Kamis, 22 Mei 2008

Mengeluarkan Darah Selama Tiga Tahun, Apa Yang Harus Dilakukan Di Bulan Ramadhan

Kumpulan Artikel Islami

Mengeluarkan Darah Selama Tiga Tahun, Apa Yang Harus Dilakukan Di Bulan Ramadhan Mengeluarkan Darah Selama Tiga Tahun, Apa Yang Harus Dilakukan Di Bulan Ramadhan

Kategori Puasa - Fiqih Puasa

Senin, 1 Nopember 2004 12:27:50 WIBMENGELUARKAN DARAH SELAMA TIGA TAHUN, APA YANG HARUS DILAKUKAN DI BULAN RAMADHANOlehSyaikh Muhammad bin Shalih Al-UtsaiminPertanyaanSyaikh Ibnu Utsaimin ditanya : Seseorang berkata : Saya mempunyai seorang ibu berumur enam puluh lima tahun dan selama sembilan belas tahun ini ia tidak mendapatkan anak. Ia mengalami pendarahan selama tiga tahun, dan tampaknya hal itu adalah penyakit. Karena dia akan menghadapi puasa, maka mohon dengan hormat apa nasehat yang perlu Anda sampaikan untuknya Dan apa yang harus ia lakukan .JawabanWanita seperti ini, yang menderita pendarahan, hukumnya yaitu meninggalkan shalat dan puasa pada masa-masa haidhnya dahulu sebelum datangnya penyakit yang ia derita saat ini. Jika kebiasaan haidhnya datang di awal bulan selama enam hari misalnya, maka ia harus meninggalkan puasa dan shalat setiap awal bulan selama enam hari, selesai enam hari itu ia harus mandi, shalat dan berpuasa. Adapun shalat wanita ini adalah, terlebih dahulu mencuci kemaluannya hingga bersih atau memberi pembalut kemudian berwudhu, dan hal itu dilakukan setelah masuk waktu shalat wajib, bagitu juga jika ia ingin melakukan shalat sunat di luar waktu shalat wajib. Dalam keadan seperti ini untuk tidak menyulitkan maka ia diperbolehkan menjama' shalat Zhuhur dengan shalat Ashar dan Maghrib dengan shalat Isya, jadi bersuci yang ia lakukan sekali dapat untuk melakukan dua shalat, sehingga untuk melaksanakan shalat lima waktu dapat dikerjakan dengan tiga kali.Saya ulangi sekali lagi, ketika akan bersuci, hendaklah ia membersihkan kemaluannya terlebih dahulu dan membalutnya terlebih dahulu dan membalutnya dengan kain atau lainnya untuk mengurangi yang keluar, kemudian berwudhu dan shalat. Shalat Zhuhur empat raka'at, Ashar empat raka'at, Maghrib tiga raka'at, Isya empat rakaat dan shubuh dua rakaat. Tidak mengqashar sebagaimana yang dikira oleh orang-orang. Tetapi boleh menjama Zhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya, baik berupa jama ta'khir mupun jama' taqdim. Dan bila ia hendak shalat sunat dengan wudhu tadi maka tidak apa-apa.[Ibid, halaman 25-26]BERNADZAR UNTUK BERPUASA SELAMA SATU TAHUN KEMUDIAN BERKATA BAHWA IA TAK MAMPUOlehAl-Lajnah Ad-Da'imah Lil IftaPertanyaanAl-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta ditanya : Seorang wanita bernadzar untuk berpuasa selama satu tahun jika ia selamat melahirkan bayinya dan bayinya juga selamat dalam satu tahun dan ternyata apa yang diingini itu terjadi bahwa ia tak sanggup untuk memenuhi nadzarnya itu JawabanTidak diragukan lagi bahwa nadzar ketaatan adalah ibadah, dan Allah telah memuji orang-orang beriman yang memenuhi nadzarnya, Allah berfirman."Artinya : Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana"Dalam sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam disebutkan, beliau bersabda :"Artinya : Barangsiapa yang bernadzar untuk taat kepada Allah, maka hendaklah ia mentaati-Nya, dan barangsiapa yang bernadzar untuk berbuat maksiat kepada Allah maka hendaklah ia tidak melakukan perbuatan maksiat itu"Seorang pria bernadzar bahwa ia hendak mengurbankan seekor unta di suatu tempat, maka orang itu mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau bersabda."Artinya : Apakah di tempat itu terdapat salah satu berhala jahiliyah yang disembah , pria itu menjawab : 'Tidak', maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya lagi "Apakah tempat itu dijadikan tempat perayaan-perayaan mereka , pria itu menjawab : 'Tidak', Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Penuhilah nadzarmu itu, karena sesungguhnya nadzar tidak boleh di penuhi jika dalam perbuatan maksiat kepada Allah dan nadzar tidak boleh dipenuhi pada sesuatu yang tidak dimiliki anak Adam".Dan sebagaimana yang disebutkan oleh penanya bahwa wanita itu bernadzar untuk berpuasa selama satu tahun, sementara puasa satu tahun penuh dengan terus menerus setiap hari termasuk puasa sepanjang masa, sementara puasa sepanjang masa makruh hukumnya sebagaimana disebutkan dalam kitab Ash-Shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda."Artinya : Barangsiapa melaksanakan puasa sepanjang masa maka dia dianggap tidak berpuasa dan tidak pula berbuka".Dan tidak diragukan lagi bahwa melakukan ibadah yang makruh adalah kedurhakaan terhadap Allah, maka tidak perlu dilaksanakan nadzar yang mengandung ibadah makruh. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahinahullah berkata : Seandainya seseorang bernadzar untuk melakukan ibadah makruh, seperti melakukan shalat tahajud sepanjang malam dan berpuasa sepanjang siang hari, maka tidak wajib baginya untuk melaksanakan nadzar tersebut. Untuk itu, sebagai penggantinya, hendaklah si penanya membayar kaffarah yamin [denda karena melanggar sumpah] yaitu memberi makan kepada sepuluh orang miskin, untuk masing-masing orang miskin sebanyak setengah sha' kurma atau lainnya yang berupa makanan pokok setempat. Jika ia tak sanggup maka hendaklah ia bepuasa selama tiga hari berturut-turut.[Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah, halaman 44-45][Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita 1, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, Penerjemah Amir Hamzah Fakhrudin]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1162&bagian=0


Artikel Mengeluarkan Darah Selama Tiga Tahun, Apa Yang Harus Dilakukan Di Bulan Ramadhan diambil dari http://www.asofwah.or.id
Mengeluarkan Darah Selama Tiga Tahun, Apa Yang Harus Dilakukan Di Bulan Ramadhan.

Perayaan Hari Kelahiran Nabi [Maulid Nabi]

Kumpulan Artikel Islami

Perayaan Hari Kelahiran Nabi [Maulid Nabi] Perayaan Hari Kelahiran Nabi [Maulid Nabi]

Kategori Bid'ah

Rabu, 25 Mei 2005 07:14:12 WIBPerayaan Hari Kelahiran Nabi [Maulid Nabi]OlehSyaikh Muhammad bin Shalih Al-UtsaiminPertanyaanSyaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin : Apa hukum perayaan hari kelahiran NabiJawabanPertama: Malam kelahiran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak diketahui secara pasti, tapi sebagian ulama kontemporer memastikan bahwa itu pada malam kesembilan Rabi'ul Awal, bukan malam kedua belasnya. Kalau demikian, perayaan pada malam kedua belas tidak benar menurut sejarah.Kedua: Dipandang dari segi syari'at, perayaan itu tidak ada asalnya. Seandainya itu termasuk syari'at Allah, tentu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukannya dan telah menyampaikan kepada umatnya, dan seandainya beliau melakukannya dan menyampaikannya, tentulah syari'at ini akan terpelihara, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman,"Artinya : Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya" [Al-Hijr : 9].Karena tidak demikian, maka diketahui bahwa perayaan itu bukan dari agama Allah, dan jika bukan dari agama Allah, maka tidak boleh kita beribadah dengannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mendekatkan diri kepadaNya dengan itu. Untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, Allah telah menetapkan cara tertentu untuk mencapainya, yaitu yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bagaimana mungkin kita, sebagai hamba biasa, mesti membuat cara sendiri yang berasal dari diri kita untuk mengantarkan kita mencapainya Sungguh perbuatan ini merupakan kejahatan terhadap hak Allah Subhanahu wa Ta'ala karena kita melaksanakan sesuatu dalam agamaNya yang tidak berasal dariNya, lain dari itu, perbuatan ini berarti mendustakan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala."Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu" [Al-Ma'idah : 3]Kami katakan: Perayaan ini, jika memang termasuk kesempurnaan agama, mestinya telah ada semenjak sebelum wafatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan jika tidak termasuk kesempurnaan agama, maka tidak mungkin termasuk agama, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman,."Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu." [Al-Ma'idah :3]Orang yang mengklaim bahwa ini termasuk kesempurnaan agama dan diadakan setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka ucapannya mengandung pendustaan terhadap ayat yang mulia tadi. Tidak diragukan lagi, bahwa orang-orang yang menyelenggarakan perayaan hari kelahiran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam hanyalah hendak mengagungkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan menunjukkan kecintaan terhadap beliau serta membangkitkan semangat yang ada pada mereka. Semua ini termasuk ibadah, mencintai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga merupakan ibadah, bahkan tidak sempurna keimanan seseorang sehingga menjadikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lebih dicintai daripada dirinya sendiri, anaknya, orang tuanya dan manusia lainnya.Mengagungkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga termasuk ibadah. Demikian juga kecenderungan terhadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam termasuk bagian dari agama karena mengandung kecenderungan terhadap syari'atnya. Jadi, perayaan hari kelahiran Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengagungkan RasulNya merupakan ibadah. Karena ini merupakan ibadah, sementara ibadah itu sama sekali tidak boleh dilakukan sesuatu yang baru dalam agama Allah yang tidak berasal darinya, maka perayaan hari kelahiran ini bid'ah dan haram.Kemudian dari itu, kami juga mendengar, bahwa dalam perayaan ini terdapat kemungkaran-kemungkaran besar yang tidak diakui syari'at, naluri dan akal, di mana para pelakunya mendendangkan qasidah-qasidah yang mengandung ghuluw [berlebih-lebihan] dalam mengagungkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, sampai-sampai memposisikan beliau lebih utama daripada Allah. Na'udzu billah. Di antaranya pula, kami mendengar dari kebodohan para pelakunya, ketika dibacakan kisah kelahiran beliau, lalu bacaannya itu sampai pada kalimat 'wulida al-musthafa’ mereka semuanya berdiri dengan satu kaki, mereka berujar bahwa ruh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam hadir di situ maka kami berdiri untuk memuliakannya. Sungguh ini suatu kebodohan. Kemudian dari itu, berdirinya mereka itu tidak termasuk adab, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri tidak menyukai orang berdiri untuknya. Para sahabat beliau merupakan orang-orang yang paling mencintai dan memuliakan beliau, tidak per-nah berdiri untuk beliau, karena mereka tahu bahwa beliau tidak menyukainya, padahal saat itu beliau masih hidup. Bagaimana bisa kini khayalan-khalayan mereka seperti itu[Majalah Al-Mujahid, edisi 22, Syaikh Ibnu Utsaimin][Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=1441&bagian=0


Artikel Perayaan Hari Kelahiran Nabi [Maulid Nabi] diambil dari http://www.asofwah.or.id
Perayaan Hari Kelahiran Nabi [Maulid Nabi].

Iblis Menyesatkan Manusia Dengan Wanita

Kumpulan Artikel Islami

Iblis Menyesatkan Manusia Dengan Wanita Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Dinding penutup antara mata jin dan aurat manusia ketika seseorangmasuk jamban adalah kalau ia mengucapkan Bismillaah. [Hr IbnuMajah dalam Kitab Thoharoh / 242].

Iblis dan bala tentaranya adalah sosok-sosok yang jiwanya kotorterus-menerus. Mereka selalu mengintip aurat dan kejelekan. Iblistelah mencopot pakaian Adam ’alaihis salam dan isterinyasedangkan keduanya itu di surga. Lalu di dunia ini Iblis, wadyabalanya, dan partainya membelejeti pakaian taqwa dari jiwa manusia,dan mencopoti pakaian penutup aurat dari badan. Sehingga keadaantelanjang menjadi pemandangan nyata yang dianggap biasa, sedangmenampakkan aurat sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan manusiatanpa ada halangannya.

Tetapi kalau memang kita tetap teguh mengikuti syari'at Islam makatidak akan terjadi yang demikian itu. Iblis tak mampu, sampai ditempat-tempat yang kita harus buka aurat pun, iblis tak mampumelihatnya, [karena ada do'a seperti tersebut di atas]. Maka segalapuji bagi Allah yang telah menjadikan dzikir dan keutamaan berserahdiri kepada-Nya itu sebagai pencegah bagi mata barisan iblis danpartainya. [Lihat Hasan Ahmad Qothomisy, Al-Muwajahah As-Shiro'ma'as Syaithon wa Hizbihi, Daru Thaibah Ar-Riyadh 1415H/ 1995, cetI, hal 147].

Wanita

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:Wanita itu menghadap ke muka dalam bentuk syetan, dan ke belakangdalam bentuk syetan [pula]. [Hr Muslim Juz 10 Kitab Nikah, hal177].

Mujahid rahimahullah berkata: Ketika perempuan menghadap kedepan [datang] maka syetan duduk di atas kepalanya lalu menghiasinyauntuk orang yang melihatnya, dan ketika perempuan itu menghadap kebelakang [pergi] syetan duduk di atas bagian belakangnya lalu iamemperindahnya untuk orang yang melihatnya. [Al-Qurthubi, Al-Jami'li Ahkaamil Quran juz 12/ 227].

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga memperingatkan:Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau. Dan sesungguhnya Allahmenjadikan kamu sekalian khalifah di dunia, lalu Allah mengawasibagaimana kamu berbuat. Maka jagalah dirimu tentang dunia dan jagalahdirimu tentang wanita. Maka sesungguhnya bencana/ fitnah Bani Israiladalah dalam hal wanita. [HR Muslim Juz 17 Kitab Riqoq hal 55].

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pula:Aku tidak meninggalkan fitnah/ bencana yang lebih berbahaya ataskaum lelaki [selain bahaya fitnah] dari perempuan. [ Al-Fath juz9 , Hadits 5096, dan Muslim juz 18 hal 54].

Sa'id bin Al-Musayyib rahimahullah berkata, “Jika syetan putusasa mengenai sesuatu maka ia kemudian pasti mendatangi sesuatu itudari arah perempuan. Sa'id pun berkata lagi, “Tidak ada sesuatu yanglebih aku takuti di sisiku kecuali perempuan.” [Siyaru 'a'laaminNubalaa' Juz 4/ 237].

Kalau syetan putus asa dalam hal tertentu, maka dia akan melancarkangodaan itu dari arah perempuan. Apa yang dikatakan Sa'id bin Al-Musayyib

rahimahullah tersebut dalam kenyataan kini tampak nyata. Sudahmenjadi rahasia umum, ada proyek-proyek yang dilancarkan pengurusannyapakai umpan wanita. Itulah praktek syetan. Maka Sa'id yang di zamansahabat tidak ada kebiasaan model syetan seperti sekarang pun, diapaling takut terhadap wanita.

Dan hadits tentang wanita kadang panjang, itu tidak lain karena wanitaitu adalah pengikut syetan terkutuk yang paling banyak. Wanitapengikut syetan itu adalah tali-tali dan perantara untuk para pengikutsyetan. Bagaimana tidak, sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam telah mengkhabarkan bahwa wanita itu penghuni neraka yangpaling banyak, dan mereka tidak masuk neraka kecuali karena mengikutiiblis dan tentara-tentaranya. Dan tidaklah manusia mengikuti ibliskecuali karena iblis telah menguasai mereka. Dan iblis tidak menguasaikecuali dengan banyaknya maksiat dan dosa. Sedang kekuasaan iblis danpartainya itu dengan cara menganggap indah dan bagus dosa-dosa danmaksiat.

Dalam Hadits disebutkan:Wanita itu adalah aurat, maka apabila ia keluar, diincar olehsyetan.” [Hadits Shahih Sunan Tirmidzi no 936, dan Thabrani di Al-Kabierjuz 3/ 64, dan lihat Al-Irwaa' no 273].

Perempuan sebagai salah satu sarana iblis untuk merusak

Iblis menyodorkan fitnah pada wanita guna menyesatkan dan merusak.Al-Qur’an telah mengisahkan contoh-contoh adanya bencana-bencana/fitnah lewat wanita. Di antara kisah-kisah tersebut adalah:

Godaan Syetan untuk Kaum Tsamud lewat wanita

Ibnu Jarir dan lain-lain dari ulama salaf [generasi Sahabat, Tabi'ien,dan Tabi'ut Tabi'ien] menyebutkan bahwa dua wanita dari kaum Tsamud,salah satunya Shoduq putri Al-Mahya bin Zuhair bin Al-Mukhtar, diaadalah bangsawan dan kaya. Sedang ia di bawah suami yang telah masukIslam, lalu wanita ini menceraikan suaminya itu. Lalu wanita inimengundang anak pamannya yang disebut Mashro' bin Mahraj bin Al-Mahya,dan wanita ini menyodorkan dirinya pada lelaki anak pamannya itu bilaia berani membunuh onta [Nabi Shalih ’alaihis salam].

Wanita lainnya adalah Anbarah binti Ghanim bin Majlaz dijuluki Ummu 'Utsman.Dia ini tua dan kafir, punya anak 4 wanita dari suaminya, Dzu'ab binAmru, salah satu kepala kaum. Lalu si perempuan tua ini menyodorkanke-4 putrinya kepada Qadar ibn Salif bila ia berani membunuh onta,maka ia akan kebagian putrinya mana saja yang ia ingini. Lalu 2 pemuda[Mashro' dan Qadar] bersegera untuk membunuh onta itu, dan berusahamencari teman di dalam kaumnya. Maka 7 orang lainnya meresponajakannya itu, jadi jumlahnya 9 orang. Mereka inilah yang disebutkandalam firman Allah subhanahu wata’ala:

“Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuatkerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.” [QS.27:48]

Dan mereka berusaha pada sisa kabilah itu dan mempropagandakan untukmembunuh onta, lalu mereka menyambutnya dan sepakat untuk membunuhonta itu. Lalu mereka berangkat mengintai onta. Ketika onta itu munculdari kawanan yang mendatangi air, lalu Mashro' bersembunyi untukmenyergapnya, lantas melemparkan panah padanya dan menancaplah ditulang kaki onta. Dan datanglah wanita-wanita membujuk kabilah ituuntuk membunuh onta, sedang wanita-wanita itu membuka wajah-wajahnya [darikerudungnya] untuk menyemangati kabilahnya. Lalu Qadar bin Salifmendahului mereka mengeraskan [hantaman] pedangnya atas onta itu makaputuslah urat di atas tumitnya, lalu jatuh tersungkurlah onta itu kebumi. [Tafsir At-Thabari juz 12 / 531-534, Al-Bidayah wanNihayah Ibnu Katsir juz 1/ 127, Al-Kamil fit Taariekh IbnulAtsier juz 1/ 51-52].

Wanita yang menyemangati Mashro' adalah isteri pemimpin, sedang yangmenyemangati Qadar adalah isteri pejabat juga. Adapun Qadar bin Salifsendiri termasuk pemimpin, jadi mereka itu orang elit semua.

Perempuan pertama telah menyodorkan dirinya kepada Mashro', sedangperempuan kedua menyodorkan puteri-puterinya kepada Qadar. Danperempuan-perempuan kabilah itu telah keluar dengan membujukorang-orang agar membunuh onta dengan cara membuka wajah-wajah mereka.Sungguh telah terjadi fitnah wanita itu sebagai jalan masuknya Ibliskepada para pembesar, dan Iblis bersandar bersama mereka untukmembunuh onta yang menjadi ayat Allah subhanahu wata’ala yangdisampaikan kepada nabi-Nya, Shalih ’alaihis salam.

Demikian ini tampak bagi kita, para pembesar [kaum elit] bersepakatsemuanya, laki-laki maupun perempuan.

Kepala Nabi Yahya ’alaihis salam Dipenggal untuk Pelacur

Hal itu dikatakan kepada Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu oleh Asma'binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha di suatu tempat di MasjidilHaram. Demikian itu ketika Ibnu Zubair radhiyallahu ‘anhudisalib, lalu Ibnu Umar menoleh ke Asma' seraya berkata: Jasad [anakmu]ini sebenarnya bukan apa-apa, sedang yang di sisi Allah adalaharwahnya. Maka bertaqwalah kamu kepada Allah subhanahu wata’aladan bersabarlah.

Lalu Asma' menjawab, Apa yang menghalangiku [untuk bersabar],sedangkan kepala Yahya bin Zakaria ’alaihis salam [saja]sungguh telah dihadiahkan kepada seorang pelacur dari bani Israel. [SiyaruA'laamin Nublaa' juz 2/ 294, Al-Muhalla juz 2/22, 'Audul Hijaabjuz 2/195, dan orang-orangnya terpercaya, khabar itu tetap untuk kisah.,

Al-Muwajahah hal 80].

Kenyataan dari kisah ini adalah Asma' radhiyallahu ‘anhamenyebutkan dibunuhnya Yahya ’alaihis salam itu karena [permintaan]pelacur. Di sini kita lihat puncak kekuasaan iblis atas orang-orangelit dengan dorongan syahwat seks di mana sampai membunuh seorang nabiAllah yaitu Yahya bin Zakaria ’alaihis salam. Walaupunberbeda-beda kitab-kitab tarikh dalam rincian peristiwa itu hanya sajaintinya adalah; Seorang raja masa itu di Damskus ada yang menginginkankawin dengan sebagian mahramnya atau wanita yang tidak halal baginyauntuk dikawini. Lalu Nabi Yahya ’alaihis salam mencegahnya,sedangkan wanita itu menginginkan raja itu, maka ada suatu [ganjalan]yang menetap di dalam jiwa wanita dan raja itu terhadap Nabi Yahya

’alaihis salam. Maka ketika antara wanita dan raja itu terjadipercintaan, wanita itu minta agar diberi darah Yahya, lalu raja akanmemberikan padanya. Maka raja mengutus orang untuk mendatangi NabiYahya ’alaihis salam dan membunuhnya, dan membawakan kepalaYahya kepada wanita itu!!! [Lihat Tarikh At-Thabari j 1/586-592, Al-kamil Ibnu Atsir j 1/ 171, Al-Bidayah wanNihayah j 1/49].

Demikianlah kondisi orang-orang terlaknat yang tidak menahan diriuntuk tidak membunuh nabi-nabi Allah. Bagaimana mereka tidak dilaknatSedangkan Nabi-nabi Allah itu penyulut hidayah dan pemegang benderakebenaran dan Tauhid, sedangkan iblis terlaknat itu pembawa benderaneraka dan panji-panji kekafiran serta syirik.

Isteri Al-Aziz serta Yusuf

Allah subhanahu wata’ala berfirman:Dan wanita [Zulaikha] yang Yusuf tinggali di rumahnya menggodaYusuf untuk menundukkan dirinya [kepadanya] dan dia menutuppintu-pintu, seraya berkata: marilah ke sini, Yusuf berkata, Akuberlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku denganbaik. Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tidak akan beruntung.

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud [melakukan perbuatan itu]dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud [melakukan pula] dengan wanitaitu andaikata dia tidak melihat tanda [dari] Tuhannya. Demikianlah,agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian.Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik bajugamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapatisuami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, Apakah pembalasanterhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selaindipenjarakan atau [dihukum] dengan azab yang pedih [QS Yusuf/12: 23-25].

Firman Allah subhanahu wata’ala lagi:Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak dibelakang berkatalah dia: Sesungguhnya [kejadian] itu adalah di antaratipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu [wanita] adalah besar.

[Hai] Yusuf: Berpalinglah dari ini, dan [kamu hai isteri] mohonampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasukorang-orang yang berbuat salah. [QS Yusuf/ 12: 28-29].

Sesungguhnya kisah Yusuf ’alaihis salam adalah contoh terbesaryang menjelaskan konsentrasi iblis atas kalangan penguasa, dan iblismenguasai mereka dari segi syahwat seks. Dan barangkali dengan membacaayat-ayat tentang kisah itu tidak perlu keterangan tambahan. Tetapi disini tampak bagi kita gambaran dari kalangan papan atas [at-thobaqoturrooqiyyah] di masa jahiliyah ribuan tahun lalu, seakan-akanjahiliyah itu adalah yang ada hari ini pula, dengan leluasa dalammengarahkan penyelewengan seks, dan kecenderungan untukmenutup-nutupinya dari masyarakat. Dan inilah pentingnya semua kisahitu. [Hartono]

Dipetik dari Al-Muwajahah as-Shiro' ma'as Syaithon wa Hizbihioleh Hasan Ahmad Qothomisy, Darut Thaibah Ar-Riyadh cet I, 1415H/1995.

Artikel Iblis Menyesatkan Manusia Dengan Wanita diambil dari http://www.asofwah.or.id
Iblis Menyesatkan Manusia Dengan Wanita.

Iman Itu Perkataan Perbuatan Dan Keyakinan, Bertambah Dengan Ketaatan Berkurang Dengan Kemakshiyatan

Kumpulan Artikel Islami

Iman Itu Perkataan Perbuatan Dan Keyakinan, Bertambah Dengan Ketaatan Berkurang Dengan Kemakshiyatan Iman Itu Perkataan Perbuatan Dan Keyakinan, Bertambah Dengan Ketaatan Berkurang Dengan Kemakshiyatan

Kategori Ushul Aqidah Ahlissunnah

Selasa, 17 Agustus 2004 21:32:34 WIBIMAN ITU PERKATAAN, PERBUATAN DAN KEYAKINAN YANG BISA BERTAMBAH DENGAN KETAATAN DAN BERKURANG DENGAN KEMAKSHIYATAN.OlehSyaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-FauzanSesungguhnynya Ahlus Sunnah wal Jama'ah berjalan di atas prinsip-prinsip yang jelas dan kokoh baik dalam itiqad, amal maupun perilakunya. Seluruh prinsip-prinsip yang agung ini bersumber pada kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dan apa-apa yang dipegang oleh para pendahulu umat dari kalangan sahabat, tabi'in dan para pengikut mereka yang setia.Prinsip-Prinsip Tersebut Teringkas Dalam Butir-Butir Berikut.Prinsip KeduaDan diantara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah : Bahwasanya iman itu perkataan, perbuatan dan keyakinan yang bisa bertambah dengan keta'atan dan berkurang dengan kema'shiyatan, maka iman itu bukan hanya perkataan dan perbuatan tanpa keyakinan sebab yang demikian itu merupakan keimanan kaum munafiq, dan bukan pula iman itu hanya sekedar ma'rifah [mengetahui] dan meyakini tanpa ikrar dan amal sebab yang demikian itu merupakan keimanan orang-orang kafir yang menolak kebenaran.Allah berfirman."Artinya : Dan mereka mengingkarinya karena kedzoliman dan kesombongan [mereka], padahal hati-hati mereka meyakini kebenarannya, maka lihatlah kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan itu". [An-Naml : 14]"Artinya : ....... karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, akan tetapi orang-orang yang dzolim itu menentang ayat-ayat Allah". [Al-An'aam : 33]"Artinya : Dan kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu kehancuran tempat-tempat tinggal mereka. Dan syetan menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka sehingga menghalangi mereka dari jalan Allah padahal mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam" [Al-Ankabut : 38]Bukan pula iman itu hanya suatu keyakinan dalam hati atau perkataan dan keyakinan tanpa amal perbuatan karena yang demikian adalah keimanan golongan Murji'ah ; Allah seringkali menyebut amal perbuatan termasuk iman sebagaimana tersebut dalam firman-Nya."Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah mereka yang apabila ia disebut nama Allah tergetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambahlah imannya dan kepada Allahlah mereka bertawakal, [yaitu] orang-orang yang mendirikan shalat, dan yang menafkahkan apa-apa yang telah dikaruniakan kepada mereka. Merekalah orang-orang mu'min yang sebenarnya ..." [Al-Anfaal : 2-4]"Artinya : Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian" [Al-Baqarah : 143][Disalin dari buku Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah oleh Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan Dar Al-Gasem-Riyadh, penerjemah Abu Aasia]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.phpaction=more&article_id=988&bagian=0


Artikel Iman Itu Perkataan Perbuatan Dan Keyakinan, Bertambah Dengan Ketaatan Berkurang Dengan Kemakshiyatan diambil dari http://www.asofwah.or.id
Iman Itu Perkataan Perbuatan Dan Keyakinan, Bertambah Dengan Ketaatan Berkurang Dengan Kemakshiyatan.