Sabtu, 31 Mei 2008

Kisah Seorang Yang Masuk Surga Padahal Belum ShalatSatu RakaĆ¢€™atpun

Kumpulan Artikel Islami

Kisah Seorang Yang Masuk Surga Padahal Belum ShalatSatu Raka’atpun Tatkala Rasulullah mengadakan pengepungan terhadapbeberapa benteng Khaibar, datang seorang penggembala yang berwajahhitam bersama kambing-kambing gembalaannya. Dia bekerja denganorang-orang Yahudi di benteng itu sebagai orang upahan. Lalu diaberkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, paparkan kepadaku apaitu Islam.” Lantas beliau memaparkannya secara panjang lebar, makaorang itu pun masuk Islam.

Tatkala sudah masuk Islam, dia berkata, “Wahai Rasulullah,sesungguhnya aku ini seorang upahan yang bekerja pada pemilikkambing-kambing ini sebagai amanat bagiku. Apa yang seharusnya akuperbuat.”

Beliau menjawab, “Lemparkan pasir ke wajah-wajahnya, pasti ia akankembali lagi ke tuannya.” Maka, si penggembala berkulit hitam inimengambil segenggam kerikil, lalu melemparkannya ke arah wajahkambing-kambing tersebut seraya berkata, ‘pulanglah ke tuan kalian,demi Allah, aku tidak akan pernah sudi lagi menemani kalian.” Makakambing-kambing itu pun pergi secara bergerombolan seakan ada orangyang menggiringnya hingga semuanya masuk ke benteng itu.

Setelah itu, si penggembala maju ke arah benteng itu untuk ikut sertaberperang bersama kaum Muslimin namun dia terkena lemparan batu kerasyang kemudian merenggut nyawanya, padahal dia belum sempat shalatuntuk Allah walaupun satu raka’at.

Kemudian jenazahnya dibawa ke samping Rasulullah SAW., dalam kondisitertutup dengan pakaian yang terlilit. Lalu beliau yang ketika itubersama sebagian para shahabatnya menoleh ke arahnya kemudianberpaling. Mereka lantas berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa engkauberpaling darinya.”

Beliau menjawab, “Sesungguhnya dia sekarang bersama isterinya,bidadari cantik yang sedang menggerak-gerakkan badannya untukmenghilangkan debu yang menempel.”

[SUMBER: Mi`ah Qishshah Wa Qishshah, karya Muhammad Amîn al-Jundy,Juz.II, h.19-20]

Artikel Kisah Seorang Yang Masuk Surga Padahal Belum ShalatSatu Raka’atpun diambil dari http://www.asofwah.or.id
Kisah Seorang Yang Masuk Surga Padahal Belum ShalatSatu Raka’atpun.

Meninggalkan Suap-Menyuap, Pintu Rizki Jadi Terbuka

Kumpulan Artikel Islami

Meninggalkan Suap-Menyuap, Pintu Rizki Jadi Terbuka Ada seorang kawan bercerita tentang seorangpedagang di Saudi Arabia. Pada awal dia meniti karir dalam bisnis,dulunya dia bekerja di sebuah pelabuhan di negeri ini. Semuabarang-barang perniagaan yang akan masuk harus melalui dia danmendapatkan tanda tangannya. Dia tidak suka kepada orang yang mainkolusi dan suap-menyuap. Tetapi dia tahu bahwa atasannya senangmengambil uang suap. Sampai akhirnya teman kita yang satu inididatangi oleh orang yang memberitahunya agar tidak terlalu keras danmau menerima apa yang diberikan oleh penyuap untuk mempermudahurusannya.

Setelah mendengar perkataan tersebut, dia gemetar dan merasa takut. Ialalu keluar dari kantornya, sementara ke-sedihan, penyesalan dankeraguan terasa mencekik lehernya. Hari-hari mulai berjalan lagi, danpara penyuap itu datang kepadanya. Yang ini mengatakan, 'Ini adalahhadiah dari perusahaan kami'. Yang satu lagi bilang, 'Barang iniadalah tanda terima kasih perusahaan kami atas jerih payah Anda'. Dandia selalu mampu mengembalikan dan menolak semuanya. Tetapi sampaikapan kondisi ini akan tetap ber-langsung!

Dia khawatir suatu waktu mentalnya akan melemah dan akhirnya maumenerima harta haram tersebut. Dia berada di antara dua pilihan;meninggalkan jabatannya dan gajinya atau dia harus melanggarhukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mau menerima suap. Karenahatinya masih bersih dan masih bisa meresapi firman Allah Subhanahu waTa'ala:Dan siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikanuntuknya jalan keluar dan akan memberinya rizki dari arah yang tidakdisangka-sangkanya. [Ath-Thalaq: 2-3].

Akhirnya dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Diaberkata, 'Tak lama setelah itu Allah Subhanahu wa Ta'alamengkaruniakan untukku kapal kargo yang kecil. Aku pun memulaibisnisku, mengangkut barang-barang. Lalu Allah mengkaruniakan kapalkargo lain lagi. Sebagian pedagang mulai memintaku untuk mengangkutbarang-barang perniagaan mereka karena aku memang sangat hati-hati,seolah-olah barang-barang itu milikku sendiri.

Di antara kejadian yang menimpaku adalah sebuah kapal kargoku menabrakkarang dan pecah. Penyebabnya, karena sang nahkoda tertidur. Diameminta maaf. Tanpa keberatan aku memaafkannya. Maka merasa heranlahseorang polisi lalu lintas laut karena aku begitu mudah memaafkanorang. Dia berusaha berkenalan denganku. Setelah berlangsung beberapatahun, dia polisi itu bertambah tinggi jabatannya. Saat itu datangbarang-barang perniagaan dalam jumlah besar. Dia tidak mau orang lain,dia memilihku untuk mengangkut barang-barang tersebut tanpa tawarmenawar lagi .

Pembaca yang budiman, lihatlah, bagaimana pintu-pintu rizki terbukauntuknya. Sekarang dia telah menjadi seorang saudagar besar.Kepedulian sosial dan santunannya bagi orang-orang miskin begitu besar.Begitulah, barangsiapa meninggalkan suatu perbuatan dengan ikhlaskarena Allah, niscaya Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.

Artikel Meninggalkan Suap-Menyuap, Pintu Rizki Jadi Terbuka diambil dari http://www.asofwah.or.id
Meninggalkan Suap-Menyuap, Pintu Rizki Jadi Terbuka.

Istighfar Dan Taubat 2/2

Kumpulan Artikel Islami

Istighfar Dan Taubat 2/2 Istighfar Dan Taubat 2/2

Kategori Mafatiihur Rizq

Jumat, 23 Juli 2004 10:27:16 WIBISTIGHFAR DAN TAUBATOlehSyaikh Dr. Fadhl IlahiBagian Terakhir dari Dua Tulisan [2/2]Imam Al-Hasan Al-Bashri juga menganjurkan istighfar [memohon ampun] kepada setiap orang yang mengadukan kepadanya tentang kegersangan, kefakiran, sedikitnya keturunan dan kekeringan kebun-kebun.Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata :"Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan [bumi] maka beliau berkata kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Yang lain lagi berkata kepadanya, 'Do'akanlah [aku] kepada Allah, agar Ia memberiku anak!, maka beliau mengatakan kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan [pula] kepadanya, 'Ber-istighfar-lah kepada Allah!".Dan kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang sama. Dalam riwayat lain disebutkan :"Maka Ar-Rabi' bin Shabih berkata kepadanya, 'Banyak orang yang mengadukan macam-macam [perkara] dan Anda memerintahkan mereka semua untuk ber-istighfar. [1]. Maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab, 'Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh."Artinya : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan [pula di dalamnya] untukmu sungai- sungai". [Nuh : 10-12] [2]Allahu Akbar ! Betapa agung, besar dan banyak buah dari istighfar ! Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang pandai ber-istighfar. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya, di dunia maupun di akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Amin, wahai Yang Mahahidup dan terus menerus mengurus mahluk-Nya.[2] Ayat Lain Adalah Firman Allah Yang Menceritakan Tentang Seruan Hud Alaihis Shalatu Was Sallam Kepada Kaumnya Agar Ber-istighfar."Artinya : Dan [Hud berkata], Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa". [Hud : 52]Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia di atas menyatakan : "Kemudian Hud Alaihis salam memerintahkan kaumnya untuk ber-istighfar yang dengannya dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan, kemudian memerintahkan mereka bertaubat untuk masa yang akan mereka hadapi. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini, niscaya Allah akan memudahkan rizkinya, melancarkan urusannya dan menjaga keadaannya. Karena itu Allah berfirman."Artinya : Niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu" [Tafsir Ibnu Katsir, 2/492. Lihat pula, Tafsir Al-Qurthubi, 9/51]Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki sifat taubat dan istighfar, dan mudahkanlah rizki-rizki kami, lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadan-keadaan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengabulkan do'a. Amin, whai Dzat Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan.[3] Ayat Lain Adalah firman Allah."Artinya : Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya. [Jika kamu mengerjakan yang demikian], niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik [terus-menerus] kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan [balasan] keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat". [Hud : 3]Pada ayat yang mulia di atas, terdapat janji-janji dari Allah Yang Mahakuasa dan Maha Menentukan berupa kenikmatan yang baik kepada orang yang ber-istighfar dan bertaubat. Dan maksud dari firmanNya."Artinya : Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik [terus menerus] kepadamu". Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'anhuma adalah. 'Ia akan menganugrahi rizki dan kelapangan kepada kalian'. [Zaadul Masiir, 4/75]Sedangkan Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan :"Inilah buah istighfar dan taubat. Yakni Allah akan memberikan kenikmatan kepada kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran hidup serta Ia tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukanNya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian". [Tafsir Al-Qurthubi, 9/403. Lihat pula, Tafsir Ath-Thabari, 15/229-230, Tafsir Al-Baghawi. 4/373, Fathul Qadir, 2/695 dan Tafsir Al-Qasimi, 9/63]Dan janji Tuhan Yang Mahamulia itu diutarakan dalam bentuk pemberian balasan sesuai dengan syaratnya. Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi berkata :"Ayat yang mulia tersebut menunjukkan bahwa ber-istighfar dan bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa adalah sebab sehingga Allah menganugrahkan kenikmatan yang baik kepada orang yang melakukannya sampai pada waktu yang ditentukan. Allah memberikan balasan [yang baik] atas istighfar dan taubat itu dengan balasan berdasarkan syarat yang ditetapkan".[Adhwa'ul Bayan, 3/9][4] Dalil Lain Bahwa Istighfar Dan Taubat Adalah Diantara Kunci-Kunci RizkiYaitu hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'anhuma ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."Artinya :Barangsiapa memperbanyak istighfar [mohon ampun kepada Allah[3] niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki [yang halal] dari arah yang tidak disangka-sangka[4]".Dalam hadits yang mulia ini, Nabi yang jujur dan terpercaya, yang berbicara berdasarkan wahyu, Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak istighfar. Salah satunya yaitu, bahwa Allah Yang Maha Memberi rizki, Yang Memiliki kekuatan akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak diharapkan serta tidak pernah terdetik dalam hatinya.Karena itu, kepada orang yang mengharapkan rizki hendaklah dia bersegera untuk memperbanyak istighfar [memohon ampun], baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Dan hendaknya setiap muslim waspada!, sekali lagi hendaknya waspada! dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta.[Disalin dari buku Mafatiihur Rizq fi Dhau'il Kitab was Sunnah oleh Dr. Fadhl Ilahi, dengan edisi Indonesia Kunci-kunci Rizki Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah hal. 7-18 terbitan Darul Haq, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc]________Fote Note[1] [Tafsir Al-Khazin, 7/154. Lihat pula, Ruhul Ma'ani, 29/73][2] [Tafsir Al-Qurthubi, 18/302-303. Lihat pula Al-Muharrar Al-Wajiz, 16/123][3] "Barangsiapa menetapi - dalam riwayat lain - tidak meninggalkan istighfar". Lihat, Sunan Abi Daud, 4/267, Sunan Ibni Majah, 2/339. Dan maknanya, sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Ath-Thayyib Al-Azhim Abadi yaitu saat terjadinya maksiat atau adanya ujian atau ada orang yang penyakitnya terus menerus, maka sungguh dalam setiap nafas ia membutuhkan kepadanya [istighfar dan taubat]. Karena itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Beruntunglah orang yang mendapati dalam shahifah [catatan amalnya] istighfar yang banyak". [Hadist Riwayat Ibnu majah dengan sanad hasan shahih]. [Aunul Ma'bud, 4/267][4] Al-Musnad, no. 2234, 4/55-56 dan lafazh tersebut adalah redaksi miliknya ; Sunan Abi Daud, Abwabu Qiyamil Lail, Tafri'u Abwabil Witr, Bab Fil Istighfar, no. 1515, 4/267 ; Kitabus Sunan Al-Kubra, Kitabu Amalil Yaumi wal Lalilah, no 10290/2,6/118 ; Sunan Ibni Majah, Abwabul Adab, Bab Al-Istighfar, no. 3864, 2/339 ; Al-Mustadrak 'alash Shahihain, Kitabut Taubah wal Inabah, 4/292. Sebagian ahli hadits menyatakan hadits ini dha'if karena salah satu periwayatnya [cacat]. [Lihat, At-Talkhish, Al-Hafizd Adz-Dzahabi, 4/262 ; Aunul Ma'bud, 4/267 ; Dha'ifu Sunan Abi Daud, Syaikh Al-Albani, hal. 149] Tetapi sanad hadits tersebut dishahihkan oleh Imam Al-Hakim [Lihat, Al-Mustadrak, 4/262]. Dan Syaikh Ahmad Muhammad Syakir berkata : "Sanad hadits ini shahih" [Hamisy Al-Musnad, 4/55]. Demikian sebagai jawaban atas apa yang dikatakan tentang salah seorang perawinya. Wallahu a'lam bish shawab.

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=933&bagian=0


Artikel Istighfar Dan Taubat 2/2 diambil dari http://www.asofwah.or.id
Istighfar Dan Taubat 2/2.

Banyak Pembunuhan

Kumpulan Artikel Islami

Banyak Pembunuhan Banyak Pembunuhan

Kategori Hadits

Sabtu, 21 Mei 2005 13:23:08 WIBBANYAK PEMBUNUHANOlehYusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-WabilMUKADIMAHArtikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro [kecil] ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman kepada Allah Ta'ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.________________________________Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.â€Å"Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga banyak huru-hara [kerusuhan]. Para sahabat bertanya : Apakah huru hara atau kerusuhan itu, wahai Rasulullah . Beliau menjawab : Pembunuhan, pembunuhan” [Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyroth As-Sa’ah 18 : 13]Dan diriwayatkan oleh Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud.â€Å"Artinya : Menjelang datangnya hari kiamat akan ada hari-hari yang penuh kerusakan, yang pada waktu itu ilmu [tentang Ad-Din] hilang dan kebodohan merajalela”. Abu Musa berkata. Yang dimaksud dengan Al-Haraj [kerusuhan atau huru hara] ialah pembunuhan, menurut bahasa Habasyah” [Shahih Bukhari, Kitab Al-Fitan, Bab Zhuhuril Fitan 13 : 14]Diriwayatkan dari Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.â€Å"Artinya : Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat akan terjadi kerusuhan. Para sahabat bertanya. Kerusuhan apakah itu, wahai Rasulullah . Beliau menjawab, Pembunuhan. Mereka bertanya : Apakah lebih banyak dari pada pembunuhan yang kami lakukan . Sesungguhnya kami pernah membunuh tujuh puluh ribu orang lebih dalam setahun. Beliau menjawab : Bukan kamu membunuh kaum musyrikin, tetapi yang akan terjadi itu ialah sebagian kamu akan membunuh sebagian yang lain [sesama kaum muslimin]. Mereka berkata : Kami kan punya akal pada waktu itu. Beliau bersabda : Kebanyakan manusia pada waktu itu hilang pertimbangan akalnya dan digantikan oleh manusia-manusia debu yang kebanyakan mereka mengira berpegang pada kebenaran, padahal tidak sama sekali” [Musnad Imam Ahmad 4 : 414 dengan catatan pinggir Muntakhab Kanzul ‘Ummal. Sunan Ibnu Majah, Kitab Al-Fitan, Bab At-Tatsabbut Fil Fitnah 2 : 1309, hadits nomor 3959. Syarh As-Sunnah, Bab Asyroth As-Sa’ah 5 : 28-29, hadits nomor 4234. Dan hadits ini adalah shahih. Periksa : Shahih Al-Jami’ush Shagir 2 : 193, nomor 2043]Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, katanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.â€Å"Artinya : Demi Allah yang diriku di tanganNya, tidaklah dunia ini akan lenyap sehingga datang pada manusia suatu hari [saat] yang seorang pembunuh tidak mengerti mengapa ia membunuh, dan yang dibunuh juga tidak mengerti mengapa dia membunuh. Lalu ditanyakan kepada Rasulullah. Bagaimana hal itu bisa terjadi . Beliau menjawab : Hura-hara, si pembunuh dan terbunuh keduanya masuk neraka” [Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrot Sa’ah 18 : 35]Apa yang disinyalir Rasulullah dalam hadits-hadits di atas, sebagiannya telah terjadi. Maka telah terjadi peperangan di antara kaum muslimin sejak zaman sahabat Radhiyallahu ‘anhum, yaitu setelah terbunuhnya Utsman Radhiyallahu ‘anhu. Kemudian terjadilah peperangan di berbagai tempat dan dalam waktu yang berbeda-beda, dengan tidak diketahui secara jelas sebab-sebabnya serta dapat dibenarkan.Dan pada abad-abad belakangan ini juga banyak terjadi peperangan sengit antar bangsa yang satu dengan bangsa yang lain yang menelan banyak korban, dan fitnahpun sedemikian menjalar sehingga seseorang tidak mengerti apa yang mendorong membunuh orang lain.Demikian pula dengan senjata-senjata pemusnah yang dapat digunakan untuk menghancurkan bangsa-bangsa di dunia. Senjata-senjata tersebut memiliki peranan penting untuk memperbanyak jumlah pembunuhan manusia, sehingga manusia tidak ada nilainya lagi. Mereka disembelih seperti menyembelih kambing. Hal ini terjadi karena akal manusia sudah tidak waras dan berpikirnya sudah melenceng. Maka ketika telah terjadi fitnah, manusia tidak tahu mengapa ia membunuh dan untuk apa ia membunuh orang lain. Bahkan kita juga sering melihat orang yang membunuh orang lain karena urusan sepele. Maka tepatlah apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamâ€Å"Artinya : Sungguh akan dicabut akal kebanyakan manusia pada masa itu”Kita memohon keselamatan kepada Allah dan memohon perlindungan kepadaNya dari semua fitnah, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.Tersebut dalam suatu riwayat bahwa umat Islam ini adalah umat marhumah [umat yang diberi rahmat/dikasihi]. Untung yang tidak akan disiksa [dengan adzab yang kekal] di akhirat. Allah hanya menyiksa mereka di dunia dengan berbagai fitnah, gempa bumi dan pembunuhan.Diriwayatkan dari Shidqah bin Al-Mutsanna [katanya] : Telah menceritakan kepada kami Rabah bin Al-Harits dari Abu Burdah, ia berkata : Ketika saya sedang berdiri di pasar pada masa pemerintahan Ziyad, tiba-tiba saya memukulkan salah satu tangan saya yang satunya lagi karena merasa heran. Lalu salah seorang laki-laki dari kalangan Anshar yang ayahnya masih punya hubungan persahabatan dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya : â€Å" Apakah yang engkau herankan, wahai Abu Burdah ”. Saya menjawab, â€Å"Saya heran terhadap kaum yang agamanya satu, nabinya satu, dakwah [seruan]nya satu, hujjahnya satu, berperang karena tujuan yang satu, tetapi mereka saling membunuh antara sebagian terhadap sebagian yang lain”. Dia berkata : â€Å"Jangan engkau heran karena saya mendengar ayah saya memberitahukan bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa asallam bersabda.â€Å"Artinya : Sesungguhnya umatku ini adalah umat yang dikasihi, tidak ada hisab dan adzab bagi mereka di akhirat, sesungguhnya adzabnya berupa pembunuhan, gempa bumi, dan berbagai fitnah [di dunia]” [Mustadrak Al-Hakim 4 : 253-254 Beliau berkata : Shahih isnadnya, tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Perkataan Hakim ini disetujui oleh Adz-Dzahabi. Dan hadits ini adalah shahih, Vide : Silsilatul Ahaditsish Shahihah 2 : 684-686]Dan di dalam riwayat Abu Musa disebutkan.â€Å"Artinya : Sesungguhnya umatku ini adalah umat yang dikasihi, mereka tidak ditimpa adzab di akhirat, adzabnya adalah di dunia yang berupa pembunuhan, kegelisahan, kegoncangan, dan gempa bumi” [Musnad Imam Ahmad 4 : 410 dengan catatan pinggir Muntakhab Janjul Ummal. Hadits ini Shahih. Periksa : Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir 2 : 104, hadits nomor 1734 dan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah 2 : 684, hadits nomor 959][Disalin dari buku Asyratus Sa'ah. Fasal Tanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, terbitan Pustaka Mantiq, penerjemah Drs As'ad Yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1438&bagian=0


Artikel Banyak Pembunuhan diambil dari http://www.asofwah.or.id
Banyak Pembunuhan.