanya, "Tentang apanya" Dia bertanya, "Apakah ada airnya" Kami menjawab, "Airnya banyak sekali." Dia berkata, "Ketahuilah sesungguhnya airnya akan habis." Selanjutnya dia berkata lagi, "Kabarkan kepadaku tentang negeri 'Ain Zughor." Kami bertanya, "Tentang apanya" Dia menjawab, "Apakah sumbernya masih mengeluarkan air yang dapat digunakan penduduknya untuk menyiram tanamannya" Kami menjawab, "Airnya banyak sekali, dan penduduknya menggunakannya untuk menyiram tanaman mereka." Dia berkata lagi, "Tolong beritahukan kepadaku tentang Nabi orang ummi, apakah yang dilakukannya" Kami menjawab, "Beliau telah berhijrah meninggalkan Makkah ke Yatsrib." Dia bertanya, " Apakah orang-orang Arab memeranginya" Kami menjawab, "Ya." Dia bertanya lagi, "Apakah yang dilakukannya terhadap mereka" Lalu kami beritahukan bahwa beliau menolong orang-orang Arab yang mengikuti beliau dan mereka mematuhi beliau." Dia bertanya, " Apakah benar demikian" Kami menjawab, "Benar." Dia berkata, "Ketahuilah bahwasanya Iebih baik bagi mereka untuk mematuhinya. Dan perlu saya beritahukan kepada kalian bahwa saya adalah Al-Masih [Ad- Dajjal], dan saya akan diizinkan keluar. yang nantinya saya akan berkelana di muka bumi, maka tidak ada satu pun desa melainkan saya singgahi selama empat puluh malam kecuali Makkah dan Thaibah [Madinah], karena kedua kota ini diharamkan atas saya. Setiap saya hendak memasuki salah satunya, saya dihadang oleh seorang malaikat yang menghunus pedang, dan pada tiap-tiap lorongnya ada malaikat yang menjaganya."Fatimah berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda sembari mencocokkan [menusukkan] tongkat kecilnya di mimbar, " inilah Thaibah. inilah Thaibah, inilah Thaibah," yakni Madinah. "Ingatlah. Bukankah aku telah memberi tahukan kepadamu mengenai hal itu" Orang-orang menjawab "ya" selanjutnya beliau bersabda, ,"Saya heran terhadap cerita Tamim yang sesuai dengan apa yang telah saya ceritakan kepada kalian, juga tentang kota Madinah dan Makkah. Ketahuilah bahwa dia berada di laut Syam atau laut Yaman. Oh tidak, tetapi dia akan datang dari arah timur... dari arah timur... dari arah timur..." dan beliau berisyarat dengan tangan beliau menunjuk ke arah timur. Fatimah berkata. "Maka saya hafal ini dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam." [Shahih Muslim 18: 78- 83]Ibnu Hajar berkata, "Sebagian ulama beranggapan bahwa hadits Fatimah binti Qais ini sebagai hadits gharib yang hanya diriwayatkan oleh perseorangan, padahal sebenarnya tidak demikian. Hadits ini di samping diriwayatkan dari Fatimah binti Qais juga diriwayatkan dari Abu Hurairah, Aisyah. Dan Jabir radhiyallahu 'anhum." [Fathul-Bari 13: 328][Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1487&bagian=0


Artikel Apakah Ibnu Shayyad Itu Dajjal Yang Besar Itu ? 2/2 diambil dari http://www.asofwah.or.id
Apakah Ibnu Shayyad Itu Dajjal Yang Besar Itu ? 2/2.

Ganjaran KetaĆ¢€™atan

Kumpulan Artikel Islami

Ganjaran Keta’atan Dari Humaid bin Hilal, dari seorang pria, diamengatakan: Saya datang kepada Rasulullah Shallallâhu 'alaihi WaSallam, kemudian beliau memperlihatkan kepada saya sebuah rumah,seraya berkata,

'Ada seorang wanita yang dulu tinggal di sini, kemudian ikut berperangbersama kaum muslimin. Dia meninggalkan 12 ekor kambing dan sebuahalat tenun. Sepulangnya dari perang, dia kehilangan seekor kambingberikut alat tenunnya. Lalu dia berdoa, 'Ya Rabb, sesungguhnya Engkautelah menjamin bagi orang yang keluar di jalan-Mu, bahwa Engkau akanmenjaga barang kepunyaannya. Sekarang aku telah kehilangan seekorkambing dan alat tenun. Aku mohon Engkau mengembalikan barang kepu-nyaanku itu.'

Kemudian Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam menceritakanbagaimana kuatnya permohonannya kepada Allah, dan ternyata di pagiharinya dia mendapatkan kembali kambingnya bersama seekor lain, jugaalat tenunnya, tidak hanya satu tetapi menjadi dua. [HR. Ahmad dalamAl-Musnad.

Artikel Ganjaran Keta’atan diambil dari http://www.asofwah.or.id
Ganjaran Keta’atan.

Balasan Bagi Orang Yang Doyan Menggunjing

Kumpulan Artikel Islami

Balasan Bagi Orang Yang Doyan Menggunjing Dari Rabî’ bin ar-Raqqâsyiy, dia berkata, “Duaorang laki-laki datang kepadaku, lalu duduk di dekatku serayamenggunjing [ghibah] seseorang, maka aku melarang mereka berduamelakukan hal itu.

Pada suatu saat setelah kejadian itu, salah seorang dari mereka datangkepadaku sembari berkata, ‘Sesungguhnya tadi malam aku bermimpi seakanseorang Negro datang kepadaku sembari membawa nampan berisi punggungdaging babi yang belum pernah aku melihat segemuk itu, lalu diaberkata kepadaku, ‘Makanlah!.’

‘Makan daging babi.’ Kataku.

Lantas dia terus mengancamku hingga akupun memakannya, dan tatkala dipagi hari, aku merasa terjadi perubahan pada mulutku.”

Maka, selama dua bulan orang itu mendapatkan mulutnya berbau demikian.

[Sebagai yang dinukil dari Ibn al-Qayyim dari kitab “ar-Ru`ya”,lihat: buku Nihâyah azh-Zhâlimîn karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hâzimiy,Juz.I, h. 47]

Artikel Balasan Bagi Orang Yang Doyan Menggunjing diambil dari http://www.asofwah.or.id
Balasan Bagi Orang Yang Doyan Menggunjing.

Pernikahan Seorang Muslim Dengan Wanita Ahli Kitab Di Gereja

Kumpulan Artikel Islami

Pernikahan Seorang Muslim Dengan Wanita Ahli Kitab Di Gereja Pernikahan Seorang Muslim Dengan Wanita Ahli Kitab Di Gereja

Kategori Pernikahan

Sabtu, 14 Februari 2004 13:01:12 WIBPERNIKAHAN SEORANG MUSLIM DENGAN WANITA AHLI KITAB DI GEREJAOlehAl-Lajnah Ad-Da'imah Lil IftaPertanyaan.Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta ditanya : "Apakah boleh seorang muslim meresmikan pernikahannya dengan wanita ahli kitab di dalam gereja dengan ditangani oleh pendeta, sementara akad nikahnya sudah dilakukan di Kantor Urusan Pernikahan Inggris "Jawaban.Tidak boleh bagi seorang muslim meresmikan pernikahannya dengan wanita muslimah atau ahli kitab di dalam gereja juga tidak boleh ditangani oleh pendeta. Meskipun sebelumnya sudah menikah dengan ketentuan dan tata cara yang sesuai dengan sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebab tindakan tersebut menyerupai tata cara pernikahan orang nashrani dan pengagungan terhadap syi'ar, tempat ibadah serta penghormatan terhadap tokoh agama mereka berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam."Artinya : Barangsiapa yang menyerupai salah satu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka" [Hadits Riwayat Ahmad dengan sanad yang shahih][Majallatul Buhuts, 9/48]MEMAKSA ISTRI DARI AHLI KITAB UNTUK MANDI JUNUBOlehSyaikh Abdurrahman As-Sa'dyPertanyaan.Syaikh Abdurrahman As-Sa'dy ditanya : "Apakah boleh memaksa itri ahli kitab untuk mandi junub "Jawaban.Sebaiknya ia dipaksa untuk mandi junub dan melakukan apa saja yang berkaitan dengan kesucian dan kebersihannya, serta dipaksa untuk meninggalkan segala sesuatu yang menjijikan, untuk mentaati dan menunaikan hak suami yang telah menjadi kewajibannya.[Majmu'ul Kamilah Limullaftil Syaikh As-Sa'dy, 7/360][Dislain dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita-2, hal 165-167 Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=200&bagian=0


Artikel Pernikahan Seorang Muslim Dengan Wanita Ahli Kitab Di Gereja diambil dari http://www.asofwah.or.id
Pernikahan Seorang Muslim Dengan Wanita Ahli Kitab Di Gereja.