Jumat, 30 Mei 2008

Meninggalkan Suatu Perbuatan, Ikhlas Karena Allah Taala Maka Allah Keluarkan Dia Dari Masalah

Kumpulan Artikel Islami

Meninggalkan Suatu Perbuatan, Ikhlas Karena Allah Taala Maka Allah Keluarkan Dia Dari Masalah Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu ia berkata,Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah berbicaraketika masih dalam buaian [bayi] kecuali tiga orang, Isa bin Maryam.Beliau bersabda, 'Dulu, dikalangan Bani Israil terdapat seoranglaki-laki yang ahli ibadah. Ia dipanggil dengan nama Juraij. Iamembangun tempat ibadahnya dan melakukan ibadah di dalamnya'.

Beliau bersabda, orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut tentang [ketekunan]ibadah Juraij, sehingga berkatalah seorang pelacur dari mereka, 'Jikakalian mnghendaki aku akan memberinya ujian'. Mereka berkata, 'Kamimenghendakinya'. Perempuan itu lalu mendatanginya dan menawarkan dirikepadanya. Tetapi Juraij tidak mempedulikannya. Lalu ia berzina denganseorang gembala yang meneduhkan kambing gembalaannya ke dekat tempatibadah Juraij. Akhirnya iapun hamil dan melahirkan seorang bayi.Orang-orang bertanya, 'Hasil perbuatan siapa' Ia menjawab, 'Juraij'.Maka mereka mendatanginya dan memaksanya turun. Mereka mencaci,memukulinya dan merobohkan tempat ibadahnya'. Juraij bertanya, apayang terjadi dengan kalian' Mereka menjawab, 'Engkau telah berzinadengan pelacur ini, sehingga ia melahirkan seorang bayi'. Ia bertanya'Dimana dia' Mereka menjawab, 'Itu dia!' Beliau bersabda, 'Juraijlalu berdiri dan shalat kemudian berdo'a.

Setelah itu ia menghampiri sang bayi lalu mencoleknya seraya berkata,'Demi Allah, wahai bayi, siapa ayahmu' Sang bayi menjawab, 'Akuadalah anak tukang gembala'. Serta merta orang-orangpun menghamburkepada Juraij dan menciuminya. Mereka berkata kami akan membanguntempat ibadahmu dari emas'. Ia menjawab aku tidak membutuhkan yangdemikian, tetapi bangunlah ia dari tanah sebagaimana yang semula'.Beliau bersabda, 'Ketika seorang ibu memangku anaknya menyususitiba-tiba lewat seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat,maka ia pun berkata, 'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia'. Beliaubersabda, 'Maka bayi itu meninggalakan tetek ibunya dan menghadapkepada penunggang kuda seraya berdo'a, 'Ya Allah jangan kau jadikanaku seperti dia'. Lalu ia kembali lagi ke tetek ibunya danmenghisapnya'. Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata, 'Seakan-akanaku melihat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menirukan gerakansi bayi dan meletakkan jarinya di mulut lalu menghisapnya.

Lalu ibunya melalui seorang wanita hamba sahaya yang sedang dipukuli.Sang ibu berkata, 'Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia'.Beliau bersabda, 'Bayi itu lalu meninggalkan tetek ibunya danmenghadap kepada wanita hamba sahaya itu seraya berdo'a, 'Ya Allahjadikanlah aku seperti dia'. Beliau bersabda, 'Dan pembicaraan ituberulang. Sang ibu berkata [kepada anaknya], 'Dibelakangku berlaluseorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat lalu aku berkata,'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia'. Lantas engkau berkata, 'YaAllah, jangan jadikan aku seperti dia'. Lalu aku berlalu dihadapanwanita hamba sahaya ini dan aku katakan, 'Ya Allah, jangan jadikananakku seperti dia'. Lalu engkau berkata, 'Ya Allah jadikanlah akuseperti dia'. Bayi itu berkata, 'Wahai ibu, sesungguhnya penunggangkuda yang mengenakan tanda pangkat itu adalah orang yang sombong diantara orang-orang yang sombong. Sedang terhadap hamba sahaya wanitaitu, orang-orang berkata, 'Dia berzina, padahal ia tidak berzina. Diamencuri, padahal ia tidak mencuri'. Sedang hamba sahaya tersebutberkata, 'cukuplah Allah sebagai pelindungku'.

[HR. Al-Bukhari, 6/511, Ahmad dan ini adalah lafazh beliau, Muslimdalam Al-Adab.]

Artikel Meninggalkan Suatu Perbuatan, Ikhlas Karena Allah Taala Maka Allah Keluarkan Dia Dari Masalah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Meninggalkan Suatu Perbuatan, Ikhlas Karena Allah Taala Maka Allah Keluarkan Dia Dari Masalah.

Doanya Agar Dilahap Burung Dikabulkan Allah

Kumpulan Artikel Islami

Doanya Agar Dilahap Burung Dikabulkan Allah Abu Qudamah, salah seorang komandan kaum Muslimindalam peperangan melawan orang-orang Romawi berkisah, “Ketika aku jadiAmir [komandan pasukan], aku pernah memerintahkan kaum Muslimin agarberpartisipasi dalam jihad di jalan Allah. Lalu datanglah seorangwanita membawa secarik kertas dan bungkusan [kantong], lalu aku bukakertasnya untuk membaca dan melihat apa isinya, ternyata di dalamkertas itu tertulis, ‘Bismillaahirrahmaanirrahiim, dari seorang wanita,hamba Allah kepada Amir [komandan] pasukan kaum Muslimin. Salaamullah‘alaika, amma ba’du: sesungguhnya engkau telah memerintahkan kami agarberpartisipasi dalam jihad di jalan Allah sedangkan aku tidak punyadaya upaya untuk berjihad atau pun berperang. Karena itu, aku titipkankantong ini yang berisi rambutku. Silahkan ambil agar diikatkan kekudamu, semoga saja Allah mencatatkan bagiku sesuatu dari pahala paramujahidin.”

Abu Qudamah melanjutkan, “Aku pun bersyukur kepada Allah karena telahmenganugerahkan wanita tersebut taufiq dan tahulah aku bahwa kaumMuslimin ikut merasakan betapa besar kewajiban yang harus diemban danbersatu padu untuk menghadapi musuh-musuh mereka. Tatkala kami sudahmenghadapi musuh, aku melihat seorang anak yang masih ingusan, yangaku pikir belum layak untuk ikut berperang karena usianya yang terlalumuda. Karenanya, aku pun menghardiknya karena kasihan terhadapnya.namun dia malah berkata, ‘Bagaimana bisa kamu menyuruhku kembalipadahal Allah telah berfirman, ‘Berangkatlah kamu baik dalamkeadaan merasa ringan atau pun merasa berat.” [Q.s.,at-Taubah:41].’

Lalu aku tinggalkan dia, kemudian dia menyongsongku seraya berkata,‘Tolong pinjamkan aku 3 buah anak panah.’

Lalu aku berkatanya seraya terkagum-kagum terhadapnya sekaliguskasihan, ‘Aku akan pinjamkan kepadamu apa yang kamu mau asalkan nantibila Allah menganugerahimu mati syahid, kamu tidak lupa memintasyafa’at [pertolongan] untukku â€"ketika berbicara dengannya seakan akumerasa begitu mencintai dan menghormatinya-.

‘Ya, insya Allah,’ katanya

Aku pun memberinya tiga buah anak panah tersebut, kemudian iamenyongsong musuh dengan gagah dan bersemangat. Dia terus menghantammusuh-musuhnya, sementara musuh-musuh pun berhasil melukainya hinggaakhirnya dia tersungkur jatuh di medan peperangan. Sepanjang jalannyapeperangan, mataku tidak lepas-lepas dari menatapnya karena begituterkagum-kagum sekaligus kasihan terhadapnya. Tatkala dia sudah jatuhtersungkur, aku menghampirinya dan berkata kepadanya, ‘Apakah kamu maumakan atau minum.’

‘Tidak, aku malah bersyukur kepada Allah atas apa yang kualami iniakan tetapi aku punya hajat [wasiat] kepadamu.’

‘Dengan senang hati wahai anakku, perintahkan kepadaku apa yang kamumaui,’ jawabku

‘Tolong sampaikan salamku untuk ibuku, kemudian berikanlahbarang-barang ini kepadanya,’ pesannya dalam detik-detik terakhirmenghembuskan nafasnya

‘Siapa ibumu, wahai pemuda,’ tanyaku

‘Ibuku adalah wanita yang telah memberimu rambutnya itu agar diikat kekudamu ketika ia tidak mampu untuk ikut berperang di jalan Allah,jawabnya

‘Semoga Allah memberkahi keluargamu,’ kemudian dia pun berpisah denganalam dunia yang fana ini.

Lalu aku lakukan apa yang semestinya, namun tatkala telah aku kuburkan,tiba-tiba bumi memuntahkan jasadnya, lalu aku ulangi lagi sekali lagi,namun bumi kembali memuntahkannya. Lalu aku gali sedalam-dalamnyakemudian menguburkannya tetapi tetap saja bumi memuntahkannya lagi.Aku berkata dalam hati, ‘barangkali saja ketika keluar untuk berjihad,dia tidak mendapat restu dari ibunya.’ Lantas aku melakukan shalat duaraka’at dan berdoa kepada Allah agar menyingkap rahasia mengenai sianak ini. Tiba-tiba aku mendengar ada yang berkata, ‘Wahai Abu Qudamah,tinggalkan urusan Wali Allah tersebut.!’ Maka, tahulah aku bahwa adajanji Allah bersamanya. Tatkala kami sedang terpaku melihat hal itusemua, tiba-tiba datang seekor burung menyongsong lalu memakannya. Akupun terheran-heran dengan peristiwa itu. Kemudian aku kembali menemuiibunya untuk melaksanakan wasiat putranya tersebut. Maka, tatkala diamelihatku, berkatah ia, ‘Wahai Abu Qudamah, apa yang ada di balikkedatanganmu; ingin melawat [ta’ziah] atau mengucapkan selamat.’

Aku balik bertanya kepadanya, ‘Apa maksudnya itu.”

“Jika putraku telah meninggal biasa, berarti kamu datang untukberta’ziah. Tetapi jika ia terbunuh di jalan Allah dan mati syahid,berarti kamu datang untuk mengucapkan selamat,” katanya

Lalu aku menceritakan kepadanya kisah putranya tersebut; aku ceritakanperihal burung dan apa yang dilakukannya terhadapnya. Maka berkatalahsang ibu tersebut,

“Sungguh, Allah telah mengabulkan doanya.”

“Apa doanya,” tanyaku

“Sesungguhnya dia selalu berdoa kepada Allah di dalam semua shalatnya,penyendiriannya, di pagi dan sore harinya, ‘Ya Allah kumpulkanlah akudi dalam tembolok [penampungan makanan] burung. Segala puji bagi Allahkarena telah merealisasikan cita-citanya dan mengabulkandoanya,”jawabnya

Abu Qudamah mengakhiri kisahnya, “Lalu aku pun berpaling darinyadengan memetik sebuah pengetahuan berharga kenapa Allah mencatatkankemenangan atas kami terhadap para musuh.”

[SUMBER: Mi`atu Qishshah Wa Qishshah Fii Aniisi ash-Shaalihiin WaSamiir al-Muttaqiin, karya Muhammad Amin al-Jundy, h.45-48]

Artikel Doanya Agar Dilahap Burung Dikabulkan Allah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Doanya Agar Dilahap Burung Dikabulkan Allah.

Orang Mukmin Tercipta Penuh Coba

Kumpulan Artikel Islami

Orang Mukmin Tercipta Penuh Coba Orang Mukmin Tercipta Penuh Coba

Kategori Mabhats

Minggu, 13 Juni 2004 06:53:10 WIBORANG MUKMIN TERCIPTA PENUH COBAOlehSyaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-HalabyKata PengantarDalam kesempatan kali ini kami hadirkan ke hadapan pembaca, uraian yang sangat bagus sekali dari seorang tokoh 'alim Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halaby mengenai sifat-sifat seorang mukmin. Tulisan ini diterjemahkan dari Majalah Al-Ashalah edisi 15, 16 th III -15 Dzul Qa'dah 1415H, dan dimuat di Majalah As-Sunnah edisi 07/th III/1419-1998.__________________________Terdapat riwayat yang shahih bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Artinya : Sesunguhnya seorang mukmin tercipta dalam keadaan Mufattan [penuh cobaan], Tawwab [senang bertaubat], dan Nassaa' [suka lupa], [tetapi] apabila diingatkan ia segera ingat". [Silsilah Hadits Shahih No. 2276].Hadist ini merupakan hadits yang menjelaskan sifat-sifat orang mukmin, sifat-sifat yang senantiasa lengket dan menyatu dengan diri mereka, tiada pernah lepas hingga seolah-olah pakaian yang selalu menempel pada tubuh mereka dan tidak pernah terjauhkan dari mereka.MufattanArtinya : "Orang yang diuji [diberi cobaan] dan banyak ditimpa fitnah. Maksudnya : [orang mukmin] adalah orang yang waktu demi waktu selalu diuji oleh Allah dengan balaa' [bencana] dan dosa-dosa". [Faid-Qadir 5/491].Dalam hal ini fitnah [cobaan] itu akan meningkatkan keimanannya, memperkuat keyakinannya dan akan mendorong semangatnya untuk terus menerus berhubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebab dengan kelemahan dirinya, ia menjadi tahu betapa Maha Kuat dan Maha Perkasanya Allah, Rabb-nya.Menurut sebuah riwayat dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim, sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."Artinya : Perumpamaan orang mukmin ibarat sebatang pokok yang lentur diombang-ambing angin, kadang hembusan angin merobohkannya, dan kadang-kadang meluruskannya kembali. Demikianlah keadaannya sampai ajalnya datang. Sedangkan perumpamaan seorang munafik, ibarat sebatang pokok yang kaku, tidak bergeming oleh terpaan apapun hingga [ketika] tumbang, [tumbangnya] sekaligus". [Bukhari : Kitab Al-Mardha, Bab I, Hadist No. 5643, Muslim No. 7023, 7024, 7025, 7026, 7027].Ya, demikianlah sifat seorang mukmin dengan keimanannya yang benar, dengan tauhidnya yang bersih dan dengan sikap iltizam [komitment]nya yang sungguh-sungguh.Tawaab NasiyyArtinya : "Orang yang bertaubat kemudian lupa, kemudian ingat, kemudian bertaubat". [Faid-Al Qadir 5/491].Seorang mukmin dengan taubatnya, berarti telah mewujudkan makna salah satu sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu sifat yang terkandung dalam nama-Nya : Al-Ghaffar [Dzat yang Maha Pengampun]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman."Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar". [Thaha : 82].Apabila Diingatkan, Ia Segera Ingat.Artinya : "Bila diingatkan tentang ketaatan, ia segera bergegas melompat kepadanya, bila diingatkan tentang kemaksiatan, ia segera bertaubat daripadanya, bila diingatkan tentang kebenaran, ia segera melaksanakannya, dan bila diingatkan tentang kesalahan ia segera menjauhi dan meninggalkannya".Ia tidak sombong, tidak besar kepala, tidak congkak dan tidak tinggi hati, tetapi ia rendah hati kepada saudara-saudaranya, lemah lembut kepada sahabat-sahabatnya dan ramah tamah kepada teman-temannya, sebab ia tahu inilah jalan Ahlul Haq [pengikut kebenaran] dan jalannya kaum mukminin yang shalihin.Terhadap dirinya sendiri ia berbatin jujur serta berpenampilan luhur, sedangkan terhadap orang lain ia berperasaan lembut dan berahlak mulia, bersuri tauladan kepada insan teladan paling sempurna yaitu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang telah diberi wasiat oleh Rabb-nya dengan firman-Nya :"Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka .....". [Ali Imran : 159]Inilah sifat seorang mukmin. Ini pula jalan hidup serta manhaj perilakunya.[Disalin dari Majalah Al-Ashalah edisi 15, 16 th III -15 Dzul Qa'dah 1415H, dan dimuat di Majalah As-Sunnah edisi 07/th III/1419-1998]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=812&bagian=0


Artikel Orang Mukmin Tercipta Penuh Coba diambil dari http://www.asofwah.or.id
Orang Mukmin Tercipta Penuh Coba.

Matahari ditahan terbenam untuknya karena jihadnya dijalan Allah

Kumpulan Artikel Islami

Matahari ditahan terbenam untuknya karena jihadnya dijalan Allah Setelah Nabi Musa 'alaihis salam wafat, Nabi Yusya'bin Nun 'alaihis salam membawa Bani Israil ke luar dari padang pasir.Mereka berjalan hingga menyeberangi sungai Yordania dan akhirnyasampai di kota Jerica. Kota Jerica adalah sebuah kota yang mempunyaipagar dan pintu gerbang yang kuat. Bangunan-bangunan di dalamnyatinggi-tinggi serta berpenduduk padat. Nabi Yusya' dan Bani Israilyang bersamanya, mengepung kota tersebut sampai enam bulan lamanya.Suatu hari, mereka bersepa-kat untuk menyerbu ke dalam. Diiringidengan suara terompet dan pekikan takbir, dan dengan satu semangatyang kuat, mereka pun berhasil menghancurkan pagar pembatas kota,kemudian memasukinya. Di situ mereka mengambil harta rampasan danmembunuh dua belas ribu pria dan wanita. Mereka juga memerangisejumlah raja yang berkuasa.

Mereka berhasil mengalahkan sebelas raja dan raja-raja yang berkuasadi Syam. Hari itu hari Jum'at, peperangan belum juga usai, sementaramatahari sudah hampir terbenam. Berarti hari Jum'at akan berlalu, danhari Sabtu akan tiba. Padahal, menurut syari'at, pada hari itu -dihari Sabtu- dilarang melakukan peperangan. Oleh karena itu Nabi Yusya'berkata: Wahai matahari, sesungguhnya engkau hanya mengikuti perintahAllah, begitu pula aku. Aku bersujud mengikuti perintahNya. Ya Allah,tahanlah matahari itu untukku agar tidak terbenam dulu! . Maka Allahmenahan matahari agar tidak terbenam sampai dia berhasil menaklukkannegeri ini dan memerintahkan bulan agar tidak menampakkan dirinya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Sesungguhnya matahari itutidak pernah tertahan tidak terbenam hanya karena seorang manusiakecuali untuk Yusya'. Yakni pada malam-malam dia berjalan ke BaitulMaqdis [untuk jihad].' [HR. Ahmad dan sanad-nya sesuai dengansyarat Al-Bukhari].

Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dia berkata:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Ada seorang Nabidari Nabi-nabi Allah yang ingin berperang. Dia berkata pada kaumnya, 'Tidakboleh ikut bersamaku dalam peperangan ini seorang laki-laki yang telahber-kumpul dengan isterinya dan dari itu dia mengharapkan anak tapimasih belum mendapatkannya, begitu pula orang yang telah membangunrumah tapi atapnya belum selesai. Juga tidak boleh ikut bersamakuorang yang telah membeli kambing atau unta bunting yang dia tunggukelahiran anaknya'.

Maka berangkatlah Nabi itu berjihad, dia sudah berada di dekat desa/daerahyang dia tuju saat Ashar telah tiba atau hampir tiba. Maka dia berkatakepada matahari, 'Hai matahari, engkau tunduk kepada perintah Allahdan aku pun juga demikian. Ya Allah, tahanlah matahari itu sejenakagar tidak terbenam.' Maka Allah menahan matahari itu hingga Allahmenaklukkan daerah tersebut. Setelah itu balatentaranya mengumpulkansemua harta rampasan di sebuah tempat, kemudian ada api yang datangmenyambar tetapi tidak membakarnya.

Maka Nabi itu berkata, 'Di antara kalian ada yang khianat, masihmenyimpan sebagian dari harta rampasan. Aku harap dari setiap kabilahada seorang yang bersumpah padaku.' Maka mereka pun datang satu persatu untuk disumpah. Kedua tangan Nabi itu lengket pada tangan salahseorang di antara mereka, ia berkata, 'Di antara kabilah kalian adaorang yang berkhianat, aku minta semua orang di kabilahmu untukbersumpah.' Satu per satu mereka disumpah. Tiba-tiba tangan Nabi itulengket pada tangan dua atau tiga orang. 'Kalian telah berkhianat,'katanya pada mereka. Lalu mereka pun mengeluarkan emas sebesar kepalasapi. Emas itu kemudian dikumpulkan dengan harta rampasan lain yangtelah dikumpulkan sebelumnya di sebuah lapangan. Tiba-tiba datanglahapi menyambar dan melalapnya. Harta rampasan memang tidak pernahdihalalkan untuk umat sebelum kita. Dan dihalalkan untuk kita karenaAllah melihat kelemahan dan ketidak mampuan kita'. [Diriwayatkan olehMuslim secara sendiri].

Setelah Baitul Maqdis dapat dikuasai oleh Bani Israil, maka merekahidup di dalamnya dan di antara mereka ada Nabi Yusya' yang memerintahmereka dengan Kitab Allah, Taurat, sampai akhir hayatnya. Dia kembalike hadirat Allah saat berumur seratus dua puluh tujuh tahun, dan masahidupnya setelah wafatnya Nabi Musa adalah dua puluh tujuh tahun.

Artikel Matahari ditahan terbenam untuknya karena jihadnya dijalan Allah diambil dari http://www.asofwah.or.id
Matahari ditahan terbenam untuknya karena jihadnya dijalan Allah.